
Di sebuah ruangan yang dicat putih polos dan tanpa satupun ornamen, Hendrik berdiri sendirian menunggu Romi.
'Alana,,, apa kau baik-baik saja?' Hendrik mengepal erat tangannya memikirkan keadaan Alana.
Dia dipenuhi penyesalan atas apa yang sudah ia lakukan. Seharusnya hari itu dia tidak meninggalkan Alana sendirian di kamarnya.
Sementara Hendrik terus memikirkan penyelesaiannya tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka lalu seorang pria tampak datang dengan wajah yang terlihat lelah.
"Tuan," kata Hendrik membungkuk pada Romi lalu mengangkat wajahnya dan melihat Romi yang tampak pucat.
Romi melihat Hendrik, pria itu datang menertawakan putrinya?!!
"Kau,,, apa yang aku inginkan?" Tanya pria itu dengan suara yang santai tetapi saya makan santai seseorang yang sedang marah maka semakin menakutkan mereka.
"Pertama-tama saya meminta maaf atas apa yang menimpa Alana di rumah saya. Dan yang kedua saya siap untuk bertanggung jawab--"
__ADS_1
"Keparat..!! Kau pikir apa yang bisa kau bertanggung jawab kan?!" Akhirnya Romi melepaskan Amara yang sedari tadi ia tahan.
Beraninya pria didepannya ini mengatakan akan bertanggung jawab?! Memangnya Apa yang bisa dilakukan pria muda itu untuk bertanggung jawab pada putrinya?!
Namun Romi yang sedang marah terkejut ketika Hendrik berlutut di depannya dan berkata "Saya sungguh akan bertanggung jawab, apapun yang Tuan inginkan akan saya penuhi." Ucap Hendrik.
"Apa pun?!!" Tanya Romi dengan mata yang memerah sebab dia terlalu marah pada pria di depannya.
Meski dia tidak tahu Bagaimana detil kejadian yang terjadi di rumah Hans, tetapi siapa pun yang berada di rumah itu harus dihukum dengan berat.. tidak ada keringanan bagi mereka!!!
"Ya, saya juga siap untuk memberikan nyawa saya kalau Tuan menginginkannya!" Jawab Hendrik.
Ucapan Romi tak mampu lagi dijawab oleh Hendrik sebab jika pria itu tidak menganggap nyawanya berarti maka apalagi yang bisa ia tawarkan pada Romi?!
Di dunia ini tidak ada yang lebih berarti daripada sebuah nyawa!! Dan jika nyawa itu sudah tidak berarti lagi maka apa yang bisa diandalkan?
__ADS_1
"Kalau kau benar-benar ingin bertanggung jawab tentang apa yang terjadi pada putriku maka penggal kepala ayahmu dan bawa kepalanya dihadapanku!! Setelah itu aku juga akan memberimu kesempatan untuk memenggal kepala mu sendiri di hadapanku!" Ucap Romi tanpa belas kasihan memandang pria didepannya.
Pria yang sudah menyakiti putrinya,, seluruh marga dan keluarganya harus dibersihkan dari muka bumi!!
"Saya akan melakukannya." Jawab Hendrik mengagetkan Romi.
Mana mungkin pria itu menyetujuinya?!
"Heh,, Jangan Kau pikir aku sedang bermain main dengan mu." Ucap Romi mengingatkan Hendrik bahwa dia tidak sedang bercanda, dia sangat serius dengan ucapannya!!!
"Saya akan melakukannya, tetapi saya perlu waktu. Dan juga, sebelum saya memenggal kepala saya sendiri saya harus memastikan bahwa Alana dalam keadaan yang baik-baik saja." Ucap Hendrik membuat Romi berpikir sesaat.
'Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh pria ini? Apakah dia hanya datang untuk membual dan mempermainkanku atau dia sungguh-sungguh dengan ucapannya??' Romi merasa ragu untuk berat pada sebelah sisi.
"Kalau begitu, katakan yang akan kau lakukan?!" Ucap Romi ingin mendengarkan Hendrik.
__ADS_1
'Kali ini saja,, aku akan mendengarkannya berbicara karena bagaimanapun pria ini memang berbeda dengan ayahnya. Tapi kalau sampai dia mengatakan sesuatu yang salah, lebih baik membunuhnya sekarang dan mengirimkan kepalanya ke kediaman Gonedra.' pikir Romi.