Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁴³. Mempertaruhkan hidup untuk Alana


__ADS_3

Hans masuk ke ruang kerja ayahnya dan melihat ayahnya sedang memegang sebuah kotak yang yang memiliki motif dan ukuran yang sama dengan kotak terakhir yang telah dibakar oleh Hendrik.


Dengan segera wajah Hendrik tampak pucat saat melihat ayahnya memainkan kotak itu.


"Apa yang kau inginkan?!!" Tanya Hendrik sembari menggertakkan giginya.


Apakah pria itu akan mengancamnya lagi? Kalau sampai itu terjadi maka hari ini di juga dia akan membunuh pria itu!


Ia akan menyerangnya dan membuatnya kehilangan nafasnya!!!!


"Ha ha ha.. Saya tidak tahu kau sangat perduli pada perempuan itu. Apa kau mencintainya?" Tanya Hans sembari memainkan kotak di tangannya.


"Katakan saja apa yang ingin kau lakukan?!" Ucap Hendrik tak mau meladeni pertanyaan ayahnya.


"Hah,,, baiklah, ayah akan mengatakannya padamu. Romi sudah mengetahui apa yang terjadi pada putrinya, dia sudah melakukan banyak hal yang membuat kita rugi besar! Jari tugasmu adalah mengantar kotak ini padanya dan pastikan dia tidak melakukan apapun lagi yang merugikan perusahaan kita!" Ucap Hans melempar kotak di tangannya kearah Hendrik.

__ADS_1


Hendrik mengambil kotak itu dan memegangnya dengan tangan gemetar.


Bagaimana mungkin dia melakukan itu? Bagaimana bisa dia memanfaatkan Alana demi perusahaan ayahnya?


"Kenapa? Kau tidak mau melakukannya?!" Hans bertanya ketika melihat putranya berdiri dengan tubuh gemetaran memegang kotak ditangannya.


Hendrik mengatup erat giginya lalu berusaha berkata "Bukankah kita sudah sepakat bahwa foto-foto ini tidak akan dilihat oleh orang alin?! Bahkan sekalipun kau, kau tidak boleh melihat foto ini!!"


Hans kembali menghela nafas, Kenapa tidak dari dulu putranya bersikap seperti ini?


"Ayah tidak menyuruh memperlihatkannya pada orang lain. Ayah hanya memberikan kotak itu untuk berjaga-jaga, Ayah tahu kalau kau sudah membuka kotak lama yang Ayah berikan. Jadi tugasmu sekarang adalah mencegah Romi mengganggu bisnis Ayah lagi, dan kotak itu,, ayah menyerahkannya kalau kau mungkin membutuhkannya sebab tidak memiliki jalan keluar lain selain menggunakan kotak itu!" Ucap Hans sambil tersenyum.


Ini adalah cara yang terbaik untuk menekan anaknya, kalau dia ingin membuat Hendrik tetap patuh padanya maka dia harus membuat Hendrik tak berkutik di hadapannya.


"Kau..!!" Hendrik sangat ingin membunuh pria di depannya, tetapi kembali memikirkan Alana,, dia tidak mau kalau perempuan itu sampai terluka lagi saat foto-foto Alana tersebar.

__ADS_1


Dan foto-foto itu ada di tangan ayahnya!!


Kalau dia sampai bertindak gegabah dan menyinggung ayahnya maka kemungkinan besar foto-foto itu akan.... Tidak boleh..!!!


Hati Alana akan semakin terluka kalau foto itu tersebar..!!


Akhirnya Hendrik tidak punya pilihan lain selain mengiyakan permintaan ayahnya lalu pria itu keluar dari ruangan ayahnya dan kembali ke kamarnya.


"Alana,, apa yang harus kulakukan? Bisakah aku melindungimu? Atau mungkin aku akan gagal seperti ketika aku gagal melindungi ibuku?" Hendrik memejamkan matanya dan berusaha menjernihkan pikirannya.


'Aku harus bisa bertahan. Aku akan mengulur waktu sembari memikirkan Bagaimana cara menghapus semua copy-an foto itu...' gumam Hendrik menghela nafas.


Saat ini Alana sedang marah padanya, tapi perempuan itu pantas melakukannya. Tapi dia,, dia tidak pantas melakukan apa pun,,, kecuali membuat dirinya berguna untuk Alana.


Ia akan dilindungi Alana, bahkan hidupnya akan ia pertaruhkan untuk Alana.

__ADS_1



__ADS_2