
Setelah membicarakan beberapa hal dengan para direksi, Hendrik kemudian meninggalkan ruang meeting untuk pergi dari kantor ketika dia dicegah oleh bawahan bawahan Hans.
"Apa yang kalian lakukan? Lancang sekali menghalangi jalan Tuan Muda Gonedra!" Bentak Dirga pada beberapa pengawal yang menghalangi mereka untuk memasuki lift.
"Maaf Tuan, ini adalah perintah dari tuan besar, tuan muda tidak diperkenankan meninggalkan kantor ini," kata pengawal itu membuat Dirga menjadi sangat marah.
"Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal! Cepat menyingkir dari hadapan tuan muda sebelum aku bertindak!" Bentak Dirga pada pengawal yang masih berdiri tegak didepan mereka.
Saat itulah pintu lift tiba-tiba terbuka memperlihatkan seorang pria yang menjadi salah satu bawahan kepercayaan Hans.
"Tuan Muda, silakan ikuti saya." Kata pria itu lalu menuntun Hendrik ke sebuah ruangan di lantai itu.
"Ada apa ini?" Tanya Hendrik ketika memasuki ruangan yang biasanya digunakan sebagai ruang istirahat untuk tamu darurat di perusahaan.
"Sebelumnya saya minta maaf, tetapi ini adalah perintah dari tuan besar bahwa tuan muda tidak boleh meninggalkan kantor sampai penyelidikan terhadap kematian Tuan Dani selesai." Ucap pria bernama Aristo.
Dirga terkejut, kalau sampai mereka mengetahui bahwa kematian Dani disebabkan oleh orang-orang suruhan Hendrik maka bukan tidak mungkin Hendrik akan di bunuh oleh Hans, "Tapi--"
"Tidak masalah,, aku memang butuh istirahat." Ucap Hendrik menyela ucapan Dirga lalu pria itu berjalan ke ranjang, membaringkan dirinya di tempat tidur.
"Katakan padanya, kalau masalah perusahaan juga sangat mendesak," ucap Hendrik sembari tersenyum memejamkan matanya sebab dia tahu, Hans pasti akan lebih fokus pada masalah perusahaan ketimbang bawahannya yang telah meninggal.
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab Aristo lalu pria itu segera keluar dari ruangan istirahat, ia memberi kode pada beberapa pengawal agar memperketat penjagaan di lantai itu.
Dirga melihat pintu ditutup lalu berjalan kearah Hendrik "Tuan, di sini sih sangat berbahaya, apa sebaiknya saya mengatur siasat agar Tuan meninggalkan kantor ini?" Tanya Dirga yang terlalu cemas.
"Diamlah, dinding yang hening bisa mendengarmu." Ucap Hendrik memperingatkan Dirga sebab dia tahu bahwa di ruangan itu pasti sudah diatur beberapa alat penyadap untuk mereka.
"Ah,, Baik Tuan," jawab Dirga menutup mulutnya sembari berjalan ke arah sofa dan duduk di sana sembari menatap ke arah jendela.
'Ini buruk sekali,, aku juga tidak mungkin menggunakan ponsel ditempat ini. Lalu bagaimana kami akan menghubungi orang luar ketika tiba-tiba terjadi sesuatu?' Dirga berpikir dengan cemas.
Meski dia bisa keluar dari ruangan itu, tetapi dia tidak bisa meninggalkan Hendrik sendirian.
Bagaimana kalau terjadi sesuatu?
"Bagaimana masalahnya?" Tanya Hans.
"Tidak baik, 90% rekan kerja sama kita mengajukan keluhan. Dan yang paling buruk adalah, Tuan Juan. Dia,," Aristo menghentikan ucapannya saat melihat ponselnya dihubungi oleh Juan.
"Tuan Juan menelpon," kata Aristo.
Hans tetap berwajah datar, tetapi pria itu mengulurkan tangannya pada Aristo untuk meminta ponselnya.
__ADS_1
"Halo," katanya pada orang di seberang telpon.
"Tuan Hans,, Maaf tiba-tiba menghubungi Anda, Saya dengar Tuan sudah kembali ke dalam negeri?" Tanya Juan dari seberang telpon.
"Ha ha ha... Tidak perlu minta maaf, saya memang sudah ada di dalam negeri dan berencana menghubungi Tuan Juan," ucap Hans terdengar santai.
"Kebetulan sekali, saya juga ingin membicarakan sesuatu dengan Tuan Juan, ini mengenai hubungan kerja sama kita." Ucap Juan membuat kepalan tangan hanste makin menyebalkan karena pria itu tiba-tiba menghubunginya.
"Baiklah, kita akan bertemu, bagaimana kalau di jam makan siang nanti?" Tanya Hans.
"Ya tentu,, tolong ajak juga putra Tuan," ucap Juan mengagetkan Hans.
"Putra saya?" Tanya Hans.
"Ya," jawab Juan.
"Baik, saya akan mengajaknya." Kata Hans lalu mengakhiri panggilan telepon itu.
Kalau dia mengajak Hendrik maka bisa jadi pria itu melakukan sesuatu selama perjalanan atau mungkin kabur dari nya.
Tapi kalau dia tidak mengajaknya, Juan bisa tersinggung, apalagi pria itu juga memiliki peranan yang besar dalam kerjasama perusahaan mereka.
__ADS_1
@info
slow update,,, otor sibuk tidur 🤭🤭