Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁸³. Cemilan dari Hendrik


__ADS_3

Setelah meninggalkan meja makan, Alana kembali ke kamarnya lalu meraih buku catatan kuliahnya.


Perempuan itu membaca buku selama beberapa menit tetapi dia tidak bisa fokus pada bukunya karena pikirannya selalu teralihkan oleh perasaan aneh yang ia alami tadi siang.


"Hah!! Mengapa mimpi itu terus berputar-putar di otakku?!" Gerutunya menutup buku catatannya sembari menutup matanya karena kesal.


Dia bermimpi seorang pria menggenggam tangannya dan menciumnya. Pria itu mengatakan kata-kata manis padanya,


Alana sangat menyukai kata-kata manis pria itu, ia juga merasa tenang dengan perlakuan pria itu, tetapi kemudian Agung yang selalu mengganggunya tiba-tiba datang dan memanggil pria itu darinya.


"Haiss!! Mengapa juga pria kecil itu berada dalam mimpiku dan merebut priaku?!!" Gerutu Alana merasa kesal sebab tak di dunia nyata maupun dunia mimpi Agung selalu mengganggunya.


Terus berada dalam kekesalannya tiba-tiba pintu kamarnya diketuk.


"Siapa?" Tanya Alana.

__ADS_1


"Ini aku Bu!" Terdengar suara Agung yang setengah berteriak dari balik pintu.


"Dia lagi!" Gerutu Alana menghela nafas, "Masuk!" Perintahnya.


Agung kemudian membuka pintu lalu memasuki kamar Ibunya dan melihat perempuan itu memandang kesal ke arahnya.


"Aku membawa cemilan untuk ibu. Cemilan ini sangat enak dan pasti akan membuat Ibu semakin semangat belajar." Kata Agung berjalan ke arah Alana dan menyodorkan setoples cemilan sembari menatap Alana dengan mata besarnya yang menggemaskan.


"Tidak usah, aku tidak suka makan cemilan di malam hari." Kata Alana mengalihkan pandangannya dari Agung karena dia semakin kesal melihat pria kecil yang selalu mengganggunya itu ternyata memiliki sisi yang menggemaskan.


Entah itu cemilan buatan Hendrik atau bukan, dia sudah mencobanya dan rasa cemilan itu juga sangat enak di lidahnya.


"Ya sudah, cepat keluar sana!" Ketus Alana saat melihat bagaimana pria kecil itu tak pernah tersinggung dengan kata-katanya.


"Baik ibu!" Seru Agung berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


Pria kecil itu belum keluar dari kamar ketika dia kembali berbalik melihat Alana, "Pokoknya aku jamin Ibu tidak akan kecewa menikmati cemilan itu!! Jangan lupa dimakan ya Bu!" Seru Agung.


"Hah,, ya!" Jawab Alana masih dengan suara ketusnya memandang Agung yang tersenyum kearahnya sebelum pria itu menghilang di balik pintu.


"Hah,,, astaga!! Anak itu benar-benar, aku pikir dia sudah kembali ke orang tuanya, tapi sekarang,,, hah,," Alana terus mendesak kesal sembari mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja.


Tatapannya tertuju pada setoples camilan yang diletakkan Agung di atas meja, cemilan berwarna kuning telur yang terlihat menggiurkan itu membuat Alana menelan air liurnya.


"Sebaiknya aku coba satu, kalau rasanya tidak enak aku akan membuangnya." Kata Alana mengambil toples itu dan mendapatkan sebiji cemilan dari dalamnya.


Perempuan itu dengan acuh tak acuh memasukkannya ke mulut nya lalu mengunyahnya selama beberapa detik.


Setelah itu tanpa sadar Alana kembali mengambil sebiji, lalu sebiji lagi, lalu terus mengambil sampai setengah toples cemilan itu telah berpindah ke perutnya lalu dia menyadari apa yang telah ia lakukan.


"Astaga!! Bagaimana mungkin aku menghabiskan segini?" Alana mengerjapkan matanya lalu menutup toples itu dan menyisihkan nya kesamping.

__ADS_1


Itu sangat aneh, dia selalu menghindari cemilan malam tapi bagaimana bisa hari ini dia menghabiskan setengah toples cemilan??


__ADS_2