Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
200. Pria yang telah bangkrut di toko perhiasan


__ADS_3

Keesokan harinya, Hendrik kembali meninggalkan rumah untuk mengurus masalah pernikahannya, pria itu mendatangi sebuah tokoh perhiasan yang cukup terkenal di sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota.


Meski dia sudah memesan cincin pernikahan mereka secara khusus, tetapi pria itu tiba-tiba kepikiran untuk membawakan hadiah perhiasan pada Alana saat ia kembali ke rumah.


Jadi, ketika dia memasuki toko perhiasan, pria itu langsung melihat-lihat perhiasan yang menurutnya akan sesuai bila dipakai oleh Alana.


"Ini adalah koleksi terbaru kami tuan, jika Tuan memberikannya untuk istri Tuan, maka istri Tuan pasti akan sangat senang." Ucap seorang pelayan memperlihatkan sebuah kalung dengan berlian berwarna pink.


"Ini adalah berlian langkah, meski hanya 0,5 karat namun harganya mencapai 1,1 miliar. Saya memperlihatkannya pada Tuan karena saya yakin Tuan bisa membeli barang ini. Lagi pula, kalung ini hanya ada satu di dunia, jadi Tuan termasuk beruntung karena mendapat kesempatan untuk melihatnya." Kata pelayan yang sedang melayani Hendrik.


Hendrik mengulurkan tangannya untuk menyentuh benda tersebut, namun sang pelayan segera berkata, "Jika Tuan belum memastikan untuk membelinya maka Tuan tidak boleh menyentuhnya. Kami sangat berhati-hati menjaga berlian ini karena merupakan berlian termahal di toko kami."


Hendrik mengerti, jadi dia kembali menarik tangannya dan memperhatikan berlian yang terlihat sangat indah di depan matanya.


'Alana pasti sangat cocok memakai perhiasan ini, tapi masalahnya, apakah perempuan itu mau memakainya Jika dia mengetahui harganya?' pikir Hendrik dalam hati yang merasa bahwa Alana mungkin tidak akan memakainya.


Dan sangat sayang jika dia membeli perhiasan semahal itu tapi Alana tidak mau memakainya.

__ADS_1


Hendrik masih sementara melihat-lihat berlian tersebut ketika dua orang perempuan memasuki toko.


"Hei,,, kenapa pria yang sudah bangkrut berada di sini?" Sheila langsung mendekati Hendrik saat melihat pria itu.


Kemarin dia bertemu Hendrik di hotel berbintang 5, dan sekarang bertemu pria itu lagi di toko perhiasan yang terkenal. Mengapa pria yang sudah bangkrut bisa berada di tempat-tempat seperti itu?


Mendengar suara mengejek yang sangat familiar, Hendrik berbalik melihat Sheila dan seorang perempuan berjalan ke arahnya.


"Hei,, Hendrik Sinaga yang telah bangkrut, Apa yang kau lakukan di toko perhiasan ini?" Tanya Sheila memperhatikan Hendrik lalu tanpa sengaja melihat berlian yang sangat indah.


Sang pelayan cukup berhati-hati menjaga berlian itu. Jadi dia langsung menutup kotaknya lalu bekata, "Maaf Nona, ini adalah berlian langka yang ada di toko kami jadi--"


"Jadi kau berpikir aku tidak mampu membelinya, sementara pria yang sudah bangkrut ini kau beri kesempatan untuk melihatnya?" Tanya Shela.


"Eh?" Sang pelayan sangat terkejut, ia memandangi Hendrik dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Jelas-jelas dia bisa melihat pakaian pria itu sangatlah mahal, Bagaimana bisa Nona ini mengatakan bahwa Hendrik sudah bangkrut?

__ADS_1


Melihat sang pelayan yang tampak ragu, Sheila kembali berkata, "Jangan terkecoh dengan pakaiannya, mungkin saja itu adalah pakaian yang ia beli ketika keluarganya belum bangkrut. Namun sekarang, dia sudah tidak punya apapun bahkan ayahnya terlilit hutang yang sangat besar."


Hendrik memperhatikan Sheila yang tampak sombong lalu pria itu melihat pada sang pelayan, "Tolong gesek kartu ini. Aku akan mengambil berlian itu." Katamya.


Sheila dan temannya beserta sang pelayan yang ada di situ langsung melototkan mata mereka melihat kartu yang diserahkan oleh Handrik.


Black royal MasterCard, Bagaimana bisa dimiliki oleh seseorang yang telah bangkrut?!!


Sang pelayan langsung mencibir ke arah Sheila, setelah itu lalu mengambil kartu dari tangan Hendrik.


"Pembayaran Tuan akan saya proses sekarang," kata Sang pelayan dengan tangan gemetar memegang kartu eksklusif yang baru pertama kali ia lihat.


Padahal, dia sudah bekerja di toko terkenal itu selama bertahun-tahun, tapi baru kali ini ada pelanggan yang bisa membayar dengan kartu yang merupakan Raja segala kartu kredit.


Orang-orang kaya biasa tidak akan bisa memiliki kartu tersebut, hanya orang-orang dengan kualitas yang tidak biasa yang bisa memakainya.


Bahkan Sheila yang termasuk orang kaya pun belum pernah melihat kartu itu secara langsung karena kemampuan keluarganya belum cukup kuat untuk mendapatkan kartu seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2