
Setelah mendapatkan semua pesanan Agung dan Alana, Hendrik kembali menghampiri dua orang itu sembari membawa 2 nampan berisi makanan.
Selain dua nampan itu, Hendrik masih kembali lagi mengambil dua nampan lain lalu meletakkan semuanya di atas meja.
Sag pengawal yang memegang kamera begitu terpukau dengan perhatian yang diberikan Hendrik pada Alana dan Agung.
'Sial!! Tuan benar-benar orang yang menyayangi keluarganya, hah,,, jika Tuan Hans melihat ini, dia akan menangis di liang kuburnya.' pikir Sang pengawal.
Dia sama sekali tidak mengerti mengapa hubungan Hendrik dan Hans menjadi rusak, tetapi melihat bagaimana Hendrik memperhatikan Alana dan Agung sementara dia sama sekali tidak memperhatikan ayahnya, dia merasa sangat aneh.
"Makanlah," ucap Hendrik menyerahkan snack dengan nitrogen cair yang tadi diinginkan oleh Agung.
"Wah,, makasih Ayah!!" Seru Agung merasa sangat senang lalu pria itu mulai menikmati makanannya.
__ADS_1
Beberapa saat menikmati makanannya, Agung mengangkat wajahnya dan merasa kasihan pada sang pengawal yang terlihat berkeringat berdiri di dekat mereka.
Pria kecil itu lalu menoleh pada Hendrik dan berkata, "Ayah,, Apakah Ayah yang melarang Paman itu untuk makan bersama kita? Tadi aku sudah memanggilnya tapi dia bilang dia tidak mau duduk."
"Ah,," Hendrik merasa kesal, tidak mungkin dia membiarkan pengawal itu makan bersama keluarganya, jadi dia langsung melihat pada sang pengawal, "Pergi dapatkan makanan untuk dirimu sendiri!"
Pengawal itu begitu terkejut karena Ini pertama kalinya dia mengawal Hendrik dan mendapat kesempatan untuk makan.
Namun dia tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung berkata, "Baik Tuan," ucapnya lalu pengawal itu segera memesan makanan untuk dirinya sendiri dan mencari sebuah meja lain untuk menikmati makanannya.
Meski tadinya gajinya telah dipotong banyak, namun tetap saja kenyamanan bekerja jauh lebih baik daripada sekedar gaji yang tinggi tetapi tersiksa dalam pekerjaan.
Karena berada dalam suasana hati yang baik l, maka dari tempat dia duduk dia sesekali memotret keluarga Hendrik yang terlihat begitu harmonis.
__ADS_1
'Biasanya aku tidak melakukan sesuatu tanpa disuruh, tapi sepertinya foto-foto ini terlihat bagus,' pengawal tersebut melihat foto-foto yang ia dapat di kameranya.
Setelah puas makan, ketiga orang itu mulai menikmati seluruh wahana sembari Alana dan Hendrik terus menjawab rangkaian pertanyaan yang diberikan Agung pada mereka.
Setelah seharian berkeliling, akhirnya ketika orang itu merasa lelah bahkan angin sudah tertidur di gendongan Hendrik.
"Kita pulang sekarang," ucap Hendrik mengeratkan genggamannya pada tangan Alana lalu keempat orang itu berjalan ke pintu keluar.
Karena Hendrik merasa lelah, maka dia membiarkan sang pengawal menyetir mobilnya, sementara dia, Alana dan Agung duduk di kursi belakang dengan Hendrik yang meletakkan Agung di pangkuannya, sementara Alana berada di sisi kanannya bersandar pada bahunya.
Setelah mobil tiba di rumah, sang pengawal begitu terkejut melihat semua orang di belakangnya sedang tertidur pulas.
'Tuan pasti akan memarahiku jika aku membangunkan mereka. Tapi, momen seperti ini tidak boleh diabaikan.' pikir sang pengawal mengambil kameranya lalu dia mengambil beberapa foto Ketiga orang yang terlihat sangat harmonis.
__ADS_1
Puas mengambil foto, jangan pengawal kemudian melihat foto-foto itu sembari menunggu ketiga orang itu bangun.
'Ya ampun, aku mendapatkan banyak foto yang bagus,, mereka benar-benar terlihat seperti keluarga yang sesungguhnya.' pikir pengawal yang merasa sangat aneh dan benar-benar berpikir bahwa sebuah kemustahilan jika suatu saat ia akan melihat Hendrik memiliki sebuah keluarga yang sepeti sekarang ini.