
Sebuah mobil mewah tiba di villa Ardan, seorang pria paruh baya turun dari atas mobil dan melangkahkan kakinya memasuki Villa besar miliknya.
Begitu tiba di ruang keluarga, dia langsung disambut senyuman putrinya.
"Ayah..!!" Alana tersenyum manis ke arah ayahnya sembari melambaikan tangannya Romi segera duduk di sampingnya.
Melihat putrinya yang ceria, penat Romi yang terkumpul seharian langsung menguap seperti embun lalu pria itu segera menuruti keinginan putrinya.
"Apa yang membuat Putri ayah begitu bahagia?" Tanya Romi sembari menatap putrinya yang tak henti-hentinya tersenyum.
"Terima kasih Ayah!!" Kata Alana langsung memeluk Romi membuat pria tua itu kebingungan karena putrinya tiba-tiba berterima kasih.
"Ada apa ini? Mengapa ayah merasa ada sesuatu yang salah?" Tanya Romi sembari meniti raut wajah putrinya yang tersenyum di pelukannya.
"Ah, Ayah pura-pura tidak tahu saja! Ayah kan yang sudah menyingkirkan pria kecil itu dari rumah kita?! Sekarang rumah kita menjadi terasa sangat nyaman tanpa kebisingan dari pria kecil yang selalu memanggilku ibu! Seharian ini telingaku terasa begitu adem tanpa suaranya!" Cerita Alana membuat wajah Romi langsung memucat menatap sekeliling Villa miliknya.
"Apa maksudmu? Dimana Agung?" Tanya Romi.
"Dimana? Mana aku tahu?! Bukankah Ayah yang sudah membawanya pergi?" Alana melepaskan pelukannya pada Romi dan menatap ayahnya dengan perasaan aneh.
"Dia itu akan tinggal di rumah kita selamanya jadi tidak mungkin Ayah membawanya pergi." Kata Romi langsung berdiri dan pergi ke lantai 2 untuk mencari cucunya.
Ia membuka seluruh kamar tetapi semua kamar itu kosong jadi Romi kembali ke lantai bawah dan memeriksa seluruh ruangan.
__ADS_1
"Aku sudah memastikannya, pria kecil itu tidak ada di manapun!!" Ucap Alana sembari tersenyum memindahkan channel TV yang sedang ia tonton.
Dia sama sekali tidak khawatir, dia justru sangat senang sebab pria kecil yang selalu mengganggunya itu akhirnya menghilang dari hadapannya!!
Tetapi Romi, dari menit ke menit wajah pria itu menjadi semakin cemas hingga dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi kepala pelayan di Villa miliknya.
"Tuan?" Seorang pria tua yang ditugaskan mengelola Villa mengangkat panggilannya.
"Seharian ini, apa kau melihat cucuku?" Tanya Romi.
"Tuan muda kecil? Tidak Tuan, seluruh pelayan tidak ada yang keluar dari pavilium," jawab Sang kepala pelayan.
"Kalau begitu, sekarang juga perintahkan seluruh pelayan untuk mencari cucuku di seluruh Villa ini! Jangan lupa memeriksa jika ada sesuatu yang aneh!" Perintah Romi pada kepala pelayan lalu menutup panggilannya.
Selama 5 tahun dia tinggal di Villa Ardan, ini pertama kalinya cucunya menghilang secara tiba-tiba.
'Tunggu!' Romi terdiam ditempatnya saat ia kembali ingat percakapan dengan Agung di pagi.
Agung ingin keluar dari Villa!
"Sial!!" Romi menggertakan giginya lalu kembali menekan layar ponselnya.
"Ya Tuan?" Seorang Pria Muda kini menjawab Romi dari seberang telepon.
__ADS_1
"Periksa seluruh CCTV di villa ini! Temukan di mana cucuku berada!" Perintah Romi.
"Baik Tuan." Kembali jawab pria dari seberang telepon lalu panggilan itu segera diakhiri.
Romi menghela nafas lalu pria itu kembali mendekati Alana.
"Putriku,, terakhir kali kapan kau berbicara dengan Agung? Apakah kalian membicarakan sesuatu?" Tanya Romi.
Alana tampak berpikir selama beberapa detik sebelum menjawab "Ya,, tadi pagi dia mengajakku keluar Villa tapi aku menolaknya jadi dia pergi dengan kesal. Aku pikir dia pergi bersama ayah."
"Dia pergi dengan kesal? Kemana?" Tanya Romi.
"Ke arah sana," jawab Alana menunjuk pintu keluar.
"Apa?!!" Nafas Romi menjadi sesak, pria itu segera keluar dari villa dan mengamati area sekeliling Villa.
Beberapa pelayan juga tampak sibuk mencari di mana-mana tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Agung.
"Tuan,," tiba-tiba kepala pelayan menghampiri Romi.
"Bagaimana?" Tanya Romi.
"Maafkan kami Tuan, tetapi kami sudah mencari di seluruh bagian luar Villa, tetapi kami tidak menemukan tuan muda kecil, mungkinkah dia berada di dalam villa di suatu tempat?" Tanya sang kepala pelayan.
__ADS_1
"Tidak,," Romi memijat keningnya yang terasa berdenyut memikirkan cucunya yang menghilang setelah pria kecil itu mengatakan ingin keluar dari villa.