
Waktu terus berlalu dan hari ini adalah hari penyambutan Hendrik yang diadakan secara besar-besaran oleh Hans.
Hans ingin memperlihatkan pada seluruh dunia bahwa putranya yang dulu diolok-olok oleh banyak orang kini telah berubah menjadi seorang penguasa yang sangat ia banggakan.
Pria itu mengundang banyak rekan bisnisnya, dia bahkan menyewa beberapa media untuk memberitakan acara itu secara nasional dan internasional.
Menyewa sebuah gedung mewah dengan dekorasi yang tak kalah mewahnya, Hans berdiri diantara kerumunan dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya saat ia berbicara dengan para koleganya.
"Itu dia putraku,," wajah Hans semakin bangga saat melihat putranya akhirnya muncul dari pintu utama.
Semua orang melihat ke arah sana para perempuan menjerit melihat pria tampan yang gagah perkasa.
Tidak ada yang bisa menghentikan Hendrik menarik perhatian di acara itu hingga membuat Hans begitu bangga melangkahkan kakinya ke arah putranya.
"Akhirnya kau datang, putraku," ucap Hans penuh kebanggaan memperlihatkan pada semua orang bagaimana sosok putranya yang sangat mengagumkan.
Hendrik hanya berdiri dengan wajah datarnya, dari sudut matanya ia melihat bagaimana ayahnya sangat bangga padanya, tetapi sayang sekali ia sama sekali tidak tersanjung dengan cara ayahnya memperlakukannya.
"Jadi ini putramu,, wahhh,,, dia sungguh seperti ayahnya,, sangat berkharisma!!" Salah seorang rekan bisnis Hans menghampiri mereka dan memuji Bagaimana pembawaan Hendrik yang sangat mengagumkan.
__ADS_1
"Terima kasih, Hendrik, kenalkan ini Tuan Juan, dia adalah sala satu rekan bisnis kita. Di masa depan kau akan banyak berhubungan dengannya." Ucap Hans pada Hendrik.
"Senang bertemu dengan Anda," kata Hendrik mengulurkan tangannya lalu kedua pria itu berjabat tangan.
"Kita akan banyak bertemu. Oya, Apa kamu sudah memiliki calon istri? Saya punya seorang putri yang seumuran denganmu." Ucap Juan tanpa basa-basi.
"Ha ha ha..." Hans langsung tertawa, Dia sudah menjodohkan Hendrik dengan Putra pengusaha besar Wirawan.
"Ada apa Tuan Hans?" Tanya Juan.
"Saya hanya terkejut kalau Tuan Juan tertarik menjodohkan putar saya dengan Putri Tuan," kata Hans merasa sangat bangga.
"Ayah," perempuan dengan senyum yang indah itu langsung menatap ada Hendrik.
"Oh, ini dia putriku," ucap Juan.
"Senang bertemu dengan Paman Hans," ucap Shela.
"Senang juga bertemu denganmu." Jawab Hans.
__ADS_1
"Haha... Saya tidak menyangka, bagaimana kalau orang tua berbincang-bincang dengan orang tua dan orang mudah berbincang-bincang juga?" Ucap Juan.
"Oh, benarkah, kalau begitu, ayah dan Paman silakan berbincang-bincang, Aku akan menemani Hendrik," ucap Shela tersenyum.
"Baiklah, baik." Kata Juan lalu pria itu segera berjalan bersamaan untuk memberi kesempatan pada Hendrik dan Sheila agar bisa semakin dekat.
Sheila tersenyum senang, Ia sudah memperhatikan Hendrik sejak pria itu muncul di tempat acara.
Sayangnya, dia baru akan membuka mulutnya untuk berbicara ketika seorang perempuan tiba-tiba datang menghampiri mereka dan melingkarkan tangannya di lengan Hendrik.
"Kau di sini?!! Dari tadi aku mencarimu!!" Kata Patra sembari melemparkan senyum terindahnya pada Hendrik membuat wajah Sheila langsung membeku.
Siapa perempuan itu?! Berani-beraninya merangkul Hendrik yang sudah menjadi incarannya?!!!
"Kau..!! Siapa kau?!!" Tanya Sheila.
"Aku?" Patra tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada Sheila "Perkenalkan namaku Cleopatra, calon istri Hendrik." Ucapnya membuat wajah Sheila semakin tak sedap di pandang.
Bagaimana bisa?!!!
__ADS_1
Dia sudah mengincar Hendrik, dan selama ini belum pernah ada seorang pria yang bisa lepas dari incaran nya!!!