Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹⁵⁰. Laporan Aristo


__ADS_3

Setelah diperiksa oleh dokter, Hans menghabiskan waktunya berendam air panas ditemani oleh dua perempuan cantik yang hanya memakai bikinni.


Dua perempuan itu berada di sisi kanan-kiri membantu pria tersebut meneguk anggur sembari menempelkan barang kenyal mereka ke tubuh pria itu.


Tak lupa pula kaki mereka yang jenjang dan halus melilit di kaki Hans hingga menimbulkan sensasi yang teramat membuat Hans melayang menikmati hidup.


"Hari ini aku akan membuat kalian merasa sangat puas karena dokter baru saja mengatakan bahwa kesehatanku sudah semakin membaik." Kata Hans dengan percaya diri.


Seorang pria meskipun memiliki tubuh yang bagus dan harta kekayaan yang tak berkesudahan, namun tetap saja masalah ketahanan bermain dengan perempuan adalah sesuatu yang paling penting di antara segalanya.


Menikmati wanita di hari tua adalah impian semua pria di dunia ini!!!


"Tuan,, Tuan selalu memuaskan kami jadi hari ini kami juga akan berusaha sekuat tenaga untuk memuaskan Tuan." Ucap salah satu gadis yang sedang memeluk Hans.


"Ha ha ha... !! Tentu saja, hari ini kita akan bersenang-senang!!" Tawa Hans lalu pria itu menciumi salah satu perempuan di sisi-nya sedangkan perempuan yang lain mendapat remasan dari tangan nya.


Pria itu masih menikmati barang milik wanita tersebut ketika pintu tiba-tiba didobrak dengan keras.

__ADS_1


Sekejap, 3 orang yang berada di dalam bak berendam melihat kearah pintu yang hampir rusak karena didobrak.


Hans mengerutkan keningnya melihat Aristo yang sudah bersikap kurang ajar, "Kau cari mati?!!" Bentaknya pada pria yang terlihat sangat cemas itu.


"Tu,, tuan!! Masalah besar telah terjadi!!!" Aristo berbicara dengan panik sembari menyerahkan iPad di tangannya pada Hans yang sedang duduk dengan tenang.


Hans menerima ipadnya dengan acuh tak acuh lalu membaca laporan yang baru saja terjadi.


"Sialan!! Apa ini?!!" Teriaknya penuh kemarahan.


Aristo melihat Hans, "Grup Wijaya baru saja menghianati kita dengan menjual seluruh informasi perusahaan kita pada grup internasional, saat ini kebocoran informasi menyebabkan banyaknya masalah yang terjadi di perusahaan.


"Yang lebih parah lagi,, peretasan besar-besaran terjadi pada klub judi yang ada di luar negeri sehingga menyebabkan kita mengalami kerugian sampai titik yang belum diketahui. .


"Sudah 30 menit berlalu dan para teknisi kita belum bisa memperbaiki masalah tersebut hingga menyebabkan kita terus menderita kerugian!!


"Kita bahkan tidak bisa menutup klub judi tersebut hingga penggunanya terus bertambah dan menyebabkan--"

__ADS_1


Brak!!!!


Aristo tidak jadi melanjutkan ucapannya karena iPad yang dipegang oleh Hans telah melayang ke arah wajahnya hingga membuat pria itu tersungkur ke belakang.


Darah mengalir dari wajahnya dengan rasa sakit yang memenuhi sekujur kepalanya.


"Berengsek!!! Kau masih berani berdiri di sini berbicara omong kosong dan bukannya pergi melakukan pencegahan untuk masalah ini?!!! Pergi!!!" Teriak Hans dalam kemarahannya membuat Aristo langsung berbalik meninggalkan tempat itu.


Dua perempuan yang berada di sisi kiri kanan Hans juga sangat ketakutan melihat Hans yang sangat marah jadi keduanya perlahan-lahan menyingkir untuk meninggalkan pria itu.


Tetap berendam sembari mengatur nafasnya, Hnas merasa seluruh tubuhnya tiba-tiba memanas dan keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya bercampur dengan air hangat yang ia gunakan untuk berendam.


"Manusia sialan!!! Berani-beraninya Wirawan berbuat seperti ini padaku?!!! Sialan!!!" Hans menggertakan giginya lalu pria itu berusaha berdiri untuk meninggalkan bak berendam ketika dia tiba-tiba terpeleset dan terjatuh.


Byur!!!


Suara air terciprat kemana-mana.

__ADS_1


Darah mengalir di pinggir bak berendam.


__ADS_2