
"Ah,, Jadi kau benar-benar tidak memiliki nyali ya... Sayang sekali. Ayahku akan menyesal mengangkatmu menjadi pemimpin Black kalau dia mengetahui hal ini." Ucap Hendrik tersenyum memprovokasi pria di depannya.
X mengatup erat giginya melihat pria di depannya, Ini pertama kalinya seseorang menantangnya, dan orang itu adalah orang yang tidak berguna yang sudah dibuang oleh ayahnya sendiri.
"Heh,, Sepertinya kau benar-benar merasa bisa bersembunyi dariku? Kalau begitu mari kita coba, aku memberi waktu 15 menit untuk keluar dari sini!! Setelah 15 menit aku akan meninggalkan ruangan ini mencarimu, dan setelah itu aku akan mengulitimu tanpa membunuhmu!!" Ucap X yang merasa bahwa kali ini Hendrik sudah memberinya tantangan yang amat konyol.
"Heh,, baiklah,, tapi aku tidak butuh 15 menit, aku hanya perlu 5 menit. Bagaimana menurutmu?" Tanya Hendrik.
X tertawa, "Ha ha ha... Jangan membuat dirimu terlihat konyol, aku memberimu 15 menit terakhir untukmu menikmati hidup, dan sekarang kau memotong 10 menitnya? Tapi baiklah,, sesuai keinginanmu!" Ucap X.
Tersenyum, Hendrik berdiri merapikan jasnya lalu pria itu berjalan pergi dari ruangan X menaiki lift lalu meninggalkan gedung.
X memperhatikan kepergian Hendrik dan melihat pada bawahannya.
"Tunjukkan posisi alat pelacaknya." Ucap X diikuti sang bawahan memperlihatkan deteksi alat pelacak yang diletakkan di tubuh Hendrik ketika pria itu sedang digeledah.
"Ha ha!! Dia menaiki mobil meninggalkan tempat ini??" X tertawa mengejek, "Siapkan helikopter dan senjata untukku. Akan kulihat bagaimana pria itu masih begitu sombong saat aku mengululiti kulitnya satu persatu. " Ucap X penuh percaya diri.
"Baik Tuan," jawab sang bawahan lalu pria itu segera melakukan apa yang diperintahkan oleh X.
__ADS_1
Sementara itu, Hendrik sudah berada dalam mobil bersama Dirga.
"Tuan benar-benar hebat bisa menipu pria itu untuk keluar dari persembunyiannya, padahal seluruh bangunan di sekitar tempat itu telah kita kuasai. Sedikit saja dia keluar orang-orang kita akan langsung menyergapnya!!!" Ucap Dirga begitu terkagum-kagum dengan Hendrik.
Saat ini mereka melewati rute di mana tempat itu sudah menjadi wilayah kekuasaan mereka karena setiap meter di tempat itu terdapat orang-orang mereka yang mengawasi, baik dari atas gedung maupun yang di dalam gedung dan pinggir jalan menyamar sebagai pejalan kaki.
"Jika aku jadi dia, aku juga akan menerima tawaran itu apalagi waktu yang diberikan hanya beberapa menit. Tapi dia benar-benar bodoh karena sudah masuk di dalam jebakan kita!" Ucap Hendrik tersenyum.
X sudah meragukan kemampuannya, padahal pria itu tak tahu saja bahwa dia sudah menyiapkan ini untuk membunuh pria itu.
"Tuan benar-benar hebat!!" Kata Dirga sembari melirik jam di tangannya dan tersisa 30 detik lagi sebelum waktu yang mereka sepakati.
Helikopter yang berada di atas gedung kini terangkat perlahan-lahan.
Orang-orang yang disiapkan Hendrik memantau helikopter tersebut Lalu helikopter itu menyusuri jalanan yang dilalui Hendrik.
Selain helikopter, puluhan mobil juga berjalan di bawah helikopter itu.
Waldo yang memonitor langsung menggunakan talkie walkie nya memberi perintah.
__ADS_1
"Target kita sudah keluar, Tim 7 bersiap di tempat dan tembak helikopter itu sampai jatuh! Tim 1 sampai 6 mengepung gedung tersembunyian X dan yang lainnya mengurus mobil-mobil yang melaju di jalanan." Perintah Waldo.
"Tim 7 siap!!" Jawab seseorang dari sana Lalu Tim 7 yang berada tak jauh dari mobil Hendrik yang melaju mengamati helikopter yang mendekat ke arah mereka.
Pemimpin tim 7 mengarahkan anggotanya dengan kode jari.
1, 2, 3! Tembak!!!
Dor dor dor!!!
Tim 7 yang terdiri dari 30 orang serentak melakukan tembakan pada helikopter yang bergerak di udara.
Drrrrrrrrrrrrr drrrrrrr drrr.....
Rentetan senjata mengejutkan X yang sedang tersenyum mengamati mobil yang semakin dekat dengan mereka.
"Siala!! Ini jebakan!! Terbang lebih tinggi!!" Perintahnya pada sang pilot, tetapi sudah terlambat karena beberapa peluru sudah menembus mesin helikopter hingga helikopter itu menjadi hilang kendali.
"Kendalikan dengan benar!!!" Teriak x pada pilotnya, tetapi baru saja dia selesai berteriak ketika pilot itu sudah tertembak di bagian kepala hingga pilot tersebut melemas di tempatnya.
__ADS_1
X menggerakkan giginya lalu dia ke depan untuk mengambil alih, tetapi belum sempat dia mengambil alih, helikopter itu telah meledak di udara karena kebocoran bahan bakar.