Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.61


__ADS_3

Bu Anara sudah memberitahukan kepada Adelia dan Alan, jika sebentar lagi Eva akan menikah dengan Reno.


Untuk acara lamaran resmi, akan di laksanakan hari ini. Kebetulan lamaran itu hanya lamaran sederhana. Yang hadir juga hanya keluarga saja.


Pak Andika dan keluarganya sudah berkumpul. Bahkan Bu Vanesa juga ada disana. Mereka sedang duduk bersama sambil menunggu kedatangan Reno dan ayahnya.


Adelia melihat Alan dan Kiara duduk berjauhan.


"Kia, kenapa kamu tidak duduk di sebelah Alan?" Adelia bertanya sambil menatap Kiara.


"Aku lagi ingin duduk berjauhan dengan Alan. Mungkin karena kemauan anak yang ada di dalam kandunganku," ucapnya yang terpaksa berbohong. Sebenarnya bukan itu alasan dia duduk berjauhan seperti itu dengan Alan. Namun ada alasan lain yang tidak bisa dia jelaskan kepada semua orang.


"Ada-ada saja kamu. Masa mengidamnya ingin berjauhan sama ayah bayinya," ucap Adelia yang merasa heran.


"Tapi itu wajar, Nak. Memang ada sebagian ibu hamil yang seperti itu. Contohnya ibu hamil yang merasa mual jika berdekatan dengan suaminya," sahut Bu Anara.


"Ada yah yang seperti itu. Adel belum mengalami loh."


"Jangan, sayang. Awas saja kalau nanti kamu mengidamnya tidak mau dekat-dekat denganku," ucap Rian yang juga menyahut pembicaraan mereka.


Semua yang mendengar perkataan Rian, mereka tertawa.

__ADS_1


"Mana bisa keinginan orang hamil di tentang. Misal aku mau mangga, tapi Mas Alex beliin apel, nanti anak kita ileran. Memangnya Mas Rian mau?"


"Ya tidak mau, sayang. Masa anak kita ileran sih."


Obrolan mereka terhenti saat terdengar ketukan pintu dari luar rumah.


"Sudah-sudah, nanti saja kita lanjut mengobrol lagi. Mamah mau bukain pintu dulu. Siapa tahu yang datang itu Reno dan ayahnya," ucap Bu Anara.


"Tenang, Mah. Nanti Rian mengobrolnya di kamar saja sama Adel. Biar kalau berantem langsung saja naik ke atas kasur," ucap Rian.


"Menantu pintar," Pak Andika mengacungkan kedua jempolnya.


"Iya dong, Pah."


Bu Anara sudah kembali menghampiri mereka. Di ikuti oleh Reno dan Pak Dirga yang berjalan di belakangnya.


"Selamat datang, besan. Saya senang sekali akhirnya kedua putra Pak Dirga menjadi menantu saya," Pak Andika menjabat tangan Pak Dirga.


"Saya juga senang, Pak. Ikatan keluarga kita sekarang semakin kuat.


Setelah berjabat tangan dengan Pak Dirga, Pak Andika beralih berjabat tangan dengan Reno.

__ADS_1


Kini semuanya sudah duduk. Pak Dirga langsung saja mengatakan niat kedatangannya.


"Seperti yang telah di sampaikan sebelumnya, jika saya dan anak saya akan datang kesini. Anak saya sudah bercerita jika dia jatuh cinta kepada Eva dan berniat untuk melamarnya. Saya sebagai orang tua, mau meminta restu Pak Andika dan keluarga, karena anak saya Reno berniat melamar Eva," ucap Pak Dirga dengan ramah.


Pak Andika tersenyum menatap Pak Dirga.


"Kami sangat senang jika memang Reno mau melamar anak saya. Apalagi anak saya ini berstatus janda. Tapi untuk keputusan tetap di anak saya Eva. Karena dia yang akan menjalani pernikahan ini," ucap Pak Andika, lalu beralih menatap Eva yang duduk di sebelahnya. "Bagaimana Eva, apa kamu mau menerima lamaran Nak Reno?"


"Mau, Pah. Aku menerima lamarannya," jawab Eva.


"Alhamdulillah," ucap semua yang ada disana karena merasa senang.


"Kalau begitu langsung tukar cincin saja," ucap Pak Dirga.


Reno mengambil kotak cincin dari saku celananya.


Reno mulai menyematkan cincin di jari manis Eva. Begitu juga dengan Eva yang juga menyematkan cincin di jari Reno. Sejak tadi Adelia mengambil momen tukar cincin itu.


Setelah tukar cincin, di lanjutkan dengan foto bersama.


Bu Anara mempersilakan Pak Dirga dan Reno untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia.

__ADS_1


Mereka menikmati hidangan itu sambil mengobrol. Pak Dirga dan Pak Andika juga langsung berdiskusi tanggal pernikahan Eva dan Reno. Sesuai keputusan bersama, ijab qabul mereka akan di laksanakan satu bulan lagi.


Eva dan Reno yang duduk berhadap-hadapan, mereka saling tatap. Ada perasaan senang di hati keduanya. Apalagi Eva yang merasa lega, karena ada lelaki yang mau dengannya, walaupun dia berstatus janda.


__ADS_2