
"Huh!! Kau ini memang tidak pantas menjadi Ayahku, kau bahkan tidak tahu nama anakmu sendiri!!" Jawab Agung dengan suara judesnya.
Hal itu membuat Hendrik terpaku di tempatnya, dia sudah memiliki seorang putra, putranya sudah berusia 4 tahun dan dia tidak mengetahui namanya!!
"Maafkan ayah, tapi ini--"
"Huh!! Baru sekarang minta maafnya, empat tahun itu ke mana saja?! Apa kau tahu apa yang sudah terjadi pada ibuku?!! Dia sakit gara-gara kau!!" Ucap Agung membuat Hendrik langsung memucat di tempatnya.
Alana sakit!!
"Sakit?! Sakit apa?" Tanya Hendrik dengan nafas tersengal.
Penyesalan apalagi yang lebih parah dari yang sedang ia rasakan saat ini?!!!
"Untuk apa menanyakannya? Apa kau cemas? Tapi itu tidak mungkin, kalau kau mencemaskan ibuku, kau tidak akan meninggalkan kami selama bertahun-tahun. Iya 'kan Tuan Hendrik?!" Agung berkata sembari memperlihatkan wajah menantangnya pada Hendrik.
Seketika itu juga keyakinannya bahwa Agung adalah anaknya semakin bertambah dalam hati Hendrik karena pria kecil itu sangatlah pintar dan sangat mirip seperti Alana.
Dia juga tidak pernah mengatakan namanya pada pria kecil itu, tapi pria kecil itu bisa mengetahui namanya.
"Ibumu ada di rumah itu?" Tanya Hendrik sembari menunjuk ke arah Villa yang ada di belakang Agung.
__ADS_1
"Iyalah!! Memangnya dimana lagi?!! Tapi,, kau kau tinggal di villa itu?" Agung kembali bertanya sembari menunjuk Villa milik Hendrik.
"Ya, aku tinggal di sini, tapi--"
"Apa?!!" Agung merasa tak percaya.
Jadi selama ini dia sudah bertetangga dengan ayahnya sendiri tetapi Baru kali ini mereka bertemu?!!!
"Dengarkan aku dulu, aku--"
"Huh!! Tidak ada yang perlu didengar!! Kau bahkan tidak bisa mencari Anak dan istrimu dengan benar, sepertinya kau memang bukan ayahku!!" Ucap Agung dengan suara yang tidak bersahabat lalu pria kecil itu melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Hendrik.
"Tunggu dulu,," Hendrik kalang kabut.
Agung menghentikan langkahnya yang sudah agak menjauh dari Hendrik lalu pria kecil itu berbalik menatap Hendrik.
"Coba saja datang kemari kalau bisa, mungkin saat kau datang ke sini maka aku akan memaafkanmu!!" Ucap Agung dengan tatapan menantang.
Seumur hidup dia berada di villa itu, belum pernah ada seorangpun tamu yang datang menemui mereka. Jadi Hendrik!!
"Baiklah!!" Kata Hendrik segera berbalik dan memanggil beberapa pengawal kearahnya.
__ADS_1
"Hancurkan pagar sialan ini!!" Ucap Hendrik mengejutkan Agung.
Pria itu berdiri dalam keterpakuan nya melihat para pengawal itu kini mengambil beberapa peralatan dan dengan cepat memotong besi-besi besar yang digembok dari dua arah.
"Lebih cepat!!" Perintah Hendrik setengah berteriak saat ia dengan tidak sabar menunggu untuk bertemu dengan Alana.
Romi telah menyembunyikan Alana dan putranya dari sisinya, jadi dia tidak mungkin bersabar lagi.
Meskipun pria itu akan marah dengan tindakannya, tetapi tidak ada yang bisa menghentikannya untuk bertemu Alana dan juga putranya yang sudah besar.
Akhirnya dalam 5 menit pagar itu berhasil dibuka dan Hendrik dengan cepat berjalan kearah Agung yang mematung melihat ke arahnya, ia lalu menggendong pria kecil itu memasuki Villa.
"Tidak!! Jangan!!!" Karya Agung kini merasa panik.
Kalau ibunya sampai melihat Hendrik maka ibunya mungkin akan jatuh sakit lagi seperti ketika ibunya melihat foto Hendrik.
"Jangan membantah!! Diamana ibumu?!!" Tanya Hendrik sembari menahan pria kecil itu agar tidak meronta di gendongannya.
Para pengawal yang melihat kelakuan Hendrik hanya bisa terdiam di tempat mereka.
Apa yang terjadi?
__ADS_1