
Romi masih berdiri dengan cemas menunggu laporan dari orang yang memeriksa CCTV Villa ketika dia terkejut melihat seorang pria kecil berlari ke arahnya.
"Kakek!!!" Teriak Agung berlari dengan langkah pendeknya sembari membawa sebuah paperbag yang terlihat berat untuk anak berusia 4 tahun.
"Cucuku!!" Seru Romi segera menyambut Agung dan membawa pria kecil itu ke gendongannya.
"Kakek! Apa kau mencariku?" Tanya Agung sembari menatap Romi dengan wajah cerianya.
"Tentu saja!! Kakek sangat cemas karena Ibumu bilang kau menghilang selama satu hari penuh. Kau dari mana?" Tanya Romi memperhatikan cucunya dan juga paperbag ditangan cucunya.
"Dia bersamaku," tiba-tiba suara seorang pria dewasa menarik perhatian Romi.
Romi langsung menoleh ke sumber suara dan wajah pria itu sangat terkejut saat melihat orang yang datang adalah Hendrik!
"Kau!! Apa yang kau lakukan di sini?!!" Tanya Romi sembari menggertakkan giginya.
Bagaimana bisa Hendrik menemukannya?
Dia sudah bersembunyi dengan hati-hati, bahkan satupun orang tidak ada yang mengetahui dimana dia tinggal. Tapi kini???
"Kita bisa berbicara lagi nanti. Saat ini aku hanya datang menyapa Anda sebentar sekaligus mengantar putraku untuk pulang. Aku akan kembali lagi besok dan menjemput putraku." Ucap Hendrik tersenyum.
__ADS_1
Dia tidak mau bertindak terburu-buru, dia takut kalau apa yang dikatakan Agung itu benar hingga membuat Alana jadi semakin sakit.
"Apa maksudmu? Kembali lagi besok?" Tanya Romi sembari menyertakan giginya, beraninya pria itu membawa kabur cucunya??
"Ya,, Aku tinggal di Villa sebelah. Jadi,,, sampai jumpa besok. Dan kau pria kecil, jangan lupa bangun pagi pagi!" Ucap Hendrik tersenyum pada Agung sebelum berbalik meninggalkan Romi dan Agung.
Dia sangat ingin bertemu Alana, tetapi dia tahu bahwa dia sangat tidak layak untuk menemui perempuan itu. Apalagi cerita Agung,, dia merasa bersalah.
"Kakek! Ayo kita masuk, di luar sini sangat dingin." Kata Agung setelah Hendrik menghilang dari pandangan mereka dan Romi masih berdiri di sana menatap ke arah mana Hendrik pergi.
"Ahh, baiklah." Jawab Romi lalu menggendong cucunya kedalam rumah.
"Ayah, kenapa membawanya kembali?" Tanya Alana dengan kesal.
Dia sudah merasa sangat senang setelah seharian tidak bertemu dengan Agung tapi mengapa sekarang pria bawel itu kembali lagi?
"Ibu! Aku pergi mencari makanan untuk ibu. Ibu pasti menyukai makanan ini!" Kata Agung segera memberi kode pada Romi agar ia diturunkan.
Pria kecil itu lalu mendekati Alana dan menyerahkan paper bag di tangannya.
"Lihatlah!" Agung begitu antusias menyerahkan paper bag itu pada Alana.
__ADS_1
"Hah! Kau pikir kau bisa menyogokku dengan makanan?!" Alana masih memperlihatkan wajah kesalnya.
"Tapi, ini makanan yang sangat enak, kalau Ibu tidak mencobanya Ibu pasti akan menyesal!" Ucap Agung.
Pokoknya dia harus berhasil membujuk ibunya supaya ibunya mau memakan makanan buatan ayahnya.
"Hah,, buang saja itu!! Aku tidak berniat makan itu." Jawab Alana dengan ketus.
"Ya,, sayang sekali. Kalau begitu aku lah yang akan memakannya nanti." Ucap Agung tidak menampakan rasa sedih atas penolakan ibunya, pria kecil itu hanya berjalan ke ruang makan dengan senyum mengembang di wajahnya.
'Pokoknya aku harus mencari cara agar ibu memakan masakan Ayah, tapi bagaimana caranya?' Agung menghela nafas lalu melihat menu makanan yang telah disiapkan pelayan di meja makan.
Beberapa detik melihat makanan itu, Agung akhirnya tersenyum 'Ahh,, aku ganti saja semua makanan ini dengan makanan yang dimasak oleh ayah! Dengan begitu, mau tidak mau ibu harus memakannya!!' ucap Agung dalam hati lalu pria kecil itu segera bertindak sesuai rencana nya.
Sementara di ruang keluarga, Romi mendekati putrinya dan berkata "Kamu jangan terlalu kasar pada Agung, dia masih kecil, belum tahu apa-apa."
"Ayah.. orang tuanya saja tidak memperdulikannya jadi mengapa aku harus repot? Seandainya dia berhenti memanggilku ibu dan dan tidak lagi muncul dihadapanku maka aku tidak akan memperlakukannya dengan kasar." Gerutu Alana yang selalu kesal setiap kali Agung muncul di hadapannya dengan mulutnya yang tidak pernah berhenti berbicara.
Sangat mengesalkan bagi pendengarannya, terutama panggilan ibu yang selalu dilontarkan oleh Agung padanya!
__ADS_1