
"Tidak!! Ayo kita coba sekali lagi ayahmu pasti sangat senang saat dia pulang nanti dan melihat kita berhasil memasak untuknya." Kata Alana menghentikan putranya yang hendak menelpon Hendrik.
Agung tampak berpikir sesaat, dia tahu seberapa kali pun mereka mencoba pasti tidak akan berhasil, sebab sedari tadi mereka sudah menghabiskan dua rak telur namun telur dadar saja tak bisa mereka buat dengan benar.
Tapi melihat semangat ibunya, Agung akhirnya mengangguk lalu meletakkan ponsel itu.
"Baiklah, tapi kalau sudah habis satu rak lagi dan kita belum berhasil maka kita sebaiknya menelpon ayah!" Ucap Agung pada ibunya.
"Ok!" Jawab Alana sambil tersenyum lalu mereka mulai membuat adonan lain.
Hendrik yang melihat adegan itu hanya tersenyum lalu keluar dari villa dan menaiki mobilnya lalu mengambil ponselnya.
Mendapatkan ponsel narkoba Hendrik kemudian melakukan video call pada Alana.
Beberapa saat bergetar, akhirnya panggilan itu diangkat Oleh Agung.
"Ayah!!!" Seru Agung yang terlihat sangat senang dengan pria itu menggunakan celemek bergambar kelinci.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Hendrik.
__ADS_1
"Ah,, Kami sedang memasak makanan untuk Ayah. Lihat!!!" Agung berseru sembari mengarahkan kameranya yang memperlihatkan Alana yang sedang mengocok telur.
"Wah,, sepertinya Ayah harus pulang lebih cepat. Saat ini Ayah sedang mengendarai mobil, jadi ayah akan mempercepat kendaraan Ayah supaya cepat tiba di rumah menikmati masakan kalian berdua." Ucap Hendrik.
"Tentu ayah!! Oya, tapi ibu ingin bertanya sesuatu!!" Ucap Agung langsung memberikan ponselnya pada Alana.
Hendrik memperhatikan wajah Alana yang tampak berkedip pada Agung, pria itu menahan tawanya lalu berkata, "Apa yang ingin kau tanyakan?"
Alana tampak ragu, tetapi perempuan itu kemudian berkata, "Aku ingin bertanya, kalau kau mendadar 2 butir telur, berapa banyak garam yang kau tambahkan?"
"Hm,, Itu tergantung seleramu. Tapi kau bisa menambahkannya sedikit saja. Seujung jari sudah cukup" Jawab Hendrik.
Alana langsung mengangguk-angguk mengerti lalu dia kemudian berkata, "Mengendara lah dengan baik. Setelah tiba di rumah aku pasti menyiapkan telur dadar yang sangat enak untukmu."
Ia kemudian duduk di dalam mobil sembari memainkan ponselnya hingga kira-kira 30 menit, pria itu membuka pintu mobil lalu berjalan ke dalam rumah.
Begitu tiba di rumah, ia langsung melihat Agung baru keluar dari dapur.
"Ayah sudah pulang!!!" Agung berseru sangat senang sembari berlari ke arah Hendrik memeluk pria itu.
__ADS_1
Setelah pelukan singkat, Hendrik menarik Agung ke gendongannya lalu bertanya, "Di mana telur dadar yang dibuatkan ibumu untuk ayah?"
"Hm,, ada di ruang makam." Ucap Agung sambil mendekat ke telinga ayahnya, "Ibu menghabiskan hampir 3 rak telur untuk membuat telur dadar. Tapi ayah jangan mengatakannya pada ibu karena nanti dia jadi malu," berisik Agung pada Hendrik.
Hendrik tersenyum, "Ibumu membuatnya sendiri atau kalian membuatnya berdua?" Tanya Hendrik pada putranya untuk menggoda pria itu bahwa bukan hanya ibunya yang menghabiskan 2 setengah rak telur tetapi mereka berdualah yang melakukannya.
"Uh,, ya,, aku membantu ibu tapi Ibu adalah koki utamanya." Jawab Agung.
"Hm, baiklah," aku tersenyum melangkah ke ruang makan dan melihat Alana sedang mengatur piring di meja makan.
"Makan malamnya sudah siap?" Tanya Hendrik membuat Alana langsung mengangkat wajahnya melihat dua orang yang datang.
"Tentu! Duduklah," ucap Alana menarikkan kursi untuk Hendrik.
"Terima kasih," kata Hendrik sembari duduk di kursinya dan meletakkan Agung di pangkuannya.
Alana yang melihat tingkah Agung langsung berkata, "Agung duduk di kursimu sendiri."
"Baik Bu!" Jawab Agung segera turun dari pangkuan Hendrik lalu pria kecil itu berjalan ke arah kursinya.
__ADS_1
Pria kecil itu melihat di atas meja hanya ada nasi dan juga telur dadar, Tidak seperti biasanya ketika ayahnya yang memasak maka meja makan mereka akan dipenuhi oleh beragam masakan yang dibuat oleh.
'Hm,,, sepertinya memang ide yang buruk mengijinkan Ibu memasak makan malam.' pikir Agung yang menyesal karena tadinya dia menyetujui ibunya yang membuat makan malam.