
Mobil mereka terus melaju hingga akhirnya mereka memasuki Dufan.
Agung yang duduk di belakang langsung bersorak dengan mata berbinar-binar melihat patung-patung yang diletakkan di di pintu gerbang.
"Itu terlihat seperti orang yang kulihat di TV!!" Seru Agung mengikutkan pandangannya pada patung Superman dan kawan-kawannya yang dijejer di jalan masuk dunia fantasi.
"Kita akan melihatnya nanti, sekarang kita harus mencari tempat parkir." Ucap Hendrik yang menyetir sembari mengamati di mana lahan parkir yang kosong.
Setelah memarkirkan mobil mereka, Agung dengan semangat menarik tangan ayah dan ibunya ke arah patung yang sudah dipenuhi oleh pengunjung untuk berselfie ria.
Alana menatap Hendrik, "Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kita akan ke sini? Kalau tadi aku tahu maka aku akan membawa kamera." Ucap Alana sembari mendengus mengambil ponsel dari sakunya.
Meski kamera ponselnya cukup bagus tetapi menggunakan kamera akan jauh lebih baik daripada menggunakan ponsel.
Mendengar itu, Hendrik juga mengambil ponsel dari sakunya untuk menghubungi Dirga agar pria itu segera datang membawa kamera untuk mereka.
__ADS_1
Tetapi ketika dia mengingat bahwa pria itu pastilah sibuk mengurusi perusahaan maka dia menghentikan gerakan tangannya lalu berpikir sesaat.
'Aku lupa kalau aku tidak memiliki nomor bawahanku yang lain selain milik Dirga.' gerutu Hendrik dalam hati.
Selain nomor dirga, ada beberapa nomor yang lain tetapi semuanya adalah nomor milik bawahan bawahan Romi, tidak mungkin dia menyuruh-nyuruh bawahan Romi, jadi Hendrik menghela nafas menyimpan ponselnya ke dalam sakunya lalu mengikuti dua orang yang sudah berjalan jauh darinya.
"Ibu!!! Ini terlihat keren!!" Ucap Agung berdiri di depan patung Superman lalu Alana memotretnya menggunakan ponsel.
Hendrik menghampiri Alana lalu mengambil ponsel Alana, "Berdirilah di sana biar aku memotret kalian berdua." Katanya pada perempuan itu.
Sudah banyak foto yang diambil, Agung melihat sekitarnya dan semua orang berfoto bertiga yaitu ayah anak dan ibu.
Pria itu menatap Ibunya dan berkata, "Ibu, dapatkah kita berfoto bertiga seperti mereka?" Agung menunjuk sepaket keluarga kecil yang sedang berselfie ria di sebuah patung Minnie mouse.
"Ah,, ya, tentu!" Jawab Alana mengangkat wajahnya menatap Hendrik, "Ayo berfoto bertiga, minta tolong pada seseorang untuk memotret kita." Katanya pada Hendrik.
__ADS_1
Hendrik melihat sekitarnya, semua orang sangat sibuk berfoto. Bahkan jika ada yang tidak sibuk maka mereka semua memiliki kerjaan lain yaitu memainkan ponsel mereka.
'Hah,, sepertinya aku memang harus menelpon Dirga.' pikir Hendrik dalam hati lalu dia mengambil ponselnya.
Saat itu, Dirga sedang sibuk mempelajari berkas-berkas yang menyangkut perusahaan, pria itu menoleh ke samping saat ponselnya berbunyi.
"Halo Tuan," jawab Dirga pada orang diseberang telepon.
"Aku butuh seseorang untuk memotret kami sekeluarga di Dufan, suruh seseorang untuk datang kemari dalam waktu 2 menit!!" Perintah Hendrik dari seberang telepon lalu panggilan itu langsung diakhiri secara sepihak.
"Astaga,,, 2 menit itu hanya cukup untuk menelpon seseorang!!" Garutu dengan jari pria itu cepat-cepat menekan sebuah kontak salah satu bawahannya.
"Tuan," jawab seorang pria dari seberang telepon.
"Waktumu 1 menit untuk pergi ke Dufan menemui Tuan Hendrik!!" Ucap Dirga lalu menekan tombol reject tanpa menunggu jawaban dari seberang telepon.
__ADS_1
Pria itu menghela nafas, berusaha menenangkan emosinya lalu kembali fokus pada pekerjaannya.