Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹²². Tahun 2022


__ADS_3

Tuk!


Jari Alana menekan tombol on pada remot.


Layar TV berukuran 42 inchi yang semula gelap berkedip menampilkan gambar.


Seorang perempuan yang merupakan pembawa acara berdiri di layar TV membacakan perkiraan cuaca.


"Perkiraan cuaca pada hari ini tanggal 7 Mei 2022 di ibu kota yaitu sebagian besar berawan dengan suhu 28 derajat Celcius. Sementara di kota BLA BLA BLA..." Perempuan di layar TV terus berbicara membacakan cuaca di kota-kota lain.


Sementara Alana yang mendengarnya, perempuan itu mematung di tempatnya dengan tangan masih memegang remote TV.


'Apa katanya? 2022?' kata 2022 terus terngiang-ngiang di telinga Alana membuat perempuan itu lama-kelamaan merasa sesak tak percaya.


'Ada apa ini.? Mengapa tanggal yang dikatakan orang di TV ini berbeda?' dengan tangan gemetar nya Alana menekan remot TV mengubah siaran-siaran TV itu dan dia terkejut melihat siaran TV yang sangat berbeda dari yang biasa ia tonton.


"Ada apa ini??" Alana gemetaran memegang remotenya lalu berdiri melihat rumah tersebut.


Tatapannya tak sengaja tertuju pada sebuah kalender yang diletakkan di atas meja. Perempuan itu berjalan kearah meja memegang kalender yang ada di depannya.


'2022? Apa ini? Bukankah sekarang harusnya masih 2018...?' Alana memegang kalender itu dan membolak-baliknya.

__ADS_1


Alana kemudian melepaskan kacamatanya lalu menatap dengan jelas tanggal tanggal yang tertera di sana.


Beberapa tanggal di beri lingkar berwarna merah lalu keterangan kegiatannya.


"Bagaimana bisa begini???" Alana menjatuhkan kalender itu ke lantai sehingga menimbulkan suara yang membuat Agung berlari dari dapur.


"Ada apa Bu?" Tanya Agung menghampiri Alana dan melototkan matanya saat melihat kalender yang terjatuh di dekat kaki Alana.


"Ibu,," wajah Agung menjadi panik saat melihat mata Alana yang tampak tak fokus.


Alana melihat pria kecil di depannya lalu melihat layar TV yang masih menyala di dekat mereka.


"Acara yang kita tunggu-tunggu pada hari ini tanggal 7 Mei 2022 akhirnya,,,, dimulai!!!!!" Layar TV menampilkan seorang aktris favorit Alana berjalan di atas panggung.


"Halo, perkenalkan nama saya Bella Amanta,, senang bertemu kalian," ucap perempuan itu dengan layar TV bagian bawah memperlihatkan identitas perempuan yang berbicara.


BELLA AMANTA (23 TAHUN)


"Ng!!" Alana memegangi kepalanya yang terasa berdenyut lalu beberapa detik kemudian perempuan itu tak bisa lagi menopang tubuhnya yang begitu lemas.


Bruk!!

__ADS_1


Alana jatuh pingsan.


"Ibu!!!" Langsung teriak Agung berjongkok di hadapan ibunya menggoyangkan bahwa perempuan itu.


Mendengar teriakan Agung, Hendrik yang sedang memasak di dapur langsung berlari menghampiri dua orang itu.


"Apa yang terjadi?" Tanya Hendrik melihat Agung yang telah menangis di samping ibunya.


"Ibu,," Isak Agung langsung menyingkir memberi ruang bagi Hendrik lalu pria itu membopong Alana ke kamarnya.


Sembari menangis, Agung mengikuti Hendrik yang membawa Alana ke lantai 2.


"Ibu,," Agung tak berhenti menangis, pria kecil itu naik ke ranjang memegangi tangan Alana.


"Jaga ibumu,," kata Hendrik berlari mencari ponselnya lalu menelepon dokter yang seharusnya sudah tiba hari ini.


"Hendrik," jawab dokter dari seberang telepon.


"Kau dimana? Cepat ke villaku sekarang!!!" Terima Hendrik pada pria di seberang telpon.


"Ahh, Aku baru saja tiba di Villa, sekarang sedang turun dari mobil."

__ADS_1


"Cepat naik ke lantai dua!!" Kata Hendrik dengan suara penuh penekanan sembari berjalan menuju tangga untuk menyambut kedatangan dokter yang akan menangani Alana.


__ADS_2