Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
⁴⁴. Perubahan Hendrik


__ADS_3

Hendrik terbangun di pagi hari dan langsung bersiap untuk pergi ke kampus.


Kali ini dia berangkat ke kampus tanpa menggunakan kacamata, tanpa menggunakan pakaian pakaian kusam yang selalu mengisi lemarinya.


Hendrik memilih menggunakan pakaian yang baru saja ia beli kemarin dari sebuah tokoh ternama di ibukota.


Setelah memastikan penampilannya telah sempurna pria itu kemudian turun ke lantai bawah dan melihat beberapa pengawal menatap aneh ke arahnya.


"Beri aku kunci mobil Bugatti chiron." Katanya pada seorang pengawal sembari memperbaiki jam tangannya.


"Kau mau menggunakan mobil mewah itu?! Kau pikir kau bisa menyetir?!" Tiba-tiba kata pengawal itu membuat Hendrik langsung menghentikan gerakannya dan menatap pengawal yang ada di sampingnya.


"Hanya seorang pengawal rendahan dan berani membentakku?! Seret dan pukul dia sebanyak 20 kali!" Langsung perintah Hendrik mengagetkan semua pengawal.


Namun, ketika Hendrik berharap para pengawal itu akan menuruti keinginannya, beberapa detik setelah membentak para pengawal, semua orang tertawa terbahak-bahak.


"Astaga,, pewaris kita yang bodoh ini mulai membuat lelucon konyol!"


"Apakah dia sudah mau dipanggil tuan muda dan mau memerintah kita?! Bahkan mengangkat wajahnya saja untuk melihat ayahnya dia tidak berani sekarang malah berharap--"

__ADS_1


Buk!!


Sebuah tinju yang keras melayang pada pengawal yang sedang berbicara hingga pengawal itu tersungkur keras dan terjatuh ke selokan.


Semua pengawal terkejut dan melihat pada Hendrik yang baru saja melayangkan pukulan.


"Kau berani memukul pengawal pribadi Tuan Besar?! Mau dipatahkan tanganmu?!" Pengawal yang lain berbicara membela pengawal yang baru saja dipukul.


Ini memang terjadi, para pengawal itu bersikap sombong di depan Hendrik karena mereka tahu bahwa Hans tidak pernah memperdulikan putranya!


"Siapa yang berani mematahkan tangan putraku?!" Tiba-tiba suara seorang pria yang muncul dari belakang Hendrik mengagetkan semua orang.


"Tuan Besar,," para pengawal langsung bersikap patuh dan membungkuk 90°.


Hendrik menatap kepergian ayahnya dan mengepal erat tangannya.


"Tuan Muda, ini kunci yang Tuan minta." Salah seorang pengawal menghampiri Hendrik dan memberikan kunci pada Hendrik.


Tanpa mengatakan apapun Hendrik mengambil kunci itu lalu berjalan ke arah mobil Bugatti yang terparkir di bagasi.

__ADS_1


Setelah menyalakan mesin dan mengetes kendaraan itu, Hendrik meninggalkan kediaman Gonedra dan mengendara ke kampus.


Baru saja mobil mewah itu memasuki area kampus saat semua mata langsung tertuju pada mobil miliknya.


"Sial...!! Siapa orang kaya yang datang menggunakan mobil Bugatti keluaran terbaru?!" Semua mahasiswa bertanya-tanya dalam hati sembari mengikuti pandangan mereka pada mobil yang berjalan ke lahan parkir.


Beberapa menit menunggu akhirnya pengendara mobil membuka pintu mobil dan semuanya terkejut melihat pria tampan yang keluar dari sana dengan kharisma yang sangat mematikan.


"Wah...!!!!"


"Sial..!! Pria tampan.!!"


"Apa dia mahasiswa pindahan?!"


"Ketampanan yang mematikan...!!!"


Semua perempuan bersorak terpana oleh pria itu sementara para lelaki tercengang merasa tak berdaya melawan pria yang baru saja turun dari mobil.


Sekejap, kampus itu menjadi sangat heboh. Tetapi Hendrik yang keluar dari mobilnya memandang jijik pada orang-orang itu.

__ADS_1


Orang-orang yang hanya menilai dari penampilan..!!!



__ADS_2