Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.40


__ADS_3

Siang ini, Rian akan mengajak Adelia untuk membeli cincin pernikahan dan pergi ke butik untuk membeli gaun pengantin.


Bu Anara melihat anaknya yang baru keluar dari kamar.


"Mah, Adel mau pergi dulu ya. Adel titip Baby Raffa ya," ucap Adelia.


"Iya, Nak. Kamu tidak usah cemaskan Raffa. Mamah yang akan menjaganya."


"Kok Kak Rian lama ya, sudah jam segini loh," Adelia menatap jam yang dia pakai di pergelangan tangannya.


"Mungkin sebentar lagi, Nak." ucap Bu Anara.


Tin tin


Adelia dan Ibunya mendengar suara klakson mobil dari luar.


"Nak, mungkin saja itu Rian. Cepat kamu keluar!" pinta Bu Anara.


"Ah malas, nanti juga orangnya nyamperin sendiri."


Tok tok


Kini keduanya mendengar ketukan pintu dari luar rumah.


"Mamah saja deh yang bukain pintu," Bu Anara beranjak dari duduknya, lalu pergi ke depan.


Ternyata memang benar, yang datang itu Rian. Rian menyalami Bu Anara. Lalu masuk ke dalam rumah.


Rian melihat Adelia yang sedang duduk sendirian. Lalu dia menghampirinya.


"Sayang, kok kamu duduk saja sih. Tidak menyambut calon suami datang," Rian mendekati Adelia lalu duduk di sebelahnya.


Rian merapatkan tubuhnya, lalu satu tangannya memegang pinggang Adelia.


Adelia menyingkirkan tangan Rian dari pinggangnya.

__ADS_1


"Jangan pegang-pegang!" ucap Adelia.


"Del, jangan galak-galak loh," kata Bu Anara sambil memperhatikan mereka.


"Tidak kok, Mah." ucapnya.


"Tidak apa-apa, Tante. Kalau makin galak makin liar, ah aku jadi susah membayangkannya," ucap Rian.


Plak


Adelia menepuk pelan lengan Rian.


"Kalau bicara sama orang tua itu yang sopan."


"Maaf, sayang. Aku cuma keceplosan," ucapnya, lalu menutupi mulutnya dengan tangan.


"Ayo berangkat!" ajak Adelia.


"Aku mau melihat anak kita dulu, dia lagi ngapain?"


"Beres," Rian beranjak dari duduknya. Lalu pergi ke kamar untuk melihat anaknya.


Hanya sebentar Rian melihat Baby Raffa. Saat ini dia sudah keluar lagi dari kamar itu. Rian menghampiri Adelia yang sedang menunggunya. Mereka langsung saja pergi keluar rumah.


Sepanjang perjalanan, sesekali Rian menatap Adelia yang ada di sampingnya.


"Ngapain lihat-lihat?" tanya Adelia, yang sejak tadi merasa di perhatikan."


"Tidak apa-apa, aku hanya senang saja sebentar lagi kita akan menikah," ucap Rian.


Tak terasa sudah cukup lama mengemudi. Kini mereka sudah sampai di butik. Kebetulan mereka akan membeli gaun pengantin terlebih dahulu. Setelah itu barulah pergi ke toko perhiasan.


Adelia sudah mencoba gaun pengantin pilihannya. Ternyata sangat pas di tubuhnya. Di membeli satu gaun berwarna putih. Sedangkan keempat gaun lain yang dia pilih, dia hanya menyewanya. Lagian hanya di pakai sekali saja. Jika di beli semua, buat apa.


Kini Adelia dan Rian sudah pergi dari butik itu. Mereka akan segera ke toko perhiasan.

__ADS_1


Rian menatap Adelia yang duduk di sebelahnya.


"Sayang, kamu tidak apa-apa kan kalau kita beli baju yang sudah jadi?"


"Tidak apa-apa, lagian jika bikin gaun baru, takutnya waktunya tidak cukup. Karena pernikahan kita juga sebentar lagi," ucap Adelia.


"Baiklah, aku takutnya jika kamu kecewa."


"Tidak kok," kata Adelia.


Kini mobil yang di kendarai Rian sudah sampai di depan toko perhiasan.


Adelia turun duluan, sedangkan Rian terlebih dahulu memarkirkan mobilnya.


Rian menghampiri Adelia yang sedang berdiri menunggunya.


"Ayo!" Rian merengkuh pinggang Adelia. Lalu melangkah masuk ke dalam.


Beberapa kali Adelia melepaskan tangan Rian dari pinggangnya, namun Rian juga kembali mendaratkan tangannya disana. Jadi Adelia hanya membiarkannya saja.


Adelia melihat-lihat cincin yang akan dia pilih. Adelia melihat cincin yang bagian pinggirnya permata putih. Menurutnya itu sangat cantik dan cocok jika di pakai di jarinya.


"Kak, coba yang ini," Adelia menunjuk cincin pilihannya. Namun seseorang dari sampingnya juga menunjuk cincin itu.


Adelia dan Rian menoleh le samping. Ternyata di sebelah Adelia ada Clarissa.


"Kak Clarissa? Kapan datang?" tanya Adelia.


"Aku baru sampai kemarin. Oh iya, kamu mau beli cincin ya?"


"Iya, Kak. Tapi Kalau yang itu mau di beli Kakak, aku tidak apa-apa kok. Nanti bisa cari yang lain."


"Ah tidak perlu, biar aku saja yang cari lagi."


"Baiklah, terima kasih, Kak." ucap Adelia.

__ADS_1


"Sama-sama," jawab Clarissa sambil mirik Rian.


__ADS_2