
"Alana, Tuan Hendrik ini adalah ayah kandung Agung, Dia adalah orang baik jadi kau tidak perlu khawatir dengannya." Ucap Romi mengamati wajah putrinya yang sudah memucat.
"Aku mau ke kamar," kata Alana langsung menarik Romi ke dalam kamar lalu dengan sisa tenaganya membanting pintu kamarnya.
Baru saja menutup pintu kamar Alana langsung merasakan kakinya melemas, ia hampir saja jatuh seandainya Romi tidak memeganginya.
"Putriku, kau baik-baik saja?" Tanya Romi.
"Ya,," jawab Alana memberi kode pada ayahnya supaya mereka pergi ke sofa untuk duduk.
Setelah duduk di sofa, Alana memejamkan matanya dan merasakan keringat dingin yang sedari tadi sudah memenuhi punggungnya kini berderai mengalir ke pinggangnya.
"Putriku,," Romi berkata dengan cemas sembari memegangi kedua tangan putrinya yang masih terlihat gemetaran.
__ADS_1
"Ayah,, orang itu... Apakah Sebelumnya aku pernah bertemu dengannya?" Tiba-tiba tanya Alana dengan wajahnya yang masih pucat dipenuhi keringat.
"Memangnya kenapa?" Tanya Romi.
"Setiap kali melihatnya aku selalu merasa kalau dia itu bukan orang yang baik," ucap Alana menatap ayahnya.
Romi tersenyum "Bukankah Ayah sudah bilang kalau kau merasa seperti ini karena kau tidak biasa bertemu dengan orang asing? Coba pikirkan, setiap hari orang yang saya temui hanyalah ayah dan Agung, kau tidak pernah mau keluar dari rumah, jadi siapapun orang asing yang kau temui pasti kau akan merasakan hal yang sama." Ucap Romi berusaha mengarang cerita.
"Benarkah? Kalau begitu,, Apakah dia benar-benar orang baik?" Tanya Alana yang merasa ragu.
Alana tidak mengatakan apapun, perempuan itu hanya mengangguk dan perlahan dia dipengaruhi oleh ucapan ayahnya.
"Bagus, jadi apa sekarang kau mau menemuinya karena dia ingin berterima kasih padamu sebab kau sudah menjaga Agung selama beberapa waktu ini?" Tanya Romi sembari mengamati ekspresi putrinya.
__ADS_1
Alana terdiam beberapa waktu, ia tidak tahu harus menjawab apa, tetapi setelah lama terdiam dia tiba-tiba menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, mandilah dulu, keringatmu sudah bercucuran, dia mungkin akan merasa tersinggung saat kau menemuinya dalam keadaan seperti ini." Kata Romi memperhatikan rambut Alana yang sudah basah akibat keringat berlebihan yang dikeluarkan oleh perempuan itu.
"Apa maksud Ayah dengan keadaan seperti ini? Apakah aku terlihat sangat buruk?" Tanya Alana memperhatikan penampilannya sendiri.
"Ha ha ha... Mana mungkin maksud saya seperti itu? Yang ayah maksud adalah kau harus mengganti pakaianmu yang sudah basah oleh keringat mu." Kata Romi membuat Alana langsung mengecek pakaiannya dan memang di beberapa sisi bajunya terlihat sangat basah.
"Baiklah, aku akan mandi dulu." Ucap Alana berlari ke kamar mandi.
'Bagus!! Aku akan menemui pria itu lalu menyuruhnya membawa Agung pergi dari sini!! Akhirnya hari kebebasanku akan tiba juga!!!' pikir Alana dalam hati.
Orang tua Agung telah datang menjemput pria kecil itu jadi tidak ada lagi pria kecil yang akan memanggilnya dengan sebutan Ibu, apalagi pria kecil yang akan terus mengganggunya setiap kali dia sedang menonton TV atau melakukan aktivitas lain.
__ADS_1
Sementara Romi yang melihat putrinya, pria itu menghela nafas "Benar-benar kemajuan yang pesat!!!" Ucapnya merasa senang.