Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹⁵⁹. Buronan


__ADS_3

Setelah meninggalkan Wirawan dalam keadaan babak belur, para pria itu lalu kembali ke sebuah markas yang menjadi markas rahasia milik Black.


Perempuan yang mereka bawa diserahkan pada beberapa pelayan untuk diurus sementara pemimpin dari kelompok itu langsung menemui X.


"Tuan, kami sudah membereskan keluarga Wijaya, sekarang menunggu perintah selanjutnya." Kata pria itu pada X yang sedang duduk menikmati anggur.


"Berikutnya adalah keluarga Xionir," ucap pria itu.


"Baik Tuan, saya akan segera menelpon seluruh pemegang saham di perusahaan nya agar menarik sahamnya secara bersamaan." Ucap pria berbaju hitam lalu pria itu hendak meninggalkan X ketika Xtiba-tiba menghentikannya.


"Tunggu," kita X sembari menggoyang-goyangkan gelas anggurnya memikirkan perusahaan Xionir.


Dari dulu, Xioner dan Gonedra selalu bersaing satu sama lain menjadi perusahaan yang terbesar, dan sampai saat ini keduanya masih sama-sama kuat.


Tidak ada satupun yang lebih kuat atau lebih lemah di antara keduanya.

__ADS_1


Hal ini karena sionir juga memiliki kekuatan bawah tanah yang bergerak dengan rahasia dan selalu menjadi saingan Black.


"Hal yang sama yang kita lakukan pada perusahaan Wijaya tidak bisa kita lakukan pada Xioner. Xioner tidak akan membiarkan kita menghubungi para pemegang sahamnya, jika kita melakukan pergerakan mereka pasti akan langsung mengetahuinya." Kata X sambil berpikir.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Pria berbaju hitam.


"Yang harus kalian lakukan sekarang adalah mengamankan Tuan Hans dan segera memindahkan dia ke pulau. Baru setelah itu kita memulai pertempuran di sini. Satu lagi, besok pada pagi hari, pergilah ke Villa milik Putra Tuan Hans dan seret pria itu kemari. Kita harus membawanya ke pulau karena Tuan Hans juga menginginkannya." Ucap X.


"Baik, saya mengerti," Jawa pria berbaju hitam lalu pria itu segera meninggalkan ruangan milik X.


Kepolisian sudah mengeluarkan perintah bahwa Hans tidak bisa meninggalkan ibukota sebab pria itu sedang tersangkut kasus hukum yang berkaitan dengan kebangkrutan perusahaannya.


Saat tiba di pelabuhan, mereka menghindari petugas yang memeriksa dengan cara menyembunyikan Hans dan para tim medisnya di dalam sebuah kontainer, lalu berpura-pura melaporkan bahwa kontainer tersebut berisi sebuah mobil.


"Tuan, kami harus memeriksa kontainer ini." Beberapa orang petugas yang bermata duitan datang menghampiri kontainer besar yang baru saja tiba untuk diangkut ke pulau.

__ADS_1


Segera, pria yang ditugaskan X untuk mengawal kepergian Hans mengeluarkan sebuah koper berisi uang tunai lalu menyerahkannya pada Ketiga orang yang akan memeriksa kontainer.


"Anggap saja kalian sudah memeriksa kontainer ini, Apakah uang ini cukup?" Tanya pria itu langsung membuat 3 orang di depannya berbinar-binar mengerti.


"Kontainer ini sudah bersih," ucap salah seorang yang menerima uang tunai dari orang suruhan X lalu ke-3 pria itu segera meninggalkan kontainer yang ditempati Hans dan para dokternya.


Akhirnya kontainer itu dipindahkan ke atas kapal lalu diangkut ke lautan lepas.


Di tengah perjalanan sebuah kapal yang lebih kecil datang menjemput Hans dan para dokternya lalu memindahkannya ke sebuah pulau yang menjadi markas rahasia Black.


Setelah Hans pergi dengan aman, maka x Langsung mengatur seseorang yang berpura-pura menjadi hans melarikan diri ke negara K.


Dalam sekejap, kepolisian dan berbagai pihak terkait langsung fokus ke negara K untuk mencari Hans.


Hans masuk ke daftar buronan.

__ADS_1


__ADS_2