Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹⁵⁵. Fungsi uang tunai


__ADS_3

Setelah mengusir seluruh pengacara, Hendrik naik ke lantai dua menyusul Alana dan Agung ketika Romi tiba-tiba memasuki villanya.


"Hendrik," kata Romi memanggil Hendrik yang hendak naik ke lantai dua.


Berbalik menatap Roni, Hendrik mendekati pria yang sudah berjalan ke arah sofa, "Ada apa?" Tanyanya sembari meletakkan bokongnya di salah satu sofa tunggal.


Romi menatap Hendrik dengan tatapan kagum nya karena dia sungguh terkejut dengan rencana yang dilakukan oleh pria itu, "Aku sudah mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan keluarga Gonedra. Tapi, ada hal yang membuatku bingung, Bukankah Hans memiliki pasukan bawah tanah yang besar? Mengapa dia tidak menyerahkan pasukan itu untuk menangani masalahnya?" Tanya Romi yang penasaran.


Hendrik tersenyum pada Romi, Hendrik menjawab, "itu karena pria itu menggali lubang untuk dirinya sendiri. Saat ini dia jatuh,m koma dan sebelum aku menyerang perusahaannya dia melakukan rapat internal dengan Black.


"Ia memerintahkan bahwa sebelum dia meninggal tidak ada satupun orang yang bisa memerintah Black. Jadi,, saat ini Black bahkan tidak akan berbuat apapun meski pria itu di bunuh oleh seseorang." Kata Hendrik.


Romi sangat terkejut, hal itu sangat menguntungkan nya.


"Aku mengerti," jawab Romi menganggukan kepalanya.


"Apakah Tuan mau melakukan sesuatu?" Tanya Hendrik yang bisa membaca wajah pria di depannya, pria itu jelas memikirkan sesuatu untuk Hans.


"Ya,, aku akan membuat ayahmu tidak akan bisa bangkit lagi setelah dia sadar dari komanya." Ucap Romi segera berdiri untuk kembali ke kediaman nya.

__ADS_1


Hendrik mengikuti Romi yang berjalan keluar, "Apa yang akan Tuan lakukan?" Tanyanya.


Romi menghentikan langkahnya lalu menatap Hendrik yang berdiri di depannya, "Karena saat ini Black tidak akan mendapat perintah apapun maka aku bisa memanfaatkan untuk merebut seluruh patner bisnisnya.


"Beberapa hari ini aku juga memikirkan kalau memenggal kepala pria itu akan membuatnya mati dengan tenang, tapi jika aku menghancurkan seluruh miliknya dan membuatnya berakhir menjadi gelandangan,, Sepertinya itu hukuman yang tepat untuknya." Ucap Romi mengejutkan Hendrik.


Pria didepannya ini ternyata memiliki pemikiran yang sama dengannya.


"Kalau begitu, Aku tidak akan menghalangi Tuan lagi." Ucap Hendrik lalu membiarkan Romi pergi.


Setelah Romi pergi, Dirga kembali menghampiri Hendrik, "Tuan,," katanya agak ragu.


"Ini, mata-mata kita yang ada di kediaman Hans baru saja mengatakan bahwa Tuan Hans mulai menunjukkan tanda-tanda kesembuhan." Ucap Dirga dengan cemas.


Hendrik tetap tenang, "Begitu ya," jawabnya dengan singkat.


Dia ingin melihat Bagaimana pria itu sangat terkejut melihat seluruh usahanya telah hancur sekarang hanya tersisa Black yang bertahan di tangannya.


Tapi, meskipun sekarang Black bertindak maka sudah terlambat untuk melakukan semuanya karena kerugian sudah mencapai titik yang tak bisa lagi dikembalikan.

__ADS_1


"Tuan tidak cemas?" Tanya Dirga.


Selain memiliki sumber daya berupa materi, Black juga memiliki sumber daya berupa tentara yang siap mati untuk Hans.


Yang dia takutkan adalah jika Hans memerintahkan para tentara miliknya untuk menyerang Hendrik, bagaimana nasibnya?


"Apa yang dicemaskan, dia akan bangun dan mengetahui calon besan yang selama ini ia banggakan ternyata menjadi dalang dibalik kehancurannya. Bukankah menyenangkan melihat mereka berperang?" Ucap Hendrik sambil tersenyum.


Dirga masih tampak cemas, "Tapi tuan,, mengenai pengalihan saham yang Tuan lakukan, Bukankah itu juga akan membuat Hans mencurigai Tuan?" Tanya Dirga.


"Masalah itu, Kau pikir untuk apa seluruh uang tunai yang kita berikan pada para direksi itu?" Tanya Hendrik kini menatap Dirga untuk menunggu pria itu menjawabnya.


Tetapi Dirga, dia sama sekali tidak mengerti jadi pria itu berkata, "Saya tidak mengerti."


Hendrik menghela nafas, "Aku pikir kau sudah jauh lebih berkembang, tapi ternyata kau masih lambat memahami situasi. Uang tunai itu akan kita putar balik kan menjadi uang tunai yang diberikan dewan direksi pada kita sebagai uang untuk mengganti seluruh saham yang kita berikan pada mereka.


"Tapi kita membuatnya seolah-olah bahwa kita tidak menerima uang tersebut dan mengembalikannya pada mereka. Hans tidak akan curiga lagi," ucap Hendrik.


Di tempatnya, Dirga tercengang dengan pemikiran Hendrik.

__ADS_1


Pantas saja mereka menggunakan uang tunai yang sudah lama disimpan!!! Ternyata uang itu,,, sungguh cerdik!!


__ADS_2