
Setelah meninggalkan Patra di dermaga, kelima helikopter yang dipimpin oleh Aldo berterbangan ke arah Villa yang terletak di tengah pulau.
Mereka mendarat di lindasan khusus untuk helikopter lalu mereka mulai berpencar untuk memeriksa tempat itu.
Aldo berjalan dengan santai memasuki Villa dan setelah beberapa menit Ia mendapat laporan dari anak buahnya.
"Kami menemukan Hans terbaring di lantai 2 arah jam 11.00." lapor seseorang langsung diikuti oleh Aldo yang naik ke lantai 2.
Berjalan menuju arah jam 11.00, Aldo melihat bawahannya telah menunggunya di ujung koridor.
Pria itu mendekati bawahannya lalu bertanya, "Di mana pria itu?"
Sang bawahan langsung membuka pintu kamar yang tak jauh darinya, "Di dalam sini." Kata bawahan itu sembari mengikuti Aldo yang kini berjalan masuk ke kamar milik Hans.
Aldo pelan-pelan mendekati pria yang terbaring di tempat tidur dengan berbagai alat penunjang hidup menempel di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
"Dia masih hidup, dan sepertinya orang-orang begitu ketakutan karena mendengar berita Black yang dibangkutkan jadi mereka meninggalkannya di sini." Ucap sang bawahan sembari mengamati layar monitor yang memperlihatkan kondisi kesehatan Hans.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Aldo sembari mengeluarkan ponsel dari sakunya untuk melaporkan keadaan pada Hendrik.
Sang pengawal mendapatkan sebuah catatan yang diletakkan di atas meja lalu membacanya secara seksama.
Setelah memahami isi catatan itu, sang pengawal menatap Aldo yang kini melihatnya, pria itu menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Sudah tidak ada harapan lagi, pria ini hanya menunggu waktu untuk menghembuskan nafas terakhirnya."
Aldo dengan tenang mengalihkan perhatiannya dari bawahannya lalu pria itu melihat Hans yang tidur dengan wajah pucat.
Aldo lalu pria itu kembali fokus pada ponselnya untuk menghubungi Hendrik.
Sembari panggilannya menunggu dijawab oleh Hendrik, Aldo meninggalkan kamar untuk menerima telepon di tempat yang lebih tenang.
Setelah keluar dari kamar dan tiba di balkon, akhirnya panggilan itu terhubung.
__ADS_1
"Katakan," ucap Hendrik dari seberang.
Aldo menghela nafas, "Tuan, kami sudah menemukan pulau tersembunyi yang dihuni oleh Hans. Seluruh orang-orang yang bersama Hans telah meninggalkan pulau menaiki kapal tetapi kapal itu sudah kami hancurkan dan dipastikan bahwa seluruh penumpangnya telah tewas.
"Lalu saya juga menyelamatkan perempuan bernama Patra dan membiarkannya tetap hidup di pulau milik Hans. Tapi,, saat ini saya berada di Villa milik Hans dan mendapati Hans dalam keadaan sekarat, dari pemeriksaan kesehatan dikatakan bahwa pria itu sudah tidak ada harapan. Saya menunggu perintah dari Tuan." Ucap Aldo.
Beberapa saat, Aldo tidak mendengarkan jawaban dari seberang telepon jadi pria itu kembali berkata, "Sepertinya seluruh anak buah Hans sengaja meninggalkan Hans di pulau karena mereka sudah menduga bahwa kami akan datang. Sepertinya mereka tidak mau repot membawa seseorang yang hampir mati hingga mereka meninggalkan Hans sendirian di villanya."
"Itu adalah karma untuknya jadi biarkan saja dia di situ menjadi satu-satunya orang yang menghuni villanya." Ucap Hendrik dari seberang telepon.
"Saya mengerti Tuan, Lalu bagaimana dengan perempuan yang bernama Patra? Haruskah saya juga meninggalkannya di pulau ini?" Tanya Aldo yang merasa bahwa perempuan itu tidak akan bertahan jika dia ditinggalkan di pulau itu sebab Patra adalah seorang mantan Nona dari keluarga besar.
"Bawa dia kembali ke ibukota. Tidak,, buang dia di kota kecil yang tak jauh dari pulau itu." Perintah Hendrik Di mana pria itu tidak mau bila Patra kembali ke ibukota lalu perempuan itu membalas dendam dengan cara merusak hubungannya bersama Alana.
"Baik Tuan,, saya mengerti." Jawab Aldo lalu panggilan itu segera diakhiri.
__ADS_1
Aldo melakukan semua perintah Hendrik sebelum kembali ke ibukota untuk mengurusi masalah-masalah yang masih tersisa di ibukota.