
Setelah makan malam, Agung merasa matanya sangat mengantuk karena seharian ini dia tidak tidur sebab menghabiskan waktunya untuk bermain permainan baru yang ia dapatkan dari para pelayan.
Pria kecil itu langsung naik ke lantai 2 untuk tidur.
Sementara Alana, perempuan itu masih duduk di meja makan melihat ke arah makanan milik Hendrik tidak disentuh.
'Apakah dia sudah makan malam?'Alana bertanya-tanya dalam hatinya sembari menghela nafasnya.
Pelayan yang melihat piring Alana sudah habis dan tampak terdiam memegangi sendoknya segera mendekati Alana lalu bertanya, "Nyonya, Apakah Nyonya ingin menambah makanan?"
Alana mengangkat wajahnya melihat pelayan itu, ia berpikir sesaat lalu bertanya, "Apakah kalian yang menyiapkan ini semua?" Tanya Alana.
"Ya, kami yang menyiapkan semuanya," jawab pelayan itu.
"Lalu, Apakah sangat mendadak disiapkan di sini?" Tanya Alana.
"Tidak, tadinya ini disiapkan untuk makan malam romantis di atas atap, tapi tiba-tiba Tuan menyuruh kami untuk memindahkannya kemari. Oya,, tunggu sebentar," kata pelayan itu berjalan ke arah teman-temannya lalu mengambil bunga dari sala satu pelayan.
Pelayan itu membawakan bunga tersebut pada Alana, "Ini adalah bunga yang khusus di pesan oleh Tuan untuk diberikan pada Nyonya." Kata pelayan itu menyerahkan bunganya pada Alana.
__ADS_1
Mengambil bunganya, Alana memandangi bunga tersebut dan melihat sebuah kartu di sana.
Mencopot kartunya dari bunga, Alana membuka kartu tersebut dan terpaku membaca tulisan di sana.
*Sayangku, ini adalah peringatan hari pertama kita bertemu. Kau ingat pertemuan kita di belakang gedung kampus? Saat itu aku merasa kesal karena kau datang melindungiku, tapi sekarang, aku akan merasa kesal bila aku tidak bisa melindungimu.*
Alana mengingat pertemuan mereka di belakang gedung, saat itu Hendrik sedang dibully oleh sekelompok mahasiswa lalu dia datang sebagai malaikat penyelamat yang menyelamatkan Hendrik dari para mahasiswa itu.
Tapi kemudian bukannya menyelamatkan Hendrik, dia malah menjadikan pria itu sebagai kacungnya.
Kacungnya yang sekarang berubah menjadi pria yang ia cintai.
Dia baru saja menuduh pria itu berselingkuh, tapi ternyata....
'Aoa yang sudah kulakukan?' Alana menangis memegang erat buket bunga dan kartu ucapan di tangannya.
Dari sebaran gedung, Hendrik melihat perempuan yang sedang sesegukan di seberangnya.
Pria itu langsung berdiri meninggalkan makanannya lalu pergi ke apartemennya.
__ADS_1
Begitu membuka pintu, Hendrik langsung berjalan ke arah Alana dan memeluk perempuan itu dengan erat.
Alana yang masih sesegukan begitu terkejut saat ia mengangkat wajahnya dan melihat Hendrik tersenyum ke arahnya.
"Apakah makanannya tidak enak hingga kau menangis seperti ini?" Tanya Hendrik sembari mereka air mata di pipi Alana.
Mendengar pertanyaan itu, Alana semakin keras menangis sembari mengulurkan tangannya memeluk erat Hendrik.
"Maaf,," kata Alana sembari terisak keras menyembunyikan wajahnya di tubuh Hendrik.
Hendrik menoleh pada pelayan, "Tinggalkan kami," perintah Hendrik.
Para pelayan tidak mengatakan apapun lagi, mereka hanya pergi meninggalkan dua orang itu.
"Sudah,, kalau Agung melihatmu menangis seperti ini dia akan berpikir kalau aku kembali menyakitimu." Ucap Hendrik dengan tangan pria itu mengelus lembut kepala Alana.
Alana berusaha menghentikan dirinya menangis tetapi perasaannya begitu sulit untuk diatur.
Jadi dia hanya berusaha untuk tidak bersuara agar tidak membangunkan Agung yang sudah pergi untuk tidur.
__ADS_1