
Sesuai dengan perintah Hendrik maka di bangunan pinggiran ibukota Jaksel dan para timnya kini meregangkan punggung dan jari-jari tangan mereka lalu satu persatu duduk di depan komputer.
Mereka adalah para ahli yang bersiap untuk menyerang 3 perusahaan dalam waktu yang bersamaan.
Hal pertama yang mereka lakukan adalah diam-diam memasuki sistem keamanan pada perusahaan Wijaya group dan memanipulasi jaringan yang ada di perusahaan itu.
"Tim A!! Retas perusahaan luar negeri!" Perintah Jaksel pada tim a yang terdiri dari 5 orang lalu kelima orang tersebut segera menarikan jari mereka di atas keyboard.
Tik tik tik....
Suara keyboard beradu dengan kode-kode yang ditampilkan di layar hingga memperlihatkan aliran data yang sangat banyak dari perusahaan luar negeri ke perusahaan Wirawan.
"Tuan,, proses sudah 85%! Tersisa 1 menit Untuk 15% terakhir." Ucap salah satu orang yang menjadi ketua tim a.
Jaksel mengangguk puas lalu menoleh pada tim B, "Sekarang lakukan!"
Seperti yang dilakukan tim a, Tim b juga melakukan hal yang sama pada grup Gonedra di dalam negeri.
Kurang dari 10 menit seluruh data-data penting telah dicuri dan dipindahkan ke penyimpanan yang dimanipulasi sistem grup wijaya.
__ADS_1
"Tim C!! Melakukan serangan terakhir dan jual semua data-data itu ke pasar gelap. Jangan lupa memberi celah bagi peretas kelas menengah untuk mengetahui bahwa orang yang menjual data-data itu adalah grup Wirawan!!!" Perintah Jaksel.
"Baik," jawab semua tim C lalu mereka segera memulai penyerangan mereka.
Hanya dalam 30 menit seluruh data mengenai perusahaan di dalam dan di luar negeri kini bocor ke pasar gelap.
Hal yang tak kalah buruk ialah klub yang didirikan keluarga gonedra di luar negeri juga dilakukan petasan.
Klub yang merupakan klub judi terbesar di luar negeri memberikan permainan judi online yang digunakan lebih dari 100 juta pengguna.
Biasanya persentase kemenangan berbanding 30:70.
Siapa pun yang bertaruh otomatis menang!!!
Dari total 100 juta pengguna, saat itu ada sekitar 80 juta yang online dan melakukan perjudian secara online.
"Sial!! Aku menang!!" Seorang pria berteriak keras ketika dia memenangkan 10 juta dalam satu kali putaran.
Teriakan pria itu di ikuti oleh banyaknya orang yang sedang menggunakan aplikasi itu sehingga ledakan yang tiba-tiba itu membuat kerugian yang sangat besar untuk grup gonedra.
__ADS_1
80 juta orang menang dalam satu kali putaran, di mana setidaknya setiap orang rata-rata memenangkan 500 ribu hingga kerugian di menit pertama peretasan mencapai 40 miliar rupiah.
Saat itu seluruh orang yang menjadi teknisi klub gonedra langsung menyadarinya, tetapi terlambat karena semua orang bersemangat memasang taruhan dalam jumlah yang besar hingga ledakan kerugian tak bisa dihentikan!!!
Kemenangan 100% untuk setiap orang yang bertarung,,, hanya dalam sekejap orang yang menggunakan judi online tersebut meningkat menjadi 200 juta pengguna.
Manajer yang menangani klub perjudian tersebut merasa kepalanya ingin pecah saat melihat aliran dana yang mengalir deras melebihi batas mereka.
"Sial!! Cepat hentikan sekarang juga!!! Tutup semua aplikasi!!!" Teriak sang manajer dengan suara yang keras saat melihat tumpukan utang yang mereka tanggung.
"Sial!! Kami tidak bisa melakukannya, kita sedang diretas!!!" Teriak salah satu teknisi yang kini keringat dingin menggerakkan jarinya di atas keyboard.
"Badjigan!!! Aku akan membunuhmu dan seluruh keluargamu kalau kau tidak bisa mengatasinya sekarang juga!!!" Teriak sang manajer merasa sangat frustasi.
Hari apa yang membuatnya begitu sial hingga diretas sampai mengalami kerugian yang bisa menjual seluruh perusahaan milik keluarga gonedra di luar negeri?!!
"Tuan, kami masih tidak bisa melakukannya!! Mereka menggunakan kode yang rumit yang tidak bisa kami tembus!!" Kepanikan melanda ruangan kontrol.
Sang manajer dengan panik menghubungi perusahaan utama, tetapi tidak ada yang mengangkat teleponnya karena disana pun kekacauan sedang terjadi karena mereka juga sedang berurusan dengan Jaksel dan timnya yang terus melakukan serangan untuk mencuri data.
__ADS_1
Hari itu, seluruh perusahaan yang dibangun atas nama keluarga Gonedra diretas secara bersamaan sehingga tidak ada satupun yang bisa saling tolong-menolong antar perusahaan tersebut.