
Hari terus berlalu dan interaksi Hendrik, Alana dan Agung semakin lebih dekat sehingga mereka semakin terlihat seperti keluarga yang sangat harmonis.
Hal itu membuat Romi bisa tidur dengan tenang di malam hari karena memikirkan Alana dan Agung sedang dijaga oleh Hendrik di Villa milik pria itu.
Namun, suatu malam yang tak diindahkan ketika seorang tamu tiba-tiba datang di Villa milik Hendrik.
Alana, Agung dan Hendrik sedang berada di lantai 2 menikmati pizza yang dibuat Hendrik pada malam hari itu ketika seorang bawahannya tiba-tiba menghampirinya.
"Di bawah ada Nona Patra," ucap sang bawahan mengejutkan Hendrik yang tak menyangka bahwa Patra akan datang ke villanya.
'Sial!! Dari mana perempuan itu mengetahui alamat rumahku?' Hendrik menggerutu dalam hati karena selain dirinya maka hanya Hans lah yang mengetahui alamat Villa nya.
"Siapa Nona Patra?" Tanya Alana sembari menatap ke arah Hendrik untuk mendapatkan jawaban dari pria itu.
Hendrik terdiam beberapa detik, dia tidak tahu harus menjawab apa. Jika dia berbohong pada Alana lalu akhirnya ketahuan maka perempuan itu mungkin akan semakin marah padanya, tetapi jika dia mengatakan bahwa Patra adalah perempuan yang dijodohkan Hans dengannya,,, Bagaimana reaksi perempuan itu?
__ADS_1
"Ayah? Ibu bertanya pada Ayah!" Agung ikut berbicara saat melihat Hendrik hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Alana.
"Aku akan menjelaskannya nanti, sekarang aku akan turun menemuinya. Kalian jangan kemana-mana dan tetap disini menungguku," ucap Hendrik mendekatkan diri ke Alana mencium kening perempuan itu lalu kening Agung.
"Ingat,, jangan turun ke bawah." Kata Hendrik diangguki Agung.
Melihat putranya mengangguk tetapi Alana hanya diam saja, Hendrik kemudian menghela nafas, "Percayalah padaku," katanya memegang tangan Alana.
"Baiklah, kau boleh pergi," ucap Alana meski hatinya terasa tak nyaman.
"Ibu,, makanlah,," ucap Agung ketika Hendrik telah pergi dan ia melihat ibunya terus memandang kearah pintu yang telah ditutup oleh Hendrik.
"Ah,," Alana balik menatap Agung lalu menerima suapan dari tangan kecil putranya.
"Apakah Ibu sedih karena Ayah pergi menemui perempuan lain?" Tanya Agung pada Alana.
__ADS_1
"Tidak,, mana mungkin Ibu sedih? Ayahmu hanya pergi menemui perempuan itu karena ada sebuah urusan. Dia akan segera kembali," ucap Alana mengambil sepotong pizza lalu mengarahkannya untuk menyuap Agung.
Setelah menerima suapan dari ibunya, Agung mengunyah pizza itu sembari memperhatikan wajah Alana yang tampak sedikit murung.
'Huh!! Ibu bilang dia tidak sedih, tapi wajahnya tidak bisa membohongiku!!' pikir Agung dalam hati sembari memutar otaknya, bagaimana cara menghibur ibunya.
Setelah beberapa detik, pria itu kemudian tersenyum lalu memegang tangan Alana.
"Ada apa?" Tanya Alana saat pria kecil itu turun dari kursi dan menarik Alana agar mengikutunya.
"Ayo kita pergi mengintip Ayah!!" Ucap Agung dengan senyum ceria diwajahnya.
Dia pikir ketika mereka pergi mengintip Apa yang dilakukan Hendrik bersama perempuan itu maka hati ibunya akan lebih tenang sebab mereka bisa mengawasi kedua orang itu.
Sesaat Alana terdiam memikirkan usulan putranya, "Baiklah, tapi kita tidak boleh berisik." Ucap Alana.
__ADS_1
"Tentu!!" Seru Agung lalu kedua orang itu segera keluar dari ruangan dan berjalan mengendap-endap ke arah tangga.