
Setelah acara makan siang, semua orang membiarkan Alana dan Agung berduaan saja di dalam kamar sekaligus pria kecil itu hendak tidur siang ditemani oleh Alana.
Sementara Hendrik, Romi dan Bara berada di ruang tamu membicarakan masalah penyembuhan Alana.
"Dokter Bara,terima kasih sudah menyembuhkan putri saya. Jujur, sudah banyak sekali dokter-dokter berpengalaman yang saya datang kan untuk memeriksa putri saya, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menyembuhkannya. Saya sampai putus asa memikirkan putri saya karena sudah 5 tahun dan tidak ada perubahan sedikitpun." Ucap Romi dengan tulus berterima kasih pada Bara.
"Ya,, kalau Tuan ingin berterima kasih pada seseorang maka harusnya Tuan melakukannya pada Hendrik. Saya tidak akan berada di sini hari ini kalau bukan karena dia pernah menolong saya sewaktu saya berada dalam kondisi terpuruk. Apa yang saya lakukan hari ini karena balas budi saya terhadap Hendrik." Ucap Bara.
"Tidak ada yang perlu berterima kasih, tapi yang paling penting sekarang, bagaimana kondisi Alana? Apakah masih ada tindakan yang harus dilakukan pada nya supaya ingatannya yang masih terpotong bisa kembali lagi?" Tanya Hendrik.
Perempuan itu kini kembali ke 5 tahun silam dan tidak mengingat apa yang terjadi saat perempuan itu dalam keadaan sakit.
Tetapi untungnya Alana sudah bisa menerima kenyataan, terutama menerima Agung sebagai putranya.
Bara mengangguk, "Kita tidak bisa memburunya, melakukan dua kali terapi dalam waktu yang singkat bukan hal yang baik untuk pasien. Mari menunggu beberapa bulan lagi untuk melakukannya. Namun bisa jadi terapi ini pun tidak perlu dilakukan kalau Alana bisa mengingatnya secara perlahan, kalian bisa membantunya dengan menceritakannya. Mungkin bisa membantunya mengingatnya.
"Namun,, yang perlu kalian ingat bahwa selama 5 tahun dia sudah mengabaikan putranya, kalau dia mengingat apa saja hal buruk yang sudah ia lakukan pada putranya selama 4 tahun ini,, Dia mungkin akan merasa sangat bersalah dan,,, saya anjurkan sebaiknya dia tidak mengingatnya." Ucap Bara menjelaskan segala konsekuensi yang bisa dialami oleh Alana.
__ADS_1
"Benar,, Alana mungkin akan merasa sangat bersalah pada Agung. Sebaiknya tidak perlu diceritakan," ucap Romi langsung memutuskan.
Dia tidak mau sampai putrinya kembali menyalahkan dirinya sendiri!
Bara tersenyum, "Kalau begitu, tugasku di sini sudah selesai, aku harus kembali ke luar negeri karena ada 1 pasien juga yang menungguku di sana. Oya, sebelum pergi aku ucapkan selamat untukmu karena sekarang kau sudah bersatu dengan perempuan yang selama ini kau rindukan di luar negeri.
"Ternyata kau juga sudah memiliki seorang Putra yang imut di sini, kapan-kapan kalau ada waktu datanglah ke tempatku dan aku akan menjamu kalian dengan istimewa." Ucap Bara sembari berdiri merapikan jasnya.
"Baiklah,, kau boleh pergi, jangan lupa menghubungiku ketika kau sudah tiba di." Ucap Hendrik.
"Ok," jawab Bara lalu pria itu kembali naik ke lantai 2 menuju kamarnya untuk mengambil barang-barangnya.
Romi memandangi kepergian Bara, ucapan pria itu terngiang-ngiang di pikirannya bahwa ketika di luar negeri Hendrik terus memikirkan Alana.
'Hah,, sepertinya keputusanku 5 tahun yang lalu benar-benar salah,, aku menyiksa 3 orang sekaligus!!' ucap Romi dalam hati sembari menghela nafas panjang.
"Tuan Romi," tiba-tiba ucap Hendrick menarik perhatian Romi lalu menatap pria di depannya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanyanya.
"Masalah warisan itu--"
"Tidak perlu lagi, kau cukup berada di sisi putriku, aku sudah merasa tenang." Sela Romi.
Dia tidak mau kesalahannya di 5 tahun yang lalu kembali terulang sehingga melukai 3 orang sekaligus.
"Baiklah, tapi,, saya akan berusaha mendapatkan foto Alana, saya tidak bisa merasa tenang sampai foto-foto tersebut hilang dari tangan Hans." Ucap Hendrik.
Foto-foto Alana yang diambil oleh Hans adalah beban terberat dalam hidupnya, dia tidak bisa membiarkan perempuan itu kembali lagi terluka ketika dia dipermalukan oleh Hans.
"Ya, aku mempercayakan semuanya padamu, kalau kau perlu bantuan, kau bisa mengatakannya padaku." Ucap Romi.
"Saya mengerti, tapi satu hal yang harus dilakukan adalah kita harus menyembuhkan menyembunyikan Alana dari Hans." Ucap Hendrik.
"Itu pasti, Aku tidak akan membiarkan putriku menemui pria badjingan seperti dia!" Jawab Romi.
__ADS_1
Mendengar ucapan Romi, Hendrik semakin percaya diri dalam hatinya.
'Yang perlu kulakukan sekarang adalah mencari foto Alana dengan bantuan Patra.' ucap Hendrik dalam hati.