Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹⁵¹. Memanggil Ambulans


__ADS_3

Hans merasakan seluruh tubuhnya bergetar dengan rasa sakit di kepalanya membuat pria itu meringis sembari berpegangan untuk meraih ponsel yang diletakkan di meja.


Hans meraih ponsel itu, mengandalkan penglihatannya yang semakin kabur, pria itu berusaha menekan tombol pada layar ponselnya.


Drrtt.... Drrrtt.... Drrtt....


Menunggu panggilan itu terhubung, Hans merasa seluruh kesadarannya hampir hilang.


Untunglah orang yang ia telepon langsung menjawab, "Tuan."


"Dokter!! Baw--" Hans tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena rasa sakit di kepalanya semakin menjadi-jadi dan tangannya tak mampu lagi menahan ponsel hingga ponsel itu terjatuh ke dalam air.


Aristo yang ditelepon Hans, pria itu sudah berada di atas mobil hendak mengendarai mobilnya ke markas Black untuk meminta pertolongan saat pria itu dengan cepat memutar balik mobilnya.


"Sial....!!!" Aristo menggerutu dengan kesal sembari melihat layar ponselnya yang telah menghitam karena panggilan yang telah terputus.


Pria itu dengan cepat menekan nomor dokter pribadi Hans.


"Ya Tuan?" Suara dokter dari seberang telepon.


"Datang kediaman Gonedra!" Ucap Aristo dengan panik.

__ADS_1


"Ah,, maaf, tapi saat ini saya sudah berada di bandara untuk pergi ke luar negeri. Sekarang giliran saya untuk--"


"Persetan dengan perjalanan ke luar negeri!! Datang kemari dalam waktu 15 menit atau seluruh keluargamu akan dimusnahkan!!!" Teriak Aristo pada orang di seberang telepon lalu mematikan panggilan itu secara sepihak


Dengan kecepatan 180 km per jam pria itu akhirnya tiba di kediaman lalu langsung berjalan ke dalam melihat Hans telah dipindahkan ke kamarnya.


"Dimana dokter Gen?!!" Tanya Aristo pada bawahannya saat melihat Hans hanya dibaringkan di sana dengan darah yang masih melumuri seluruh tubuhnya.


Padahal di kediaman itu juga terdapat dokter umum untuk berjaga-jaga bila ada yang terluka.


"Maaf tuan, 5 menit yang lalu dokter Gen ditemukan tewas di kamarnya." Jawab salah seorang bawahan yang merupakan mata-mata Hendrik di kediaman Gonedra.


"Panggil ambulans!!!" Teriak Aristo dengan marah.


Pengawal yang ketakutan langsung menjawab, Baik Tuan," lalu pengawal itu segera melakukan tugasnya.


Aristo menggertakkan gigi melihat pria yang terbaring di tempat tidur lalu menoleh pada pengawal yang merupakan mata-mata Hendrik.


"Bagaimana bisa kalian tidak langsung menghubungi dokter setelah mengetahui dokter umum yang bertugas di rumah ini telah meninggal??!" Teriak Aristo.


Pria bernama Raihan yang sementara di bentak langsung menjawab, "Kami pikir Tuan dalam perjalanan menjemput dokter jadi--"

__ADS_1


Plak!!


Sebuah tamparan yang dilayangkan Aristo langsung mendarat di pipi Raihan.


"Bodoh!!!" Umpat Aristo pada Raihan, "Jika terjadi sesuatu pada Tuan maka kau akan kehilangan kepalamu dan seluruh kepala anggota keluargamu juga akan kupotong dan ku gantung bersama kepalamu di lubang buaya!!! Keluar!!!"


Setelah dibentuk oleh Aristo, Raihan tidak berlama-lama lagi disitu, pria itu langsung keluar dari ruangan lalu berjalan ke arah parkiran mengendarai mobilnya meninggalkan kediaman Gonedra.


Ketika dia sudah berada beberapa meter dari rumah Gonedra, dia mendengar sirine ambulans jadi pria itu langsung memarkirkan mobilnya di tengah jalan.


Wiiuu Wiiuu Wiiuu.......


Ambulans yang berlari dalam kecepatan tinggi langsung berhenti ketika sebuah mobil menghalangi perjalanan mereka.


"Ada apa ini?!!" Teriak salah seorang yang turun dari ambulans berlari menghampiri mobil yang menghalangi jalan mereka.


"Tuan,, mobil saya mogok!" Ucap Raihan melangkah keluar dari mobilnya.


"Sialan!!! Cepat dorong ke pinggir jalan!!" Teriak sang petugas ambulans berlari ke belakang mobil dan mendorong mobil milik Raihan ke pinggir jalan.


"Terima akish Tuan,,"ucap Raihan setelah mobilnya dipinggirkan ke jalan lalu ambulans itu berjalan pergi.

__ADS_1


'Kau harap kalian masih menemukan pria tua itu dalam keadaan hidup.' Ucap Raihan tersenyum memasuki mobilnya lalu mengendarai kendaraannya meninggalkan tempat itu.


__ADS_2