Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹⁴⁹. Rencana berjalan lancar


__ADS_3

Hans memperhatikan dua orang di depannya, dia memang merasa agak sesak setelah mengetahui sifat asli mantan sekretarisnya yang dulunya sangat dipercaya.


"Ya sudah, cepat periksa aku!" Kata Hans dengan acuh tak acuh lalu membiarkan dokter melakukan serangkaian pemeriksaan menggunakan alat-alat yang disediakan oleh Aristo.


Setelah setengah jam memeriksa, dokter menyelesaikan pemeriksaannya lalu duduk dengan tenang.


"Bagaimana kondisi ku?" Tanya Hans.


"Tuan baik-baik saja, semuanya bahkan tampak sangat baik sehingga saya merasa bahwa hari ini saya mungkin melakukan pemeriksaan secara tidak akurat." Kata Sang dokter melihat hasil analisa kesehatan yang benar-benar aneh.


Kondisi pria itu dikatakan semakin membaik dari sebelumnya.


"Ha ha ha... Itu memang hasil pemeriksaannya yang akurat, karena hari ini adalah hari keberuntunganku.

__ADS_1


"Perusahaan ku tiba-tiba menghasilkan uang sebanyak 5 kali lipat dari yang sebelumnya dan juga akan mengetahui bahwa Putraku baru saja membantu menyingkirkan seorang penghianat dari sisiku." Kata Hans benar-benar puas dengan hari ini.


Meski tadi dia sempat kesal akibat kerugiannya memelihara seorang penghianat, tetapi yang penting penghianat itu telah dibereskan oleh putranya sendiri.


"Hari ini adalah hari keberuntunganku!! Cepat siapkan beberapa wanita, aku ingin menikmati hari ini dengan kesenangan yang berlipat ganda!!" Ucap Hans pada Aristo.


Dokter yang mendengarkan itu segera berkata, "Maaf tuan, tapi saya sebaiknya menyarankan agar Tuan masih menghindari hubungan--"


"Tahu apa kau?!! Ini adalah hari keberuntungan ku, jadi meskipun aku jatuh ke lubang buaya, buaya itulah yang akan mati di tanganku!!!" Keta Hans segera berdiri lalu pria itu berjalan meninggalkan sang dokter.


Dokter itu berdiri memeriksa alat kesehatan yang ada di sana tetapi setelah dia mencobanya pada tubuhnya, hasilnya tampak baik-baik saja.


'Aku harap pemeriksaan yang tadi benar-benar akurat,,' ucap sang dokter menghela nafas lalu pria itu membereskan barang-barang pribadinya untuk meninggalkan kediaman Hans.

__ADS_1


Begitu mobil sang dokter meninggalkan kediaman, seorang pria yang merupakan mata-mata Hendrik yang ditempatkan di kediaman Hans langsung berpura-pura pergi ke toilet.


Pria itu memastikan toilet tersebut kosong lalu dia mengunci pintu dan melakukan sebuah panggilan telepon.


"Tuan, dokter sudah meninggalkan kediaman Hans dan sudah dipastikan bahwa alat yang kita gunakan bekerja dengan baik." Ucap pria itu pada pria di seberang telepon.


"Bagus sekali, kerja bagus!! Bonus akan segera dikirim ke rekeningmu." Ucap Dirga lalu mematikan teleponnya dan memandang Hendrik yang sementara menikmati pemandangan dari atap hotel.


"Rencana kita berjalan dengan lancar, alat pemeriksa kesehatan yang telah kita manipulasi telah menipu dokter yang bertugas memeriksa Hans." Ucap Dirga pada Hendrik.


Dirga tak pernah menyangka dengan ide brilian yang diberikan oleh Hendrik, mereka menyetel alat pemeriksaan kesehatan Hans agar hasil tes pertama dari alat kesehatan itu menunjukkan kondisi kesehatan khas yang membaik, tetapi hasil tes kedua akan menjadi sangat akurat.


Jadi tidak akan ada yang curiga bahwa mereka telah memanipulasi hasil pemeriksaan dari alat yang mereka gunakan, karena setelah itu pemeriksaan alat tersebut akan menjadi akurat seperti tidak pernah dimanipulasi.

__ADS_1


"Aku harap ini hari terakhir kita berperang dengan pria tua itu," ucap Hendrik sembari memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya.


__ADS_2