
Setelah mendapat telepon dari Hendrik, Romi langsung memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa Villa dan ketika anak buah mereka tiba di sana seluruh orang-orang yang telah di sekap dan sedang diancam untuk mengatakan keberadaan Hendrik.
Mereka begitu terkejut saat Villa yang mereka kuasai tiba-tiba dimasuki oleh sekelompok orang bersenjata.
"Siapa kalian?!!" Teriak Raihan, salah seorang pria dengan bekas luka di wajahnya yang merupakan salah satu pemimpin dari black.
Di sisi lain, seorang pria dengan pembawaan yang tenang, namanya Glen, merupakan bawahan Romi, ia berdiri menatap kekacauan di Villa milik Hendrik.
"Hari ini, mereka semua menjadi milik kalian!!" Ucap Glenn pada anak buahnya sembari memberi kode dengan tangannya lalu seluruh anak buahnya menyerang orang-orang yang dipimpin oleh Raihan.
"Sialan!! Basmi para serangga itu!!" Teriak Raihan pada anak buahnya lalu dua kubu itu saling bertempur satu sama lain.
Orang-orang Hendrik yang dilumpuhkan kini menyingkir ke pinggir untuk mencari helaan nafas, memulihkan tenaga mereka lalu membantu orang-orang Glenn menangani bawahan Raihan.
Dirga yang menyingkir tak bisa lagi bertarung karena pria itu terluka parah sebab dia adalah orang yang paling disiksa oleh Raihan setelah mengetahui dia adalah tangan kanan Hendrik.
Pria itu berjalan keluar Villa lalu merogoh ponsel dari sakunya.
__ADS_1
"Sial!!" Umpatnya saat melihat ponselnya telah pecah akibat perkelahian yang ia lakukan dengan orang-orang suruhan Hans.
"Sialan!! Selesaikan dalam 1 menit!!" Glenn berteriak pada anak buahnya saat melihat pertempuran itu tak kunjung berhenti, padahal mereka sudah membuang waktu selama 5 menit.
Akhirnya sesuai perintah Glenn maka kurang dari 1 menit seluruh bawahan Raihan telah dikalahkan.
Dirga melihat dari samping dan terkejut melihat pertempuran itu benar-benar telah selesai dengan orang-orang Hans telah diikat satu sama lain.
"Sial!!! Kenapa kalian tidak datang dari tadi?" Gerutu Dirga sembari berusaha berdiri menyeka darah di sekujur wajahnya.
"Siapa kau? Berani sekali mengumpat padaku?!!" Glen bertanya dengan kesal melihat pria yang tampak kesakitan melangkah ke arahnya.
Glen memperhatikan Dirga yang keluar diikuti oleh anak buahnya.
Pria itu mengerutkan keningnya lalu menoleh pada anak buahnya.
"Tinggalkan tempat ini sekarang juga." Perintahnya.
__ADS_1
"Tidak!! Tolong,, tolong bawa kami juga!!" Raihan berteriak histeris sembari menyeret tubuhnya yang terikat satu sama lain dengan anak buahnya.
Dia begitu ketakutan memikirkan bom yang mereka pasang di tempat itu bukannya menghanguskan orang-orang milik Hendrik tapi sekarang akan menghanguskan mereka semua!
"Tutup pintunya!" Perintah Glen diikuti bawahannya lalu mereka keluar dari villa.
Baru saja mereka tiba di pagar ketika bom yang dipasang di dinding villa akhirnya meledak!!
Boom!!!!!!
Semua orang berdiri memandangi Villa yang runtuh akibat ledakan Bom.
"Terima kasih," ucap Dirga pada Glenn lalu pria itu menaiki mobilnya meninggalkan Villa tersebut.
Glenn pun tak berlama-lama, ia membawa seluruh orangnya meninggalkan Villa tersebut Lalu digantikan datangnya polisi yang menyelidiki tempat itu.
Sekejap berita pengeboman yang terjadi langsung menjadi topik terhangat di internet.
__ADS_1
"Demi menghilangkan jejaknya Tuan Hans yang kabur ke luar negeri karena terlilit hutang menghilangkan bukti dengan mengebom villa milik putranya sendiri. Diduga bom tersebut dipasang secara diam-diam sebelum Hans melarikan diri ke luar negeri. Untunglah saat ledakan terjadi Hendrik yang merupakan putra satu-satunya dari keluarga Gonedra tidak berada di villanya." Ucap pembawa berita.