
Akhirnya pria pemimpin Black dengan nama samaran X akhirnya tiba menemui Hans.
Aristo yang mengantarnya ke kamar Hans hanya bisa merasakan aura menyeramkan dari pria itu sehingga dia tidak berani berkata apapun dan hanya membiarkan pria itu masuk ke kamar lalu menutup pintu kamar.
Hans yang melihat orang kepercayaannya untuk memimpin Black tiba akhirnya bisa bernafas dengan lega.
"Tuan," ucap X sembari membungkuk pada pria yang terbaring lemah di tempat tidur.
"Selesaikan masalah perusahaan, bangun kembali semua perusahaan yang telah hancur lalu hancurkan keluarga Wijaya. Juga,, hah, keluarga Xionir, musnahkan mereka semua! Lalu Hendrik, pria itu,, beraninya dia tidak datang mengunjungiku ketika aku sakit begini, seret dia kemari!" Perintah Hans pada X.
"Baik Tuan, semua perintah akan kami laksanakan. Tapi mengenai masalah perusahaan, Sudah terlambat untuk menangani semuanya, bahkan dengan seluruh sumber daya yang dimiliki Black, tidak akan cukup untuk menutupi semua hutang." Ucap X yang sudah menyelidiki segala kerugian yang ditanggung oleh keluarga Gonedra.
__ADS_1
Meski mereka memiliki banyak uang gelap, tetapi tidak mampu untuk menutupi seluruh kerugian yang ditanggung dari klub judi milik keluarga gonidra.
Utang telah membengkak ke titik yang tak bisa di atasi.
"Kau sudah mencari tahunya?" Tanya Hans.
"Ya Tuan, setidaknya nilai hutang tuan hampir mencapai 3 triliun USD. Semua ini diakibatkan karena klub jadi kita yang diretas oleh sistem tak dikenal. Tetapi dari analisa yang saya lakukan sepertinya keluarga Wijaya berperan dalam peretasan tersebut karena bersamaan dengan hari perusahaan itu membocorkan seluruh informasi pribadi perusahaan Tuan." Ucap X mengagetkan Hans.
Melihat Hans yang terlalu emosi, X kemudian berkata, "Tuan jangan terlalu emosi, kalau kita menjual semuanya, maka Black tidak akan memiliki apa pun lagi, lalu saat itu kita akan--"
"Sialan!! Kau Berani menggurui ku?!! Lalu kau mau aku di penjara karena hutang itu?!!" Bentak Hans pada X.
__ADS_1
"Maaf Tuan," kata X sambil menunduk.
Hans kembali menghela nafas, "Tidak ada jalan lain selain melunasi hutang itu, tapi kalau memang kita tidak memiliki cukup uang untuk melunasinya maka tidak ada cara lain selain meninggalkannya." Ucap Hans mengejutkan X.
Pria itu mengangkat wajahnya dan kembali menatap Hans, "Maksud Tuan, Tuan mau membiarkan saja utang itu dan memilih menjadi buronan?" Tanya X.
"Tidak ada pilihan lain, menghilang adalah cara terbaik untuk menghindari seluruh hutang-hutang itu. Aku tidak mungkin merelakan Black begitu saja, lagi pula kita tidak terlihat oleh dunia," ucap Hans.
"Tuan Benar, kalau begitu ijinkan saya untuk mengatur pelarian Tuan. Pulau yang kita kuasai di negara bagian C sudah siap di huni. Tuan bisa menyembuhkan diri di sana sekaligus bersembunyi dari orang-orang yang akan menangkap Tuan. Tapi masalah putra Tuan,, bagaimana saya akan menanganinya?" Tanya X.
"Pria itu,, selama aku jatuh sakit dia tidak pernah datang mengunjungiku. Tapi bagaimanapun dia adalah putraku, suatu saat aku akan kembali mencarinya." Ucap Hans.
__ADS_1
"Baik Tuan, saya mengerti," ucap X lalu pria itu keluar dari kamar Hans.