
Setelah 2 minggu berlalu, akhirnya persiapan pernikahan kejutan untuk Alana telah selesai.
Hendrik merasa sangat senang ketika dia keluar dari hotel melihat acara persiapan pernikahannya yang akan digelar dalam dua hari lagi.
Saat Hendrik tiba di depan meja resepsionis, ponsel pria itu tiba-tiba berdering, jadi Hendrik melihat ponselnya.
Romi calling.
Hendrik langsung mengangkat panggilan itu dan mendekatkan benda pipih miliknya ke arah telinganya.
"Halo Ayah," ucap Hendrik pada orang di seberang telpon.
"Bagaimana persiapan pernikahanmu dengan Alana? Kau bilang pernikahannya akan digelar dalam dua hari lagi, Apakah kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Romi dari seberang telepon Di mana pria itu sedang berkendara menuju villa milik Hendrik untuk bertemu dengan Putri dan cucunya.
"Ya, semua persiapan telah selesai dan sekarang aku hanya membutuhkan bantuan Ayah untuk mengajak Alana tinggal di rumah Ayah dan aku bersama Agung akan memberinya kejutan di hari H nya." Ucap Hendrik langsung membuat Romi mengangguk-angguk.
"Itu masalah kecil, Kalau begitu Ayah akan membujuk Alana." Kata Romi lalu kedua orang itu berbasa-basi sebentar sebelum mengakhiri panggilan telepon mereka.
Baru saja Hendrik menurunkan teleponnya dari telinganya ketika sebuah suara yang familiar sebagai suara menyebalkan tiba-tiba terdengar di telinganya.
"Hendrik!!" Teriak Sheila yang muncul bersama ayahnya.
Perempuan itu merasa sangat senang, karena sudah berminggu-minggu dia berusaha mencari cara untuk bertemu dengan Hendrik, tapi tak pernah bisa menemukan pria itu.
Untunglah hari ini Ayahnya memiliki sebuah acara di hotel ini makanya dia memaksa ikut karena terakhir kali dia bertemu Hendrik di hotel ini.
Dan ternyata, dugaannya benar, karena sekarang dia melihat pria itu!!
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Sheila ketika dirinya sudah lebih dekat dengan Hendrik.
Tentu saja Hendrik tidak menjawab pertanyaan perempuan itu, dia hanya mengangkat wajahnya menatap Juan yang mendekat ke arahnya.
Pria itu tampak meniti Hendrik dari ujung kaki sampai ujung kepala.
'Hm,, dia memang memakai barang-barang branded keluaran terbaru. Tapi aku sudah menyelidiki semuanya dan dia tidak memiliki hubungan dengan perempuan manapun, juga perusahaannya sudah benar-benar bangkrut. Tidak ada aliran dana yang dikeluarkan atas namanya juga, Jadi bagaimana bisa pria itu memiliki sejumlah uang?' pikir Romi yang sudah menyelidiki penggunaan kartu kredit Hendrik.
Namun karena kartu kredit itu adalah kartu kredit dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi, maka dia tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang siapa sebenarnya yang memiliki kartu kredit itu.
Intinya, selama dua Minggu penyelidikannya, Juan tidak mendapat informasi apapun mengenai Hendrik!!!
__ADS_1
"Maaf, bisakah kalian minggir dari jalanku?" Ucap Hendrik menatap dua orang yang kini menghalangi jalannya untuk meninggalkan hotel.
"Hendrik, aku ini calon istrimu. Jadi bagaimana bisa kau memperlakukanku dan ayahku seperti itu?" Sheila bertanya dengan raut wajah yang senduh menatap Hendrik.
"Hendrik, aku dengar kau menggunakan sebuah kartu kredit Black royal master untuk berbelanja di toko perhiasan? Apakah kartu itu benar-benar milikmu?" Tanya Juan.
Hendrik tersenyum kecil, pria itu memasukkan tangannya ke saku celananya lalu berkata, "Apakah menurut anda saya adalah orang yang suka memamerkan milik orang lain pada orang-orang?"
"Hei kenapa kau berpikir seperti itu? Ayahku tidak bermaksud seperti itu karena dia hanya berbasa-basi saja sebab tidak ada obrolan untuk memulai percakapan kita. Oya, tapi apa yang kau lakukan di sini?" Kembali tanya Sheila.
Hendrik mengerutkan keningnya melihat perempuan yang sudah dua kali menanyakan pertanyaan yang sama.
"Apakah kau pikir kau adalah orang tuaku hingga apapun yang kulakukan harus ku laporkan padamu? Hah,,, Aku memiliki sesuatu yang buru-buru untuk diurus Jadi kalian nikmati Hari kalian." Ucap Hendrik segera berjalan meninggalkan dua orang yang masih memandanginya.
"Hah... Ini semua salah ayah!!" Gerutu Sheila dengan kesal memandang kepergian Hendrik yang semakin menjauh dari mereka tanpa sedikitpun niat pria itu untuk kembali menoleh ke arah mereka.
Sementara Juan, pria itu hanya menghela nafas lalu berbalik menata resepsionis hotel.
"Pria yang tadi, ada urusan apa dia berada di hotel ini?" Tanya Juan pada sang resepsionis hotel diikuti Sheila yang kini menatap resepsionis dengan harapan bisa mendapatkan informasi yang memuaskan.
Tetapi karena Hendrik sudah berbicara dengan manajer hotel maka kedua orang itu hanya bisa tercengang saat mendengar jawaban resepsionis hotel.
"Mengantar tamu? Maksudnya bagaimana?" Sheila bertanya karena dia tidak mengerti maksud resepsionis itu.
