
Sesuai percakapannya dengan Hans, maka X meninggalkan kediaman Hans dan langsung menggunakan seluruh sumber daya yang ia miliki untuk menyuruh semua pemegang saham di grup Wijaya agar menarik saham mereka secara serempak.
Akhirnya hanya dalam kurun waktu 1 jam keluarga Wijaya mengalami kebangkrutan sebab saham perusahaan yang terus menurun secara drastis.
Wirawan yang berada di kantornya sibuk menghubungi satu persatu orang yang bisa membantunya tetapi semuanya sudah tidak bisa lagi membantu sebab mereka telah dibayar oleh orang-orang suruhan X.
"Sialan!! Mengapa jadi kacau begini?!!!" Wirawan berteriak dengan kesal.
"Ayah!!!" Tiba-tiba Patra berlari ke ruangannya.
"Putriku," ucap Wirawan terkejut melihat kedatangan putrinya.
"Ayah,, apa yang terjadi? Mengapa kita diberitakan bangkrut?" Tanya Patra sembari memperlihatkan ponselnya pada Ayahnya.
Dia baru saja berjalan dari rumah sejak 1 jam yang lalu dan situasinya masih baik-baik saja tetapi setelah tiba di kantor dia terkejut mendapati berita yang mengatakan bahwa mereka telah bangkrut.
"Putriku, kita--"
__ADS_1
"Tuan Wirawan!!!" Tiba-tiba segerombolan pria memasuki kantor Wijaya mengejutkan ayah dan anak yang sedang berdiri bersama.
"Siapa kalian?!!" Wirawan bertanya sembari menarik putrinya ke belakang saat melihat para pria yang ada di depan mereka tampak seperti orang-orang yang datang untuk membuat kerusuhan.
"Ha ha ha..!!! Serahkan putrimu untuk ikut bersama kami atau kalian berdua akan kami kirim ke neraka!!!" Teriak salah satu pria yang merupakan pemimpin dari 5 orang yang bersamanya.
"Apa yang kalain inginkan?!!" Wirawan mengambil ponselnya untuk menghubungi orang-orangnya, tetapi belum sempat dia menekan satu tombol pun saat salah satu pria mendekatinya dan mendorongnya hingga tersungkur di lantai.
Brak!!!
Ponsel Wirawan dilemparkan ke lantai sehingga ponsel itu hancur berkeping-keping.
"Hah,, bawa perempuan ini. Ingat untuk tidak melukainya karena Tuan Hans menginginkannya sebagai pelayan ranjangnya!!!" Kata pria itu mendorong Patra ke beberapa pria berbaju hitam yang ada di sampingnya.
"Baik Tuan," jawab salah satu pria mengeluarkan sapu tangan dari sakunya lalu menuangkan obat ke sapu tangan itu.
"Tidak!! Jang,, Ng... Nggnn.....!!" Patra meronta-ronta saat ia dibekap dengan sapu tangan yang mengandung obat bius.
__ADS_1
Tak sampai 1 menit, perempuan itu jatuh lemas di tangan pria yang baru saja membekapnya.
"Apa yang kalian lakukan?!! Lepaskan putriku!!!" Wirawan berdiri untuk menyelamatkan putrinya tetapi pria yang berada di dekatnya langsung memberinya sebuah pukulan hingga pria itu kembali tersungkur di lantai.
Dengan gemetaran, Wirawan menatap pria pria didepannya, "Apakah Hans yang telah memerintahkan kalian untuk melakukan semua ini?!!" Tanyanya.
"Tentu saja Tuan Hans, ini adalah balasan untukmu karena kau sudah menjadi penyebab kehancuran perusahaan Tuan Hans!!! Mulai sekarang kau nikmati kehancuranmu menjadi seorang gelandangan!!!" Ucap salah satu pria sembari melemparkan tatapan jijiknya pada Wijaya.
"Apa maksud kalian? Aku tidak pernah melakukan apapun pada perusahaan tuan kalian!!" Ucap Wirawan.
Salah seorang pria tersenyum mencibir, "Oh ya,, kalau begitu anggap saja kau sedang sial. Sebaiknya kau bertahan menjadi seorang gelandang karena mungkin suatu hari kelak kau bisa berjumpa dengan putrimu yang sudah menjadi budak tuan Hans..!!
"Oya, satu lagi pesan Tuan Hans yang harus ku sampaikan padamu, Tuan Hans bilang jika putrimu sudah tidak perawan lagi, dia akan menjadikannya sebagai makanan buaya!!!"
"A.. apa?!!" Wajah Wirawan memucat di tempatnya.
"Sialan!! Kalian tunggu apalagi?! Cepat pukul dia sampai babak belur lalu kita tinggalkan tempat ini!!" Perintah pemimpin pasukan itu lalu semua pasukannya langsung menyerbu Wirawan secara bersamaan.
__ADS_1
Buk buk buk.....
"Ah!! Akh!!!"