Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁶¹. Alana menghilang


__ADS_3

Pukul 6 sore ketika Hendrik sedang duduk di balkon lantai 2 villanya, pria itu kembali melihat seorang pria kecil yang duduk di taman disamping villanya.


"Pengawal," kata Hendrik membuat seorang pengawal langsung menghampirinya.


"Ya Tuan," ucap pengawal itu.


"Siapa pemilik villa itu?" Tanya Hendrik.


"Maaf tuan, kompleks disini sangat dijaga dengan ketat jadi pihak pengelola tidak pernah membocorkan identitas pemilik setiap villa di sini." Jawab pengawal itu.


"Jadi kalian tidak tahu apapun mengenai pemilik villa di sebelah?" Tanya Hendrik dengan sudut matanya yang masih memperhatikan pria kecil yang duduk di taman sebelah.


Taman di sebelah terlihat sangat luas dan bangunan Villa jauh berada di tengah-tengah taman yang mengelilingi villa itu.


Bisa dipastikan bahwa pemiliknya sangat berhati-hati, tapi sepertinya pria kecil yang duduk di taman itu memang dibebaskan berkeliaran.


"Kami tidak tahu apapun kecuali di villa itu ada seorang anak kecil yang selalu lalu-lalang dan kadang juga anak kecil itu berusaha mengintip dari balik pagar yang terbuka di sebelah barat. Tapi selain anak kecil yang ada di sana tidak pernah terlihat ada orang lain, bahkan para pengawal juga tidak terlihat di sana." Ucap sang pengawal.

__ADS_1


"Hmm,, orang yang menarik. Kau boleh pergi." Ucap Hendrik lalu dia kembali menatap pria kecil yang tertunduk sembari melihat sebuah kertas di tangannya.


'Pria kecil itu, dia memang sangat mirip denganku waktu kecil. Heh,, mungkinkah Dia juga anak dari sebuah rumah tangga yang berantakan?' Hendrik tersenyum mengejek, Dia mengejek dirinya sendiri yang pernah dibodohi oleh ayahnya.


Sementara Hendrik masih tetap duduk di lantai 2 maka di lantai bawah Raffi telah kembali dari kediaman ganendra.


"Dimana Tuan Muda?" Tanya Raffi pada sala seorang pengawal.


"Di balkon lantai dua." Jawab pengawal.


"Tuan," katanya menyapa Hendrik.


"Hm?" Jawab Hendrik tanpa mengalihkan perhatiannya dari pria kecil yang berada di taman samping villanya.


"Saya baru saja kembali dari kediaman Tuan Hans, Tuan Hans memberi saya perintah agar besok pagi saya membuat Tuan bertemu dengan seorang perempuan yang telah dipilihkan Tuan Hans menjadi calon istri Tuan Hendrik. Juga, Tuan Hans mengatakan pada saya supaya saya melaporkan apapun yang Tuan lakukan." Ucap Raffi membuat Hendrik langsung memicingkan matanya menatap pria itu.


Dia tidak menduga bahwa Hendrik akan datang melaporkan segala yang ia lakukan.

__ADS_1


"Bagaimana dengan yang kuperintahkan padamu?" Tanya Hendrik.


"Maaf tuan, saya hanya bisa mendapat informasi bahwa Tuan Romi tinggal di kompleks ini. Mengenai Villa yang mana yang ia huni, saya tidak bisa mencari tahu lebih jauh tetapi Putri Tuan Romi sudah menghilang sejak 5 tahun yang lalu. Tidak ada yang pernah melihatnya sampai sekarang." Ucap Raffi mengejutkan Hendrik.


"Menghilang?" Hendrik sangat terkejut Dia pikir Romi hanya menyembunyikan putrinya tetapi menyembunyikan sampai 5 tahun? Mana mungkin??


Selama 5 tahun dia sudah menahan diri untuk tidak mencari tahu Alana sebab dia takut dia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk kembali ke dalam negeri demi berjumpa perempuan itu.


Tapi mana mungkin Alana menghilang?


"Benar Tuan, bahkan seluruh foto-foto Nona Alana yang ada di internet dan seluruh akunnya telah dihapus. Tidak ada lagi jejak yang ditinggalkan oleh Nona Alana sejak 5 tahun terakhir." Ucap Raffi membuat Hendrik mengepal erat tangannya dengan urat-uratnya yang menegang karena menahan emosinya yang kacau setelah mendengar kabar Alana.


'Mungkinkah Lana sakit parah setelah aku meninggalkannya? Alana...' seketika tubuh Hendrik menjadi lemas dan keringat dingin memenuhi keningnya.


Dia tidak bisa menerima kalau sampai terjadi sesuatu pada Alana.


__ADS_1


__ADS_2