Sang resepsionis mengangguk, "Ya, kalian tahu orang-orang yang bekerja sebagai penjemput tamu-tamu penting di bandara ataupun melakukan ses--"
"Apa?!!!" Sheila langsung bertanya dengan kencang.
"Bagai--bagaimana bisa?!!" Tanya Sheila tak percaya.
Yang resepsionis kembali menganggukan kepalanya lalu berkata, "Ya, dia adalah pekerja paruh waktu yang bisa dipanggil untuk--".
"Jangan bilang dia juga bisa dipanggil untuk membeli sesuatu menggunakan kartu kredit orang yang menyuruhnya?" Tanya Sheila teringat akan kejadian di mana Hendrik membeli sebuah barang yang sangat mahal.
"Ya, kira-kira seperti itu. Tapi transaksi mereka dirahasiakan karena biasanya orang-orang yang memperkerjakannya adalah orang-orang kaya, makanya dia juga menggunakan pakaian yang serba mahal." Ucap resepsionis membuat Sheila hampir saja mati berdiri.
Selama dua minggu dia terus memikirkan Hendrik dan terus memikirkan cara untuk berjumpa dengan pria itu agar dia bisa menjadi istri Hendrik.
Tapi ternyata, apa yang dipikirkannya selama 2 minggu itu adalah kesia-siaan yang telah menyita banyak waktu dan pikirannya!!
__ADS_1
Sementara Juan yang berdiri di samping putrinya, pria itu sudah memperkirakannya jadi pria itu berkata pada sang resepsionis, "Aku ingin memesan Hendrik, dapatkah kau memberitahuku Bagaimana caranya?"
Sang resepsionis mengangguk lalu dia memberikan sebuah formulir pada Juan.
Juan tersenyum mengambil formulir itu, 'Lihat Hendrik, aku akan mempermalukanmu sampai kau tidak bisa lagi mengangkat wajahmu saat bertemu denganku!!' pikir Juan mengambil pulpen untuk mengisi formulir itu.
Sheila yang berada di samping Juan langsung bertanya, "Apa yang Ayah lakukan? Mengapa tiba-tiba ingin menyewa Hendrik?"
Juan menghentikan gerakan tangannya yang hendak mengisi formulir lalu pria itu melihat putrinya, "Bukankah kau ingin balas dendam pada Hendrik karena dia sudah menipumu?" Tanya Juan pada putrinya.
"Ah,, aku mengerti maksud ayah. Kalau begitu cepat isi formulirnya!!" Ucap Sheila begitu bersemangat.
Jika dia bisa menyewa Hendrik maka apapun yang ia perintahkan pada pria itu harus diikuti oleh Hendrik.
Juan mengangguk lalu pria itu hendak mengisi formulirnya Ketika sang resepsionis kemudian berkata, "Sebaiknya Tuan baca dulu persyaratannya. Saya takut kalau Tuan tidak bisa memenuhi seluruh persyaratannya hingga--"
"Kau pikir aku tidak bisa membayarnya?" Tanya Juan kini mengangkat kepalanya menatap tajam pada sang resepsionis.
Tetapi karena resepsionis itu sudah mendapat pelatihan maka Sang resepsionis langsung tersenyum dan berkata, "Baiklah Tuan, Saya yakin biaya 1 miliar tidak akan terlalu berat untuk tuan." Ucap resepsionis itu membuat Alana yang memekik.
"Apa?!! 1 milyar?!!" Tanya Alana pada sangat resepsionis dengan mata membelalak dan wajah yang benar-benar tidak dapat mempercayai jumlah yang baru saja dikatakan oleh sang resepsionis.
Resepsionis mengangguk, "Benar, Jendrik hanya bisa dipesan oleh satu orang dalam satu bulan dan dia akan melayani orang tersebut selama satu bulan full. Biaya sewa serta biaya tanggungan dan lain-lainnya jika digabungkan maka mencapai 1 miliar dalam satu bulan.
"Juga, kalian tidak akan bisa memakai jasanya dalam 1 tahun 2 bulan kedepan karena dia sudah memiliki jadwal untuk waktu panjang itu." Jelas Sang resepsionis membuat Juan dan Sheila terdiam tak percaya dengan kenyataan yang mereka hadapi.
Orang kaya mana yang akan memesan seorang pria dengan biaya 1 miliar per bulan dan terlebih ini terdapat 12 orang yang sudah mengantri untuk pria itu?!!
Bahkan jika mereka mau menghabiskan uang 1 miliar hanya untuk mempermalukan Hendrik selama 1 bulan maka mereka harus menunggu 1 tahun lebih baru mereka bisa melakukannya!!
Akhirnya, Juan menggelengkan kepalanya lalu mengembalikan formulir itu pada sang resepsionis, "Satu tahun lebih terlalu lama. Jadi aku membatalkannya." Ucap Juan lalu pria itu menarik putrinya yang masih terbengong di tempatnya.
Begitu dua orang itu pergi, sang resepsionis yang baru saja mengerjai dua orang itu langsung terduduk dan tertawa bersama teman-temannya di meja tersebut.
"Kau benar-benar hebat bisa mengibuli mereka? Aktingmu tadi luar hebat!!"
"Ha ha ha.. itu bukanlah apa-apa. Tapi aku yakin mereka berdua akan sangat terkejut jika mengetahui kita hanya mengerjainya, dan apalagi jika mereka tahu bahwa Tuan Hendrik adalah pemilik hotel ini."
"Ha ha ha... Kau benar... Dasar orang-orang bodoh!!"
__ADS_1