Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹⁴⁶. Keluarga Gonedra akan hilang dari muka bumi


__ADS_3

Setelah tiba di kantor, Hendrik langsung berpura-pura bekerja seperti biasa lalu pada siang harinya dia melakukan penandatanganan berkas penyerahan saham-saham yang ia peroleh dari Hans kepada seluruh dewan direksi.


Tak lupa pula dia menyiapkan setumpuk uang tunai dan membagi-bagikannya pada dewan direksi.


Para pria tua yang gila harta dan kekayaan itu kini tersenyum melihat tumpukan uang tunai di depan mereka beserta surat pemindahan saham yang telah ditandatangani oleh Hendrik.


Sekarang, Hans maupun Hendrik tidak lagi memiliki hak untuk perusahaan Gonedra karena seluruh saham pria itu telah berpindah tangan atas nama mereka.


"Ha ha ha,, tuan muda Gonedra benar-benar dermawan, memberikan saham ini secara cuma-cuma pada kami. Tuan muda tenang saja, setelah ini kami akan membuat perasaan ini lebih bercahaya dan tidak akan pernah lupa atas jasa tuan muda terhadap kami." Satu per satu dewan direksi mulai menyanjung Hendrik setelah mereka puas melihat tanda tangan bermaterai pada berkas pengalihan saham.


"Ya, Aku harap mulai sekarang kalian bisa menjalankan perusahaan ini dengan baik tanpa campur tangan dari keluarga Gonedra." Ucap Hendrik tersenyum penuh arti, 'Nikmati kehancuran kalian!!!'


"Kalau begitu sekarang, Saya permisi dulu." Ucap Hendrik mengangguk pada Dirga lalu kedua orang itu keluar membawa berkas-berkas sebagai tanda bukti bahwa dia sudah tidak memiliki sedikitpun hubungan pada perusahaan gonedra.

__ADS_1


"Biar kami mengantar Tuan Hendrik meninggalkan perusahaan ini," para dewan direksi dengan semangat mengikuti Hendrik lalu mengantar pria itu meninggalkan perusahaan.


Setelah menaiki mobil, Hendrik bisa melihat para dewan direksi itu tersenyum sangat senang ke arahnya.


Baru saja mobilnya berbelok meninggalkan perusahaan Hendrik melihat ke belakang, wajah para direksi itu masih terlihat senang dan berbalik memasuki perusahaan.


"Mereka orang-orang bodoh, setelah ini mereka akan terlilit banyak hutang karena perusahaan mereka akan kita hancurkan." Ucap Dirga menyindir para dewan direksi itu.


Hendrik memang sengaja mengambil saham dari Hans karena dia tahu ketika perusahaan Gonedra dihancurkan dan Hans masih memiliki saham di sana, maka perusahaan itu bisa dengan cepat dipulihkan sebab akan ada bantuan dari black.


Dengan demikian grup gonedra sepenuhnya akan hilang dari muka bumi!!!


"Tuan, Apakah sekarang saya sudah bisa menghubungi Jaksel agar dia melancarkan serangannya?" Dirga bertanya setelah beberapa menit keheningan dalam mobil.

__ADS_1


Dia tidak tahu apalagi yang dipikirkan oleh Hendrik, sementara sebentar lagi semua perang ini akan berakhir.


"Hubungi dia dan suruh dia melakukannya dalam 1 jam ke depan. Jangan lupa,, keluarga Wijaya harus menjadi orang yang tertuduh atas masalah ini.


"Saya mengerti, Lalu bagaimana dengan Tuan Juan? Bagaimana kalau pria itu masih bersikeras menjodohkan putrinya dengan tuan?" Dirga bertanya cemas.


Dia tahu bahwa Hendrik memiliki hubungan dengan putri dari keluarga Xioner, dan jika perempuan itu tiba-tiba muncul di hadapan Alana,, apa yang akan terjadi??


"Untuk apa menghawatirkan orang itu? Setelah grup Gonedra bangkrut, maka dia tidak akan memperdulikanku lagi sebab orang itu hanya mengincar kekayaan. Oya,, berkas yang kudapatkan dari Dani, kirimkan itu pada Hans agar dia tahu siapa sebenarnya orang yang selama ini ia percayai." Ucap Hendrik.


Dia tidak sabar melihat reaksi Hans saat mengetahui kenyataan bahwa sekretaris yang selalu ia percayai ternyata malah menusuknya dari belakang.


Jika pria itu mengetahuinya, mungkin saja pria itu akan mengamuk karena sudah bersedih untuk kematian dari orang yang ternyata diam-diam memiliki niat untuk menghianatinya.

__ADS_1


"Baik Tuan, saya akan mengaturnya sekarang juga." Ucap Dirga lalu pria itu segera menelpon seseorang untuk mengatur pengiriman berkas tersebut ke kediaman Hans.


__ADS_2