Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁸⁶. Kerjasama yang menguntungkan


__ADS_3

Tiba di ibukota, Hendrik memasuki sebuah klub yang merupakan klub terbesar di ibu kota di bawah naungan Gonedra.


Sebagai pewaris dari klub itu, Hendrik diperlakukan dengan sangat baik, ia segera diantar melalui jalur VIP ke sebuah ruang pertemuan yang telah diatur oleh Dirga.


Begitu tiba di sana, dia sudah ditunggu oleh seorang rekan bisnis Hans yang bernama Tuan Juan.


Namun, pria itu tidak sendiri karena ternyata Juan membawa ikut putrinya yang bernama Shela.


"Tuan Juan, Nona Shela," ucap Hendrik menyapa dua orang itu.


Juan tidak berkata apapun, pria itu hanya mengangguk diikuti Shela yang tersenyum lalu membiarkan Hendrik duduk di depan mereka.


"Terima kasih telah memenuhi undangan saya, saya akan langsung saja, ini mengenai kerja sama perusahaan kita yang akan terus berjalan. Ayah saya sudah memberikan wewenang untuk menjalankan perusahaan tetapi karena saat ini saya tidak memiliki sepeser pun saham di tangan saya, maka ini membuat saya merasa sulit untuk mengambil keputusan penuh.


"Padahal,, kerja sama kota pada proyek x sangat diharapkan untuk sebuah modal besar, tetapi karena masalah ini ayah saya tidak mau memberi lebih banyak dan saya sedikit sulit untuk meyakinkan dewan direksi. Jadi saya berharap Anda sebagai rekan dan teman dekat ayah saya mungkin bisa membujuk Ayah saya untuk membantu saya keluar dari masalah ini." Ucap Hendrik.


"Hmm,, jadi ini,, aku juga tidak menduga kalau ternyata sampai sekarang ayahmu masih belum memberi sepeserpun sahamnya padamu. Itu sangat aneh,," Juan memikirkan ucapan Hendrik.


Proyek mereka kalau bisa memanfaatkan Hendrik maka akan memberinya keuntungan besar, bagaimana pun, Hans sudah memutuskan batasannya, tapi kalau dia bisa memanfaatkan Hendrik, maka,,, dia akan untung besar.

__ADS_1


"Saya berharap Tuan Juan mau melakukannya, ini akan menguntungkan kita berdua. Saya tahu, Tuan Juan bisa meyakinkan beberapa rekan ayah saya yang lainnya agar mendesak nya," Ucap Hendrik dengan penuh keyakinan.


Juan berpikir sesaat, memang benar, dia bisa mempengaruhi Hans, apa lagi jika dia tidak sendiri.


Ini hanya sebuah saham, pada akhirnya Hans juga akan menyerahkan semua sahamnya pada Hendrik sebagai pewaris satu-satunya.


"Baiklah, tapi aku punya sebuah syarat lain," ucap Juan.


"Katakan aja," ucap Hendrik.


"Mengenai perjodohanmu dengan Cleopatra, aku ingin aku membatalkannya dan memilih putriku." Ucap Juan menatap putrinya yang sengaja ia ikutkan agar bisa bertemu Hendrik.


Lagi pula, Hendrik memang calon menantu yang hebat!


"Baiklah, tapi saya perlu waktu melakukannya." Jawab Hendrik.


"Benarkah? Tuan Hendrik aku menikahi saya?" Shela sangat senang.


"Tidak ada yang bisa menolak gadis sepertimu," ucap Hendrik membuat Shela melambung tinggi.

__ADS_1


"Benar 'kan Ayah! Sudah ku bilang apa yang ku ceritakan kemarin itu benar! Patra sama sekali bukan sainganku, Tuan Hendrik hanya terpaksa menerima perhodohan itu." Ucap Shela.


"Baiklah, kalau begitu kita sepakat." Ucap Juan berjabat tangan dengan Hendrik.


Setelah berbasa-basi sebentar, tiga orang itu kemudian berpisah.


Dirga segera memasuki ruangan.


"Tuan," katanya menyerahkan informasi dari orang kedua tangankan ditemui Hendrik.


"Berapa lama di tiba?" Tanya Hendrik.


"Sekitar 15 menit lagi. Tapi saya menekankan kalau dia adalah orang yang keras, tidak terlalu condong pada keuntungan tetapi lebih pada harga diri." Ucap Dirga yang sudah menyelidiki infomasi mengenai tamu mereka yang berikutnya.


"Itu lebih bagus lagi. Persiapkan berkas yang ku perintahkan untukmu," perintah Hendrik.


"Baik Tuan," jawab Dirga lalu meninggalkan Hendrik.


'Hm,, orang-orang ini,, seharusnya sudah dari dulu mereka sukses seandainya mereka sedikit lebih pandai mengambil jalan,,' Pikir Hendrik mengamati informasi di tangannya.

__ADS_1


Terlalu banyak kesempatan yang di buang hanya karena menjaga sebuah hal yang tidak berguna.


__ADS_2