Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹⁶⁷.


__ADS_3

"Sialan! Kalau begitu musnahkan saja Putra tidak berguna itu!! Tidak akan ada gunanya memeliharanya!!" Ucap Hans dengan marah memikirkan putranya yang dia kira telah berubah, tapi ternyata pria itu masih juga berhubungan dengan Romi.


"Baik Tuan, lalu informasi kedua bahwa orang-orang kita berhasil melukai Romi hingga pria itu tertembak di dada kirinya. Saat ini pria itu sudah dibawa ke rumah sakit namun belum ada kabar tentang kondisi pria itu, karena rumah Sakit dijaga dengan tekketat oleh orang-orangnya hingga orang-orang kami tidak berani mendekat.


"Tetapi kami masih mencari cara untuk menyusup ke dalam rumah sakit agar bisa membuat pria itu menghilang selamanya." Kata X dari seberang telepon.


Tatapan Hans menggelap "Tidak!! Pria itu tidak boleh mati, Aku mau dia hidup menjadi orang yang lumpuh selamanya. Lalu tugas kau yang berikutnya adalah mencari keberadaan Hendrik dan Alana!!


"Aku ingin kau membunuh Hendrik dan membiarkan Alana tetap hidup. Aku akan membuat perempuan itu bernasib sama seperti putri Wijaya." Perintah Hans dengan kebencian yang mendalam di hatinya.


Jika dia bisa menemukan Alana lalu membuat perempuan itu menjadi mainannya maka dia bisa merasakan penderitaan Romi melihat putrinya setiap hari dipermainkan oleh musuh besarnya.


"Saya mengerti," jawab X selalu mereka mengakhiri panggilan telepon itu.


Aristo menyimpan ponselnya lalu melihat Hans yang tampak pucat setelah mengeluarkan banyak tenaga.

__ADS_1


"Saya akan memanggil dokter untuk memeriksa Tuan." Kata pria itu lalu Aristo segera berlari keluar dari kamar Hans dan menyuruh beberapa dokter untuk memeriksa Hans.


Hans berbaring di tempat tidur membiarkan para dokter itu mengambil darahnya dan melakukan pengecekan terhadap seluruh organ tubuhnya.


Sembari berbaring, ia melihat Aristo, "Suruh beberapa orang untuk mencari tahu segala informasi tentang Dani, dia menyimpan beberapa foto yang bisa membuat Romi tak berkutik saat aku mengancamnya dengan foto itu. Kalau aku tidak salah dia menyimpannya di sebuah penyimpanan ibu kota." Kata Hans yang teringat pada foto-foto Alana yang ia ambil 5 tahun yang lalu.


"Baik Tuan," jawab Aristo lalu pria itu kembali meninggalkan kamar Hans untuk melakukan perintah Hans.


Hans memandangi pintu yang tertutup, 'Seharusnya saat itu aku tidak mempercayakan barang-barang penting itu pada Dani, beraninya dia menghianatiku!!' garam Hans dalam hati.


Dokter yang melihat perubahan cepat di monitor komputer langsung melihat Hans, "Mohon tuan jangan banyak berpikir, emosi yang terlalu besar sangat mempengaruhi kondisi kesehatan tuan,' ucap dokter yang merasa cemas dengan angka di layar monitor.


Beberapa menit setelah disuntik Hans mulai mengantuk lalu pria itu memasuki dunia tidurnya.


Para dokter yang melihatnya akhirnya bisa menghela nafas, "Kondisinya akan semakin memburuk setiap kali dia terus memaksakan emosinya." Salah satu dokter berbicara dengan tatapan kasihan pada pria di atas ranjang.

__ADS_1


Pria itu memiliki segalanya, bahkan setelah dikatakan bangkrut pria itu masih bisa bersembunyi dengan tenang di sebuah pulau, tetapi penyakit yang menggerogoti tubuhnya tak dapat dihilangkan hanya karena memiliki kekuasaan dan uang.


Aristo yang kembali memasuki kamar Hans mendengar ucapan sang dokter lalu pria itu berkata, "Apakah tidak ada cara lain untuk mempercepat kesembuhannya? Dia tidak akan bisa tenang sampai beberapa waktu ke depan."


Dokter menatap Aristo, "Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kesembuhan yang terpenting adalah berasal dari pasien itu sendiri. Jika saya bisa menyarankan sebaiknya jangan memberitahukan hal-hal yang bisa memancing emosinya, dengan begini kami bisa memperpanjang umurnya selama beberapa waktu lagi."


"Apa katamu?" Memperpanjang umur?" Aristo benar-benar terkejut.


"Ya,, tubuhnya semakin memburuk, jadi satu-satunya hal yang akan terjadi adalah kematian. Tidak ada akan ada kesembuhan untuknya, bahkan jika kalian mengumpulkan seluruh dokter di dunia ini." Ucap Dokter itu membaut Aristo tampak tak berdaya.


"Jadi berapa lama perkiraan dia akan bertahan hidup?" Tanya Aristo.


"Tidak ada yang pasti tetapi dari analisa kami maka paling lama sekitar satu bulan lagi. Saat ini, hampir seluruh organnya mengalami kerusakan beberapa bahkan sudah tidak bisa disembuhkan dengan transplantasi." Ucap Aristo.


"Apa katamu?!! Lalu mengapa dari dulu tidak mengatakannya sejak dia masih bisa mendapatkan transplantasi?!" Aristo bertanya dengan marah.

__ADS_1


"Beberapa waktu yang lalu organ tubuhnya masih bisa dipertahankan tetapi karena akhir-akhir ini dia terlalu banyak melakukan kebiasaan buruk maka kondisinya menjadi lebih buruk dalam beberapa hari terakhir." Kata Sang dokter membuat Aristo terdiam.


Pria itu memandangi Hans yang terbaring di atas tempat tidur 'Waktunya tinggal 1 bulan lagi, Lalu setelah dia meninggal siapa yang akan mewarisi Black? Mungkinkah X?'


__ADS_2