
Kerugian besar-besaran yang melanda seluruh bisnis milik Gonedra tak mampu lagi diselamatkan, apalagi Black yang tidak bisa bertindak tanpa perintah dari Hans.
Yang lebih parahnya lagi, Hans sudah pingsan selama 1 hari jadi saat ini kondisi perusahaan benar-benar tidak bisa lagi ditangani.
"Sialan!!! Kalian belum bisa memyembuhkan Tuan Hans?!!" Teriak Aristo pada 5 dokter yang telah menangani Hans tetapi sama sekali tidak membuahkan hasil.
"Tuan,, karena penanganan yang terlambat pada Tuan Hans membuat tubuhnya semakin tidak bisa bertahan jadi--"
Plak!!!"
Dokter itu belum menyelesaikan ucapannya ketika sebuah tamparan keras dari Aristo membuatnya tersungkur di lantai.
"Kalian semua bodoh!!! Tidak berguna menjadi dokter!! Kalian di sini Ada 5 orang tetapi tidak bisa menyembuhkan satu orang yang sedang sakit!!!" Teriak Aristo penuh kemarahan.
"Maafkan kami Tuan,," hanya kata maaf yang bisa diucapkan oleh para dokter itu.
"Maaf?!! Apa kalian pikir Maaf bisa menyembuhkan Tuhn yang sedang sakit?!! Dengar ya,, kalau sampai besok pagi Tuan tidak membuka matanya maka kalian berlima dan seluruh keluarga kalian akan berakhir menjadi makanan anjing!!!" Teriak Aristo pada kelima dokter itu lalu menoleh pada beberapa pengawal di samping, "Seret dokter-dokter bodoh ini keluar!!"
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab para pengawal lalu mereka segera menyeret kelima dokter itu keluar dari kamar Hans.
Setelah suasana menjadi tenang, Aristo melihat pada ranjang di mana Hans sedang terbaring dengan wajah yang pucat dan selang memenuhi seluruh tubuhnya.
'Sial...!!! Black tidak bisa melakukan apapun tanpa perintah langsung dari Hans, lalu apa yang akan terjadi sekarang? Kebangkrutan begitu saja?!!' Aristo memijat keningnya yang berdenyut.
Awalnya pria itu mengadakan rapat dadakan untuk mengatakan bahwa selama dia masih hidup dan sebuah perintah diberikan pada Black tanpa keluar dari mulutnya secara langsung, maka perintah itu tidaklah valid.
Jadi sekarang, Black tidak akan menerima perintah dari siapapun karena Hans masih hidup, tetapi saat ini pria itu sedang sekarat tanpa bisa mengatakan sepatah kata pun!!
"Ada apa?!" Tanya Aristo.
"Diluar ada segerombolan orang dari pihak bank yang datang untuk menagih hutang." Kata bawahan itu membuat Aristo semakin menggertak kan giginya.
"Tahan mereka! Tidak ada yang boleh masuk ke kemari tanpa persetujuan dariku!!" Perintah Aristo.
"Baik Tuan," jawab sang bawahan lalu pria itu segera keluar untuk melakukan perintah Aristo.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, ponsel Hendrik terus berdering memperlihatkan panggilan dari Patra yang terus masuk setiap 1 menit.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Mengapa pria tua itu belum bertindak juga pada keluarga Wijaya?" Tanya Hendrik pada Dirga yang menemaninya.
"Saya akan mencari tahunya sekarang," ucap Dirga lalu pria itu segera keluar untuk mendapatkan informasi dari kediaman Hans.
Setelah beberapa menit, Dirga kembali menghadap Hendrik.
"Ada apa?" Tanyanya saat melihat wajah Dirga tampak tidak baik, pastilah kabar buruk.
"Ternyata rapat dadakan yang diadakan Hans bersama Black adalah rapat yang yang mengatakan bahwa selama Tuan Hans masih hidup maka tidak ada satupun yang boleh memerintah Black selain dirinya.
"Saat ini Tuan Hans dalam keadaan koma, jadi dia tidak bisa memerintah Black sehingga tidak ada pergerakan dari black untuk menangani masalah perusahaan yang menjerat keluarga Gonedra." Ucap Dirga membuat Hendrik mengerutkan keningnya.
"Hah,, pria itu,," Hendrik tak habis pikir.
Hans baru saja menggali kuburannya sendiri.
__ADS_1