Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁵⁵. Apakah ini ayah?


__ADS_3

Setelah menidurkan cucunya, Romi kembali ke lantai bawah menemui putrinya.


"Kenapa belum tidur? Bukannya besok ada kelas pagi?" Tanya Romi berjalan mendekati putrinya lalu pria itu duduk di samping Alana.


"Sebentar lagi Ayah," ucap Alana.


"Baiklah," kata Romi mengulurkan tangannya memperbaiki rambut Alana yang terlihat berantakan.


"Oh ya Ayah, pria kecil itu,,, dapatkah ayah mengembalikannya pada orang tuanya? Seharian ini dia selalu menggangguku, dia bahkan terus memanggilku Ibu meski aku sudah melarangnya. Mengesalkan sekali tahu! Memangnya dia pikir aku ini sudah sangat tua sampai akan memiliki anak seusia dia? Aku baru 20 tahun Ayah!!!" Alana menatap ayahnya dengan wajah menggerutu karena merasa kesal dengan keberadaan Agung di sekitarnya.


Mendengar ucapan putrinya, hati Romi seperti tersayat-sayat, putrinya sudah menderita selama 5 tahun.


Sejak Hendrik pergi ke luar negeri, Alana seolah tak mampu menerima apa yang terjadi pada dirinya, perempuan itu menghapus kenangan 5 tahun yang lalu dan mulai hidup dalam dunia yang ia ciptakan sendiri.


Perempuan itu tidak pernah ingat bagaimana dia dilecehkan dan tidak pernah ingat siapa itu Hendrik.


Alana hanya sering menyebutnya tetapi sepertinya perempuan itu hanya menyebutnya sekilas dan dia juga tidak tahu bahwa dirinya sering menyebut nama Hendrik.

__ADS_1


"Jangan begitu, orang tua Agung sangat sibuk jadi tidak ada yang bisa melihatnya." Kata Romi menahan diri.


"Hah,, orang tua macam apa yang menelantarkan anaknya seperti itu?! Sangat sibuk pada pekerjaan sampai melupakan anaknya sendiri, sekarang malah merepotkan orang lain untuk menjaganya!! Mereka pikir aku kurang kerjaan apa?!" Keluh Alana kembali melihat ke layar TV.


TV itu menayangkan siaran 5 tahun lalu. Perasaan Romi semakin berkecamuk.


'Putriku, seandainya kau tahu bahwa dia benar-benar anak kandung mu. Kasihan sekali cucuku dan putriku ini,,' Romi menghela nafas, dia benar-benar menyayangi Putri dan cucunya, tapi dia tidak tahu harus melakukan apa lagi supaya putrinya bisa sembuh.


Sudah banyak dokter yang didatangkan untuk menyembuhkan Alana, tetapi satupun dari mereka tidak ada yang berhasil. Jadi Romi hanya bisa mengikuti pikiran putrinya, membuat situasi di sekitar Alana seperti 5 tahun yang lalu sebelum mengenal Hendrik.


"Ayah, Akau akan pergi tidur, kelas onlineku besok pukul 8." Ucap Alana bangkit berdiri meninggalkan Romi yang menatapnya.


'Hendrik akan kembali, tapi apakah baik kalau aku mempertemukan mereka?' Romi menghela nafas.


Pria itu juga akhirnya kembali ke kamar dan memikirkan nasib putrinya.


Keesokan harinya Romi masih tertidur pulas ketika Agung memasuki kamarnya.

__ADS_1


"Kakek..!!" Agung berjalan ke ranjang kakeknya dan mengguncang-guncang tubuh kakeknya yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Uh,, kakek kebiasaan kalau dibangunin pasti tidak bangun!!" Kesal Agung yang sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi selalu disuruh membangunkan kakeknya tetapi pria tua itu sangat sulit untuk dibangunkan.


"Biarkan sajalah,, biarkan kakek bangun terlambat bangun dan terlambat ke kantor!" Kata Agung akhirnya merebahkan dirinya di samping Romi untuk kembali tidur di pagi hari itu.


Namun, ketika dia menyelipkan tangannya ke bawah bantal, pria kecil itu terkejut menyentuh beberapa kertas di bawa sana.


"Huh, apa ini?" Ucap Agung menarik kertas-kertas itu dari sana dan melihat seorang pria di dalam lembar foto itu.


"Hah,, siapa ini?" Aku memandangi foto pria itu dan beberapa saat kemudian dia Langsung melompat ke kakeknya.


"Kakek..!!!!!!" Teriaknya nya mengguncang tubuh Romi dengan sangat keras hingga pria itu terkejut membuka matanya.


"Kakek!! Ini siapa?!!" Apakah ini ayah??!" Tanya Agung memperlihatkan foto-foto di tangannya.


Karena Romi baru saja bangun, otaknya belum bisa memproses pertanyaan cucunya hingga pria itu menutup kembali matanya dan memijat keningnya yang terasa sakit.

__ADS_1


Agung yang melihat kakeknya kini terdiam tak mengatakan apapun segera menghela nafas dan menggerutu "Huh,, kakek ini ditanya malah diam..! Aku tanyakan saja pada ibu!" Kata Agung Langsung melompat dari tempat tidur meninggalkan kakeknya yang masih dalam keadaan linglung.



__ADS_2