Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁴⁵. Ingin bertemu Alana


__ADS_3

Hendrik berjalan di area kampus ke sebuah kelas yang merupakan kelas Alana pada pagi itu.


Hendrix menarik perhatian dan jeritan para perempuan-perempuan yang terpesona akan pria itu.


'Pria tampan...!!!'


"Dari jurusan mana dia??!!"


"Oh,, aku langsung jatuh cinta dengan sikap angkuhnya... Wajah tampannya melukai hatiku..!!!"


Hendrik mengabaikan mereka semua dan terus melangkahkan kakinya yang panjang.


Belum saja Hendrik sampai di kelas Alana ketika Victor dan teman-temannya tiba-tiba datang menghadangnya.


"Hei,, pria tampan, apa kau anak baru di sini?" Victor dengan sok kenal sok dekat merangkul Hendrik dan memperlihatkan wajah berwibawa nya sebagai salah satu preman kampus yang sangat disegani.


"Aku harus ke kelas." Kata Hendrik dengan suara datarnya sembari terus melangkahkan kakinya membiarkan tangan Victor terus berada di pundaknya.


"Kalau begitu, kami akan menunjukkan jalannya. Kelas mana yang kau tuju?" Tanya Victor.


Dia harus bisa menarik pria itu ke dalam kelompok nya supaya di kelompoknya ada 1 pria tampan yang disegani agar banyak perempuan perempuan yang mendekati mereka.

__ADS_1


Perempuan-perempuan bodoh yang mau melakukan apapun demi pria tampan, termasuk mengeluarkan uang mereka dalam jumlah yang besar.


"Aku sudah sampai." Langsung kata Hendrik menghentikan langkahnya dan melihat ke sebuah kelas yang sedang berlangsung.


Ia memperhatikan semua yang berada di dalam kelas dan tidak mendapati Alana di sana.


"Oh,, kau di kelas ini,, tapi kau sudah terlambat,, dosen ini sangat galak dan tidak mentolerir mahasiswa yang terlambat. Bahkan jika tidak mengikuti kuliah nya sebanyak satu kali saja kemungkinan akan mendapat nilai yang sangat buruk! Jadi,, bagaimana kalau aku membantumu masuk kedalam kelas tapi kau harus berteman dengan kami?" Tanya Victor menatap Hendrik dengan penuh percaya diri.


Hendrik balas menatap pria itu dengan tatapan yang tidak mengandung emosi, "Aku tidak jadi mengikuti kelasnya." Ucapnya berbalik meninggalkan Victor dan kawan-kawannya.


'Alana tidak pernah terlambat masukkelas, mungkinkah dia tidak datang? Apakah dia jatuh sakit setelah peristiwa kemarin?' Hendrik melangkah sembari bertanya-tanya dalam hatinya.


"Hei,, kau mau kemana? Bagaimana kalau kau ikut bersama dengan kami untuk bersenang-senang?" Victor masih belum berhenti, ia terus berusaha membujuk pria itu.


"Aku mencari seseorang, Apakah kalian bisa membantuku?" Tanya Hendrik.


"Ya..! Kami pasti akan membantumu. Kami disini adalah penguasa kampus, jadi kami mengenal semua orang di sini. Siapa yang kau cari?" Tanya Victor.


Hendrik memandangi pria didepannya lalu berkata "Aku mencari Alana dan Hendrik."


Kedua nama itu langsung mengejutkan Victor dan teman-temannya. Untuk apa seorang pria tampan mencari dua orang menyebalkan itu?

__ADS_1


Yang satu perempuan barbar dengan temperamen yang buruk sementara yang lain pria culun dengan mental lemah.


Tidak berguna..!!


"Aku mengenal mereka, aku akan memberitahumu keadaan keberadaan mereka kalau kau mau bergabung bersama kami. Setiap hari kami berkumpul di gedung tua di belakang kampus. Kau pasti senang kalau--"


"Aku tidak suka pada pecandu narkoba seperti kalian, jadi,, bagaimana kalau sekarang kalian memberitahuku di mana Alana dan aku akan menahan diri untuk tidak melaporkan kalian ke pihak kampus?!" Ancam Hendrik mengejutkan Victor dan teman-temannya.


Dari mana pria baru ini mengetahui tentang narkoba yang mereka pakai?!


Tidak ada orang lain yang mengetahuinya selain Hendrik. Apakah pria itu...!!!


Dasar si culun brengsek...!!!


"Hei,, ayolah jangan bercanda, bagaimana mungkin kami--"


"Mau taruhan?" Hendrik bertanya sembari mengangkat sebelah alisnya membuat Victor yang mengulurkan tangannya untuk kembali merangkul Hendrik kini menggantung di udara.


Tidak menyangka dia yang awalnya berniat menjebak Hendrik masuk ke komplotannya, kini malah berbalik, merekalah yang terjebak!


Pasti karena si culun itu!!!!!

__ADS_1



__ADS_2