Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹¹⁹. Pelukan dari Alana


__ADS_3

"Apa katamu??" Alana mengepal erat tangannya,,, Alana Xionir mengingkari janji?!!! Tidak bisa dibiarkan!


"Apakah mengingkari janji itu perbuatan yang buruk?" Tanya Agung ketika Hendrik hendak menjawab ucapan Alana.


"Hm, ya,, orang yang mengingkari janji adalah orang yang paling buruk di dunia ini," jawab Hendrik semakin membuat Alana melototkan matanya dan nafasnya memburu tak karuan.


Dikatai sebagai orang paling buruk di dunia?


Alana sionir bukan orang seperti itu!!!


"Hei!! Aku tidak akan mengingkari janjiku!! Jadi jangan harap kalian bisa menyebutku sebagai orang yang paling buruk di dunia ini!!!" Kata Alana membuat dua orang yang saling berpandangan kini menatap ke arah Alana.


"Jadi ibu mau berpelukan dengan ku?" Tanya Agung kini tersenyum kegirangan.


'Sial!! Aku masuk dalam perangkap mereka!!' Alana menggerutu pada dirinya sendiri tetapi melihat Hendrik yang menatapnya dengan tatapan aneh,,,, tidak mungkin dia mau disebut sebagai orang yang paling buruk di dunia!!


Memalukan sekali!!!

__ADS_1


"Mmmh,, hanya berpelukan sebentar saja, kemarilah,," kata Alana dengan enggan mengeluarkan tangannya pada Agung.


"Ibu!!!" Seru Agung turun dari pangkuan Hendrik lalu pria kecil itu berlari pada Alana.


Agung belum tiba pada Alana ketika dia menghentikan langkah kecilnya melihat perempuan itu masih berdiri dengan tegak.


"Ada apa?" Tanya Alana yang merasa heran, apakah pria kecil di depannya ini berubah pikiran?


Tiba-tiba tidak mau berpelukan dengannya? Bagus sekali!!!


"Kalau ibu berdiri seperti itu, aku tidak bisa memeluk ibu dengan erat. Ibu harus sedikit berjongkok,," ucap Agung masih dengan mata berbinar-binar nya membuat Alana menjadi semakin kesal.


Alana segera berjongkok.


'Hanya sebentar saja, ini masih jauh lebih baik daripada dikatai sebagai orang paling buruk di dunia ini!!' pikir Alana dalam hati mengeluarkan tangannya sebagai tanda agar Agung mendekat.


Melihat ibunya yang siap untuk memeluknya,, Agung tak bisa lagi menghentikan langkah kakinya dan segera berlari memeluk perempuan itu dengan erat.

__ADS_1


"Ibu,, aku mencintai Ibu selamanya!!!" Seru Agung dalam pelukan Alana, ia merasa sangat senang karena ini adalah pertama kalinya dia berpelukan dengan ibunya.


Alana merasa sangat aneh dengan pelukan pria kecil itu, tangannya menggantung di udara sebab dia masih enggan untuk memeluk pria kecil itu.


"Kau harus memeuknya dengan tulus," tiba-tiba kata Hendrik membuat Alana mengangkat wajahnya menatap pria itu.


Tatapan aneh yang tadi ditunjukkan Hendrik kini berganti menjadi sebuah senyum hangat.


'Ada apa dengan pria itu?' Alana bertanya-tanya dalam hati, tetapi tangannya dengan segera balas memeluk Agung.


"Waktumu hanya sebentar, aku tidak suka berpelukan dengan orang asing." Ucap Alana.


"Hm,," jawab Agung memejamkan matanya menikmati pelukan pertamanya dengan ibunya.


Beberapa menit berpelukan, tiba-tiba Alana merasa tenang dan teduh memeluk pria kecil itu, jadi dia sudah lupa untuk mengingatkan Agung supaya mereka menghentikan pelukan mereka.


Dari tempatnya, Hendrik memperhatikan anak dan ibu yang sedang berpelukan itu, perasaan hangat dan senang bercampur rasa penyesalan dan sakit hati memenuhi dirinya hingga pria itu tidak tahu harus berekspresi apa.

__ADS_1


'Aku merasa senang karena mereka akhirnya bisa berpelukan, tetapi mengingat ini adalah pelukan pertama mereka,,,, hah,, waktu 4 tahun itu,,,, putraku,,,," Hendrik merasa bersalah pada keduanya.


__ADS_2