Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁵³. Alana mencari Romi


__ADS_3

Romi yang bergegas dari rumah sakit ke alamat yang diberitahukan Hendrik sangat terkejut ketika dia tiba di rumah seorang notaris dan melihat Hendrik duduk di sana dengan wajah yang pucat.


Romi menghela nafas dan berjalan mendekati Hendrik yang duduk bersama-sama sang notaris.


"Tuan," Hendrik langsung mengangkat wajahnya saat Romi kini duduk di sofa tunggal di sampingnya.


"Apa yang terjadi?!" Tanya Romi dengan suara datarnya.


Romi bisa melihat bagaimana Hendrik dalam keadaan yang tidak baik. Lebih tepatnya pria itu sedang menanggung beban yang berat tapi berusaha menyembunyikannya.


"Ayah saya sudah memerintahkan saya untuk melanjutkan perusahaan di luar negeri. Sepertinya dia ingin melihat kesungguhan saya menuruti keinginannya." Ucap Hendrik menghela nafas.


"Jadi apa yang kau inginkan?" Tanya Romi.


"Surat perjanjian yang saya bicarakan dengan Tuan tidak dapat dibuat dalam waktu yang sangat singkat. Jadi Saya berencana untuk meninggalkan beberapa tanda tangan saya di kertas kosong. Tuan bisa menggunakan tanda tangan itu sebagai jaminan bahwa saya sungguh-sungguh dengan ucapan saya." Kata Hendrik mengagetkan Romi.


Meninggalkan beberapa tanda tangan di kertas kosong?!

__ADS_1


Sebuah keputusan yang sangat gegabah!!


Jika sebuah tanda tangan ditinggalkan pada sebuah kertas kosong maka nantinya apapun yang ditulis di kertas kosong itu akan otomatis disetujui oleh sang pemilik tanda tangan.


Bahkan jika hal itu sangat merugikan si pemilik tandatangan.


"Baiklah, kau bisa melakukannya." Kata Romi yang jelas tidak mau membuang-buang kesempatan emas ini.


Beberapa tanda tangan dari pewaris Gonedra,, sebuah keberuntungan besar!


"Tapi sebelum itu, saya berharap Tuan bisa menjaga Alana untuk saya. Saya akan kembali,, secepatnya." Ucap Hendrik yang tak bisa membohongi pikirannya, dia sangat berat meninggalkan Alana yang sedang dalam keadaan buruk.


"Kau tenang saja dia adalah Putri ku jadi aku akan melakukan apa pun yang menurutku baik untuk putriku." Ucap Romi.


Hendrik percaya dengan apa yang dikatakan Romi jadi pria itu berusaha menenangkan perasaannya lalu mereka memulai membicarakan beberapa hal dengan notaris sebelum Hendrik menandatangani beberapa kertas kosong yang ditinggalkan untuk Romi.


Setelah berbicara, kedua pria itu akhirnya berpisah, Romi memandangi kepergian mobil Hendrik dengan tatapan nanarnya.

__ADS_1


"Pria itu,, Sepertinya dia memang berbeda dengan ayahnya. Tapi meski begitu dia juga telah menyentuh putriku, menyentuh dengan paksa! Aku tidak bisa memaafkannya!" Ucap Romi yang masih menyimpan dendam.


Seandainya Hans tidak memiliki foto-foto putrinya, dia tidak akan menahan diri lagi tetapi karena pria itu memiliki sebuah barang yang mengancam putrinya, maka dia hanya bisa menyimpan tanda tangan Hendrik dengan baik untuk digunakan di kemudian hari.


Tanda tangan yang sangat berarti dari seorang pewaris Gonedra.


"Tuan, Nona muda mencari Tuan di rumah sakit." Tiba-tiba asisten Romi menghampiri Romi yang masih berdiri menatap jalanan yang telah dilalui oleh Hendrik.


"Dia mencariku?!" Tanya Romi tak percaya.


"Ya, Nona Alana bahkan keluar dari kamarnya sembari membawa infusnya." Lagi kata Sang asisten membuat Romi langsung bergegas ke mobilnya untuk kembali ke rumah sakit.


Sudah 1 hari lebih Alana tidak pernah mau berbicara tapi sekarang anaknya sedang mencarinya.


'Putriku... Aku harap kamu bisa segera keluar dari rasa traumamu. Ayah mencintaimu...' jantung Hendrik berdegup dengan sangat kencang, apapun yang berhubungan dengan anaknya selalu membuatnya cemas.


Apakah putrinya akan baik-baik saja atau malah sebaliknya?

__ADS_1



__ADS_2