Pewaris Yang Kabur

Pewaris Yang Kabur
¹¹³. Buat janji dengan notaris


__ADS_3

Sementara Hendrik dan Stella makan bersama seperti dua orang yang merupakan sepasang kekasih, maka di ruangan VIP, Hans dan Juan sudah memulai pembicaraan mereka sembari menikmati hidangan yang sudah tersedia di atas meja.


Juan menatap Hans "Mengenai proyek besar yang akan kita tandatangani bersama, aku sudah membicarakannya dengan Hendrik dan dia berniat untuk meningkatkan jumlah modalnya. Tetapi aku dengar dewan direksi tidak menyetujuinya karena saat ini putramu belum memiliki sepersenpun saham di perusahaan keluarga Gonedra.


"Aku tahu kau sudah membuat batasan untuk proyek tersebut tetapi aku rasa putramu memiliki pikiran yang jauh lebih terbuka untuk melihat keuntungan yang bisa dihasilkan. Jujur saja, perusahaan Xionir sudah menawariku untuk kerja sama tersebut dengan jumlah modal yang lebih banyak dari Gonedra.


"Sepertinya Tuan Romi mengetahui bahwa kau membuat batasan itu, sebabnya putramu mendatangiku membicarakan masalah itu, tapi ternyata masalahnya hanya seperti ini.


"Bukankah dia adalah putramu satu-satunya? Siapa lagi yang akan kau berikan warisanmu selain dia? Kita semua akan menjadi tua dan mati, kalau bukan anak-anak kita yang mengurus kita di hari tua, siapa yang akan melakukannya?" Ucap Juan mengagetkan Hans.


"Maksudmu, dia menawarkan untuk menaikkan jumlah modalnya karena dia tahu Tuan Romi berusaha mengambil alih proyek itu?" Tanya Hans tak percaya.


Mengapa Hendrik malah lebih membela perusahaan ketimbang perusahaan Xioner?

__ADS_1


Bukankah putranya sangat mencintai perempuan dari keluarga Xioner, ataukah perempuan itu memang sudah meninggal sehingga Hendrik tidak memperdulikannya lagi dan kini fokus pada perusahaan?


"Ya, aku dengar Hendrik juga mengundang banyak orang ke bar tengah kota untuk membicarakan mengenai beberapa proyek yang sempat dilirik oleh grup Xioner. Apakah kau tidak tahu?" Tanya Juan pada Hans.


Dia sudah berbicara dengan Hendrik tentang bagaimana mereka akan membicarakan hal itu pada Hans, Jadi sekarang hanya perlu mengatakannya untuk mempengaruhi pikiran Hans.


"Aku berada di luar negeri dan tidak tahu apapun, tapi pertemuan itu,,," Hans masih merasa ragu karena dia pikir pertemuan itu memiliki tujuan lain.


"Apa yang kau ragukan dari putramu? Dia begitu competent dan memperhatikan perusahaan kalian. Aku dengar perusahaan di luar negeri sekarang jauh lebih sukses daripada perusahaan di sini, dan semuanya itu berkat kerja keras putramu. Sungguh menyenangkan memiliki Putra yang berbakti seperti Hendrik," ucap Juan memuji Hendrik.


Putranya membantahnya habis-habisan, tapi ternyata malah memperjuangkan perusahaan Gonedra di depan Xionir.


"Terima kasih telah memberitahuku, sepetinya aku akan segera memutuskannya." Ucap Hans menikmati anggurnya.

__ADS_1


"Ya,, kau memang harus memutuskan, putramu adalah orang yang kompeten dalam bisnis, dia benar-benar bisa melihat peluang yang ada. Kalau kau tidak memberikan seluruh milikmu pada Putra mu, memangnya kau mau memberikannya pada orang asing?" Ucap Juan.


"Itu benar,," jawab Juan.


Dia memang berniat memberikan seluruh hartanya pada Hendrik, tetapi mengingat bagaimana pria itu berkata hendak melihatnya menderita,,, dia masih kembali memikirkannya.


Akhirnya karena melihat Hans masih tampak ragu, maka Juan terus membujuk pria itu hingga acara makan siang mereka selesai.


Baru saja keluar dari ruang makan dan berpisah dengan Juan, Aristo menghampiri Hans dengan sebuah kabar yang mengejutkannya.


"Tuan, saya sudah menyelidiki riwayat perjalanan Hendrik, selain berada di vilanya, dia juga mengadakan pertemuan di bar, pertemuan itu ialah pertemuan untuk membujuk seluruh dewan direksi dan partner Gonedra untuk mendukung Gonedra.


"Saya menyelidiki ada aliran dana yang dikeluarkan secara pribadi demi menjaga orang-orang itu berpihak pada Xionir. Dan satu lagi,, beberapa jam yang lalu Tuan Romi baru saja bertemu dengan Wirawan. Sepetinya Tuan Romi memiliki maksud untuk menarik Wirawan ke sisinya." Ucap Aristo.

__ADS_1


"Romi Xionir.... Baiklah, buat janji dengan notaris," ucap Hans.


"Baik Tuan." Jawab Aristo.


__ADS_2