
Dokter baru saja menghela nafas Setelah perjuangan panjang mereka mempertahankan Hans tetap bernafas.
Hans mengalami drop yang tiba-tiba hingga membuat seluruh dokter harus berpacu dengan waktu untuk menangani kondisi pria itu.
Sementara di luar kamar, Aristo baru saja mendapat telepon, "Ada apa?" Tanyanya pada orang di seberang telpon.
"Tuan gawat!!! Black telah dimusnahkan!! Bahkan pemimpin dari black tela tewas karena ledakan helikopter yang ia tumpangi. Sebaiknya Tuan langsung memeriksa beritanya!" Kata pria dari seberang telepon membuat Aristo langsung mematikan teleponnya.
Selama beberapa hari ini dia tidak pernah membuka media sosial karena terlalu sibuk mengurusi Hans.
Tapi saat ini, pria itu langsung membuka berita karena kabar mengagetkan dari bawahannya yang masih bersembunyi di ibukota.
Pria itu sangat terkejut saat melihat sebuah kecelakaan yang sangat besar.
Ratusan orang tewas dalam satu hari dan terlebih, pelaku dari kecelakaan tersebut tidak diketahui.
Lebih parahnya lagi, masyarakat dan pihak pemerintah tidak mengurus tuntas kasus tersebut karena sebagian dari orang yang tewas adalah para buronan yang selama ini dicari-cari oleh polisi.
"Astaga,, Jadi sekarang tidak ada lagi yang melindungi Hans! Orang-orang suruhan Romi juga mungkin akan mengincar kami semua!!" Kata Aristo sembari memijat keningnya.
Jika pemimpin Black saja bisa dimusnahkan dengan mudah, apalagi mereka yang sudah tidak memiliki perlindungan.
Pria itu memikirkannya dengan cemas, 'Meski kami berada di pulau tersembunyi, tapi bukan berarti orang-orang itu tidak akan menyadari keberadaan kami, mereka pasti sedang mencari informasi untuk menangkap kami semua.' pikir Aristo dengan cemas.
__ADS_1
Saat Aristo masih sementara berpikir, beberapa dokter yang menangani Hans sudah keluar dari kamar lalu menghadap padanya.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Aristo mengesampingkan kecemasannya.
Salah satu dokter menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Kondisinya semakin memburuk, meski saat ini dia masih bisa dikatakan hidup tetapi sesungguhnya sudah tidak ada harapan."
Aristo memikirkan ucapan sang dokter lalu pria itu kemudian berkata, "Kalau begitu cabut semua alat pada tubuhnya dan biarkan dia mati dengan damai."
Para dokter yang ada di sana begitu terkejut, keputusan Aristo benar-benar di luar dugaan mereka.
"Tuan yakin?" Tanya sala satu dokter.
"Ya,, cepat lakukan itu dan bereskan barang-barang kalian untuk meninggalkan pulau ini!" Ucap Aristo.
"Beberapa waktu ke depan mungkin saja pulau ini akan disergap oleh orang-orang. Jadi sekarang, ikuti perintahku dan bereskan barang-barang kalian, segera!" Perintah Aristo lalu pria itu tidak lagi menghiraukan Hans.
Dia langsung menerobos kerumunan dokter itu untuk membereskan barang-barangnya.
Para dokter yang ada di sana saling berpandangan satu sama lain lalu mereka juga ikut pergi membereskan barang-barang mereka tanpa memperdulikan Hans yang masih terbaring di tempat tidur.
Keselamatan mereka jauh lebih penting daripada menyelamatkan orang yang penuh dengan dosa.
Setelah beberapa jam, semua orang yang ada di sana kini berkumpul di dermaga untuk naik ke perahu.
__ADS_1
Beberapa dokter dan perawat yang berkumpul, satu sama lain kini berbincang-bincang.
"Tuan Hans masih tertinggal dengan alat-alat medis terpasang di tubuhnya."
"Kau benar, tapi meskipun aku seorang dokter yang sudah bersumpah untuk menangani seluruh pasienku, namun orang seperti dia tidak patut untuk diselamatkan."
"Benar,, orang itu hanya tahu berbuat jahat dan menyiksa orang lain Jadi aku rasa jika kita menyelamatkannya, maka akan ada banyak orang yang terluka karenanya."
"Benar sekali, yang paling penting sekarang kita harus menyelamatkan diri kita dulu."
Patra yang berdiri tak jauh dari dokter-dokter itu mendengarkan percakapan mereka.
Dia merasa sangat lega karena ternyata pria yang dikabarkan akan menyiksanya kini telah meninggal.
Namun, dia baru merasa lega ketika seorang pria tiba-tiba mendekatinya dan menariknya ke samping.
"Tuan Hans sudah meninggal, bolehkah perempuan ini menjadi milikku?" Kata pria gemuk yang menarik Patra.
Patra melototkan matanya mendengar ucapan pria itu, dia berusaha meronta-ronta agar terlepas dari pria itu, tapi apalah daya jika tenaganya tidak seperempatnya dari pria gemuk itu.
"Ha ha ha... Ayo kita minta dia pada Tuan Aristo untuk menghibur kita di kapal." Salah seorang berbicara sembari memandangi tubuh Patra dengan tatapan ingin memakan Patra.
"Benar sekali!!" Perjalanan kita yang panjang tidak akan membosankan lagi, karena sekarang kita punya sebuah mainan! Ha ha ha....." Semua orang tertawa senang sementara Patra, perempuan itu meringkuk dalam ketakutannya.
__ADS_1
Dia pikir dia sudah bebas, tapi ternyata semuanya sama saja!!!!