Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁹¹. Foto selfie seorang pria


__ADS_3

Melihat ibunya meninggalkan kamar, Agung lalu kembali ke tempat tidur membawa kotak putih di tangannya.


'Pikirkan caranya nanti, sekarang aku harus melihat apa yang diberikan pria itu padaku.' pikir Agung sembari membuka kotak putih di tangannya dan terkejut melihat sebuah ponsel diletakkan di sana.


"Wahhh,,, benda ini!! Mirip dengan yang dipunyai oleh kakek!" Ucapnya mengambil benda pipi itu.


"Tapi,, bagaimana cara menggunakannya?" Agung memeriksa benda pipi itu dengan teliti hingga menemukan sebuah tombol dan menekannya.


Karena hanya ditekan sesaat, ponsel itu tidak menyala jadi pria itu menekannya berkali-kali, tapi tetap tidak menyala juga.


"Aku tanyakan saja pada ibu!!" Seru Agung kemudian meninggalkan kamarnya ke depan kamar Ibunya dan mengetuk pintu.


Tok tok tok...


"Siapa?!!" Terdengar suara yang judes dari dalam kamar yang tak lain adalah suara ibunya.


"Ini aku Bu,, Aku ingin meminta bantuan ibu untuk mengajariku sesuatu." Ucap Agung.


"Aku tidak ada waktu! Jangan menggangguku!!" Ucap Alana dengan kesal.


Mendengar ibunya tidak mau membantunya, Agung memegang benda pipi di tangannya dengan lesu lalu berpikir sesaat.


'Aku tahu!!' Agung tersenyum kemudian meninggalkan villa itu dan pergi ke villa Hendrik mendapatkan cemilan yang ia lihat di kamar Hendrik.


Setelahnya, pria kecil itu kembali berdiri di depan pintu kamar Alana dan mengetuk pintu itu.

__ADS_1


Tok tok tok...


"Apa lagi??!!" Terdengar suara Alana mengandung kemarahan.


"Maafkan aku ibu tapi aku,,," Agung terkejut ketika pintu kamar tiba-tiba terbuka memperlihatkan Alana yang memandangnya dengan tatapan penuh kemarahan "Eh,, Ibu, Aku membawa cemilan untuk Ibu." Ucap Agung sedikit mengerjapkan matanya.


Alana memperhatikan pria kecil di depannya, pria itu memeluk sekotak cemilan yang merupakan cemilan yang ia cari.


"Baiklah, masuk!" Kata Alana kemudian membiarkan Agung memasuki kamarnya.


Dari tempatnya ia memandang sinis pada pria kecil yang tersenyum cerah berjalan ke arah sofa.


'Haiss,, anak ini,,, mana mungkin aku akan membiarkannya masuk seandainya dia tidak membawa cemilan itu!' gerutu Alana menutup pintu kamarnya lalu menyusul Agung untuk duduk di sofa.


"Hmm! Bantuan apa yang kau inginkan?" Tanya Alana sembari membuka tutup toples.


Melihat ibunya yang berniat untuk membantunya, senyum Agung semakin melebar lalu dia memperlihatkan ponsel yang sedari tadi ia pegang.


"Temanku memberikan benda ini untukku sebagai hadiah, tapi aku tidak tahu cara menggunakannya, jadi aku mau meminta tolong pada ibu supaya ibu mengajariku cara menggunakannya." Ucap Agung.


Alana melihat ponsel di tangan Agung lalu mengulurkan tangannya mengambil benda pipi itu.


"Ponsel keluaran kapan ini? Mengapa aku tidak pernah melihatnya?" Kata Alana memperhatikan ponsel itu lalu menekan tombol powernya selama beberapa detik.


"Ambilkan ponselku," ucap Alana sembari menunjuk ponselnya yang diletakkan di atas meja.

__ADS_1


"Baik!" Agung berseru senang berjalan kearah meja. Ini pertama kalinya Alana membiarkannya menyentuh barang-barang perempuan itu.


"Ini Bu!" Ucap Agung.


Alana yang mengambil ponsel itu membuka pencarian Google dan memotret spesifikasi ponsel di tangannya untuk dicari di Google.


OOPS! PENCARIAN TIDAK DITEMUKAN!


"Ada apa ini?" Alana kembali memotret.


Namun, hal yang sama masih terjadi, tulisan 'OOPS! PENCARIAN TIDAK DITEMUKAN!' kembali muncul di layar ponselnya.


"Ini sangat aneh,," kata Alana meletakkan ponselnya lalu kembali memandangi ponsel milik Agung.


Layar itu sedang menunjukkan tulisan 'Loading...' jadi Alana menunggu selama beberapa detik di di ikuti Agung yang juga duduk di samping Alana sembari terfokus pada layar ponsel di tangan ibunya.


Ding!!


Welcome!


Pemrosesan telah selesai, lalu muncul background ponsel yang membuat Alana mematung.


Foto selfie seorang pria dewasa yang dibalut kaos berwarna hitam sedang tersenyum ke kamera.


"I,,ibu!!!" Agung berteriak sangat panik.

__ADS_1


__ADS_2