Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹¹⁰. Kebangkrutan semakin dekat


__ADS_3

"Bagaimana bisa semua partner perusahaan yang sudah lama bekerja sama dengan kita mengajukan syarat seperti ini??" Seorang pria berbicara sembari menggertakkan giginya membuat ruang meeting yang sedari tadi hening kini menjadi lebih hidup.


"Apa yang terjadi??" Tiba-tiba suara Hans dari arah pintu menarik perhatian semua orang.


Semua orang kini berdiri menyambut kedatangan Hans, Hendrik yang duduk di kursi pemimpin rapat segera berpindah ke salah satu kursi kosong yang sudah disiapkan.


"Apa yang terjadi?" Langsung tanya Hans saat melihat ketegangan di semua wajah dewan direksi.


"Silakan Tuan Hans membaca beberapa laporan ini," salah seorang dewan direksi yang memiliki umur lebih tua dari Hans menyerahkan beberapa dokumen yang sudah ia lihat selama duduk di ruang meeting.


Dengan tatapan acuh tak acuh Hans mengambil dokumen itu dan membacanya secara sekilas.


"Apa ini?!!" Hans berteriak sembari melemparkan dokumen di tangannya hingga berserakan di lantai.

__ADS_1


"Bagaimana bisa orang orang sialan ini melakukan protes secara bersamaan?! Bukankah sudah dari dulu kita melakukan kerjasama seperti ini dan mereka tidak pernah mengajukan keberatan?!!!" Tanya Hans yang tak habis pikir dengan semua partner kerja yang mengancam memutus kerjasama dengan mereka secara tiba-tiba.


Melihat kemarahan ayahnya, Hendrik tersenyum dalam hati lalu berkata "Ini semua karena partner kerja sama kita merasa kurang puas dengan kerjasama yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun ini.


"Jika hanya ada satu atau dua yang melakukan protes maka kita tidak akan terlalu berpengaruh tetapi hampir semua dari mereka melakukan protes sehingga sulit untuk mengabaikannya." Ucap Hendrik.


"Ini memang aneh, tapi kita tidak bisa mengabaikannya. Perusahaan kita tidak akan bertahan jikalau semua orang menarik kerjasama." Salah seorang dewan direksi berbicara sembari mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja.


Pria lain di samping pria yang baru saja berbicara juga ikut berkata "Ya,, terlebih mereka juga meminta supaya CEO yang menjabat di perusahaan kita harus memiliki saham atas perusahaan. Jika begini keadaannya maka Tuan Hendrik tidak bisa lagi memimpin sebagai CEO.


Dia sudah menandatangani perjanjian dengan Hendrik bahwa jika pria itu mendapat saham dari ayahnya maka beberapa persen akan ditransfer padanya secara gratis.


Jadi, membantu Hendrik mendesak ayahnya untuk segera menulis surat wasiat sangatlah penting baginya.

__ADS_1


Dan ini adalah saat yang tepat.


Setelah 2 orang itu berbicara, yang lain pun mengikutinya karena Hendrik sudah membuat kesepakatan dengan semua orang.


Melihat kejadian itu, Hendrik tersenyum dalam hati sembari melihat ayahnya yang mulai memperlihatkan ekspresi tidak menyenangkan.


"Aku akan memikirkannya." Ucap Hans akhirnya berdiri lalu pria itu berjalan pergi dari ruang meeting.


Semua orang terdiam sampai pintu ruang meeting tertutup lalu satu persatu dari mereka melihat kearah Hendrik.


"Tuan Hendrik tenang saja, cepat atau lambat dia akan segera menyerahkan warisannya." Ucap salah seorang dewan direksi diikuti yang lain yang mulai menyanjung Hendrik.


"Terima kasih, beberapa dana akan saya bayar cash untuk kalian semua." Ucap Hendrik berdiri memperbaiki jasnya lalu pria itu ikut meninggalkan ruang meeting.

__ADS_1


'Tidak sia-sia semua uang yang ku kumpulkan di luar negeri, semuanya benar-benar berguna. Sebentar lagi pria itu akan memberikan seluruh sahamnya padaku lalu akan kuberikan pada semua tikus-tikus itu supaya dia melihat bagaimana namanya dicoret dari perusahaannya sendiri.' Pikir Hendrik.


Kebangkrutan untuk keluarga Gonedra semakin dekat!!


__ADS_2