Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹⁷⁹. Black dimusnahkan


__ADS_3

Semua anggota Black yang membawa mobil sangat terkejut dan mengalami kewalahan saat mereka tiba-tiba disergap dari atas gedung.


Dor dor dor......


Dor dor dor......


"Berlindung!!!"


"Berlindung!!"


"Berlindung!!"


Dor dor dor......


Dor dor dor....


Mereka hendak berlari ke dalam gedung untuk menghindari peluru, tetapi dari dalam gedung juga orang-orang Hendrik telah muncul menggencarkan senjata ke arah mereka.


Drrrrrrrrr............


Tembakan panjang menghujani mereka.


Yang bisa mereka lakukan adalah kembali ke dalam mobil dan berlindung, tetapi sayangnya, beberapa bom dilemparkan dari gedung-gedung tinggi di sisi kiri kanan jalan.


Boom!!!


Boom!!


Boom!!!

__ADS_1


Satu persatu mobil ditembaki dan dibom hingga meledak di rentetan jalan sepanjang 1 km.


Beberapa anggota polisi hendak mendekat untuk mencari tahu hal yang terjadi, tetapi melihat situasi, mereka semua mundur perlahan-lahan dan hanya bisa meminta bantuan ke kantor polisi pusat.


Tak berbeda dengan yang terjadi pada gedung, satu persatu orang ditangkap dan gedung itu dipasangi peledak di setiap sisinya sebelum diledakkan dengan dahsyat.


Gedung berlantai 15 itu runtuh menyebabkan abu tercecer kemana-mana hingga langit menjadi gelap.


"Tim satu, tinggalkan bukti!!" Perintah Waldo pada ketua tim 1 yang bertugas untuk meninggalkan bukti bahwa apa yang terjadi juga dilakukan oleh Hans.


"Siap laksanakan!" Jawab ketua tim 1 lalu pria itu segera meninggalkan bukti pada salah satu mayat, yang mana pria itu memiliki kedudukan tinggi di Black.


"Semua tim mundur dengan bersih!!" Perintah Waldo.


"Siap!!"


Seluruh anggota tim membereskan bukti-bukti yang mereka tinggalkan lalu dengan patuh meninggalkan tempat itu seperti tidak terjadi apapun.


Waldo Calling...


Hendrik langsung menekan tombol terima.


"Tuan, semuanya sudah dibereskan dan saat ini kami sedang dalam perjalanan untuk kembali ke markas." Lapor Waldo.


"Bagus, berikan bonus setengah gaji mereka untuk setiap orang yang terlibat hari ini." Perintah Hendrik lalu menutup panggilan telepon itu.


Dirga langsung melihat pada Hendrik, "Tuan,, uang siapa yang akan digunakan untuk memberi bonus?" Tanya Dirga yang merasa was-was.


Bagaimana jika Romi menganggap mereka sudah bertindak sewenang-wenang dengan mengeluarkan banyak uang.

__ADS_1


Bagaimanapun, hari ini ada ratusan orang yang terlibat dalam operasi pelenyapan Black, jadi jika mereka memberi bonus pada ratusan orang itu maka setidaknya akan menghabiskan biaya sampai milyaran rupiah.


"Kalau dia marah, cukup ganti uangnya. Sekarang kita kembali ke apartemen." Perintah Hendrik.


"Ah... Baik Tuan," Jawab Dirga.


Mobil mereka bergerak dengan nyaman di ibukota karena seluruh anggota Black telah dilenyapkan.


Dan meski ada beberapa yang tersisa, maka mereka tidak akan berani bertindak sebab perlindungan mereka telah hancur.


Begitu tiba di apartemen, Alana langsung berlari untuk memeluknya ketika Hendrik menghentikan perempuan itu.


"Jangan mendekat!!!" Katanya pada Alana.


"Ke,, kenapa?" Alana bertanya dengan bingung.


"Aku harus mandi dulu," kata Hendrik yang tidak mau perempuan itu menyentuhnya ketika dia baru saja kembali dari pertempuran berdarah-darah.


Tetapi Alana yang mendengar ucapan Hendrik langsung mengerutkan keningnya, "Kenapa kau harus mandi dulu baru boleh ku sentuh? Kau habis bermain dengan perempuan dan takut aku mencium bau parfum nya 'kan?!!" Tanya Alana dengan marah.


Hendrik yang hendak melangkah ke kamar mandi kini menghentikan langkahnya dan balik menatap Alana.


"Tidak begitu,, mungkin kah aku selingkuh?" Katanya degan pasrah.


Dia tidak mungkin mengatakan pada perempuan itu bahwa dia baru saja kembali membunuh banyak orang.


Meski pembunuhan itu tidak dilakukan langsung oleh tangannya, tetapi tetap saja apa yang terjadi hari ini semua karena ide dan pikirannya.


"Lalu katakan alasannya!!!" Ucap Alana tidak mau percaya jika pria itu tidak mengatakan alasannya.

__ADS_1


Mata perempuan itu melihat seluruh tubuh Hendrik untuk melihat di mana ada kejanggalan.


Hendrik "..."


__ADS_2