
Di kediaman keluarga Gonedra.
Aristo akhirnya bernafas dengan lega saat melihat Hans membuka matanya secara perlahan.
Meski pria itu tampak lemah, tapi terlihat pandangan mata Hans tampak jernih, jadi Aristo segera memanggil 10 dokter yang sudah ia siapkan.
"Periksa dia," katanya pada semua Dokter lalu membiarkan kesepuluh dokter itu melakukan pemeriksaan pada Hans.
Sembari menunggu, Aristo menghubungi pemimpin Black.
"Ada apa?!" Tanya seorang pria dari telpon.
Sudah berkali-kali Aristo menghubunginya, tetapi pria itu sama sekali tidak mau menerima perintah darinya, pria itu hanya mau menerima perintah dari Hans.
"Tuan Hans sudah sadar," kata Aristo pada orang di seberang telpon.
"Baik," jawab pria di seberang telepon lalu panggilan itu diakhiri.
Aristo menghela nafas lega, ia menunggu sampai semua Dokter menyelesaikan pemeriksaannya lalu memasuki kamar.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Aristo.
__ADS_1
Para dokter tampak tegang seolah mereka begitu takut untuk melaporkan keadaan Hans pada Aristo.
"Katakan!!" Ucap Aristo sembari memandang pria yang tampak emosi di atas ranjang.
Aristo bisa melihat Bagaimana mata Hans sedang menahan air mata yang hendak tumpah dari sana.
"Tuan Hans mengalami kelumpuhan di seluruh tubuhnya dan--'"
"Apa?!!" Aristo terkejut.
Lumpuh??
"Bagaiman bisa?? Dia hanya terbentur kecil di kamar mandi, Bagaimana bisa celakaan kecil seperti itu membuat seluruh tubuhnya menjadi lumpuh?" Tanya Aristo tak percaya.
"Sialan!! Mengapa kau mengulangi hal yang sudah kau jelaskan sebelumnya??!" Aristo menggertak dokter yang baru saja berbicara.
"Maaf Tuan, tapi inilah kenyataannya, kemungkinan besar dia akan lumpuh seumur hidupnya." Ucap Sang dokter.
"Apa aktamu?!! Keluar!!! Tidak semua Dokter ini keluar dan pukuli mereka sebanyak 20 kali!!!" Perintah Aristo pada bawahannya lalu semua dokter itu diseret keluar sambil berteriak-teriak memohon ampun pada Aristo.
Aristo tidak memperdulikan teriakan dokter-dokter itu, dia hanya berjalan ke arah Hans dan melihat pria itu tampak sangat menyedihkan.
__ADS_1
"Tuan," katanya pada Hans.
"Cari dokter terbaik untuk mengobatiku, berapapun biayanya, yang penting aku bisa sembuh," ucap Hans sembari menggertakkan giginya penuh kemarahan.
"Baik Tuan, tapi sebelum itu masalah perusahaan saat ini sangatlah rumit." Ucap Aristo sembari berpikir untuk melanjutkan laporannya atau tidak, bagaimanapun Hans mungkin akan sangat terkejut saat mendengar berita kebangkrutannya.
"Katakan, apa yang terjadi?!" Perintah Hans.
Aristo masih ragu, tapi Dia tidak punya pilihan lain selain menceritakannya pada Hans karena pria itu yang akan memutuskan bagaimana Black akan bertindak.
Jadi dia menghela nafas lalu berkata, "Itu,, perusahaan dalam negeri dan luar negeri telah mengalami kebangkrutan, saat ini kita juga terlilit hutang yang sangat besar karena peretasan yang dilakukan pada klub luar negeri yang membuat hutang kita membengkak sampai mencapai milliaran dollar. Saat ini pihak bank sudah melayangkan tuntutan untuk Tuan," ucap Aristo.
Hans langsung memejamkan matanya memikirkan ucapan Aristo, beberapa saat kemudian Ia membuka matanya lalu bertanya, "Siapa yang melakukannya?"
"Dari penyelidikan yang sudah saya lakukan selama beberapa hari ini m, saya menemukan bahwa Tuan Wijaya berperan dalam membocorkan data-data rahasia perusahaan ke pasar gelap, hal ini membuat para pemegang saham tiba-tiba menarik saham mereka secara bersamaan." Ucap Aristo.
"Wijaya,, beraninya dia mengkhianati ku!!!" Hnas menggertakan giginya sambil menatap langi-langit.
"Tuan, yang penting sekarang adalah kesehatan tuan, sebentar lagi pemimpin Black akan datang kemari untuk berbicara dengan Tuan." Ucap Aristo mengingatkan pria dihadapannya supaya tetap menjaga emosinya.
Bagaimanapun, jika pria itu tiba-tiba meninggal maka dia juga akan terkena imbasnya.
__ADS_1
Bagaiman pun, Black akan menyalakannya karena tidak bisa menjaga pria itu dengan baik.