Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹⁷¹. Tabrakan


__ADS_3

Setelah menjelaskan semuanya pada Alana dan Agung, Hendrik keluar dari apartemen meninggalkan dua perempuan itu.


"Aku tidak tenang meninggalkan mereka berdua, kau atur penjagaan di sekitar apartemen ini dan terutama di depan apartemen." Perintah Hendrik pada Glen.


"Baik Tuan," jawab Glen lalu ia mengikuti Hendrik yang berjalan ke lift.


Sembari berjalan, pria itu melakukan pembicaraan dengan bawahannya lewat earpice yang terpasang di telinga Glen.


Mereka memasuki lift lalu turun ke lantai bawah menaiki mobil yang telah disiapkan oleh Glenn.


"Kau sudah menyiapkan laporan yang ku minta?" Tanya Hendrik begitu dia duduk di dalam mobil.


Glen mengangguk, "Ya Tuan, semuanya sudah disiapkan di kantor. Tapi sebelum itu saya harus memberitahu Tuan bahwa di kantor terdapat seorang CEO yang menangani masalah kantor.


"Namanya Arga, dia yang selalu menjadi orang kepercayaan Tuan Romi untuk menangani masalah, tetapi beberapa persetujuan tidak dapat dilakukan oleh Aega jadi semuanya harus dilakukan langsung oleh Tuan Romi." Ucap Glenn yang tidak mau jika Hendrik sampai terkejut jika pria itu tiba di sana dan melihat Arga duduk di posisi CEO.


Hendrik mengangguk, "Aku tahu," katanya kembali mengingat sosok Arga yang dulunya adalah pria yang dekat dengan Alana.


"Lalu masalah bawah tanah, saat ini Kami sedang menunggu perintah untuk bergerak melawan Black. Nanti di kantor kita akan membahasnya lebih jauh tentang strategi yang sudah kami susun, tetapi masih harus menunggu persetujuan Tuan untuk melakukan pergerakan." Ucap Glenn dijawab anggukan Hendrik.


Baru saja Hendrik selesai mengangguk ketika sebuah mobil truk yang datang dari arah berlawanan tiba-tiba menerobos cepat ke mobil mereka.

__ADS_1


"Tuan pegangan!!!" Teriak Glenn membanting setir untuk menghindari truk tersebut tetapi karena truk tersebut berada dalam kecepatan tinggi maka mereka tidak bisa menghindar.


Dengan cepat, mobil mereka tertabrak.


Bruk!!


Ciiitt......!!


Brak!!


Krak!!!


Wushhh!!!


Perlahan-lahan mobil turun ke dasar sungai.


Hendrik merasakan air mulai memasuki mobil dan tidak bisa membuka pintu mobil sebab tekanan air di luar mobil membuat pintu mobil tak bisa digerakkan.


Hendrik melihat ke arah Glenn yang sudah terluka parah dengan darah di sekujur tubuhnya.


Untunglah Hendrik berada di sisi kiri jadi dia tidak terluka, tetapi Glenn benar-benar terluka parah karena sisi kanan mobil ringsek akibat di tertabrak oleh truk.

__ADS_1


"Hei!!!" Hendrik melepas sabuk pengamannya lalu mendekati Glen.


"Tuan,, Tolong selamatkan diri tuan, tidak perlu memikirkan saya,,," ucap Glen dengan nafas tersengal sebab Dia merasa sekujur tubuhnya mulai kaku.


"Sial!! Beraninya seorang bawahan memerintahku!!" Hendrik menggerutu sembari melepas sabuk pengaman pada tubuh Glen lalu menarik pria itu dari jepitan kerangka mobil.


Untunglah tubuh pria itu masih bisa ditarik hingga Hendrik memindahkannya ke kursi penumpang depan.


Sedikit demi sedikit air memasuki mobil mereka sampai akhirnya hampir seluruh tubuh mereka tergenang oleh air.


Barulah saat itu tekanan dalam mobil dan luar mobil menjadi seimbang jadi pintu mobil sudah bisa dibuka.


Hendrik langsung menyeret Glenn keluar dari mobil lalu membawa pria itu berenang ke permukaan.


"Bertahanlah!!" Ucap Hendrik pada Glenn sembari berenang ke tepian.


Tetapi baru saja dia sampai di tepi sungai ketika dia mendengar beberapa orang bercakap-cakap.


"Periksa sungai ini!! Kita harus menemukan jasadnya dan membawanya pada Tuan."


Samar-samar Glenn masih bisa mendengar suara orang-orang itu jadi dia dengan tenaga yang masih tersisa langsung berkata, "Tolong tinggalkan saya."

__ADS_1


__ADS_2