
Hendrik masih sementara berbaring di kamar istirahat ketika Aristo tiba-tiba memasuki ruangan itu.
"Tuan Muda, silakan ikuti saya," ucap Aristo membangunkan Hendrik.
Hendrik menatap Aristo beberapa detik sebelum berdiri merapihkan pakaiannya lalu keluar mengikuti Aristo disusul oleh Dirga.
Dengan pengawalan yang ketat mereka turun ke lantai bawah menuju parkiran dan Hendrik dituntun memasuki sebuah mobil
Begitu pintu mobil dibuka kan untuk Hendrik, ia melihat ke dalam mobil di mana Hans duduk di sana dengan tenang.
'Apalagi yang diinginkan pria tua ini?' Hendrik bertanya-tanya dalam hati, tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya masuk ke mobil.
Aristo pun tidak tinggal diam, pria itu segera masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang depan.
Mobil melaju bersamaan dengan masuknya sebuah informasi ke ponsel Aristo.
Pria itu langsung melihat ke arah Hans "Tuan," katanya.
"Katakan," ucap Hans.
Aristo tidak langsung menjawab, pria itu melihat kearah Hendrik yang duduk memejamkan matanya.
__ADS_1
Melihat lirikan Aristo, Hans langsung mengerti bahwa pria itu enggan berbicara sebab ada Hendrik di sana.
"Berikan," kata Hans mengulurkan tangannya lalu mendapatkan ponsel dari tangan Aristo.
Segera, wajah Hans menjadi gelap saat membaca informasi tersebut.
Informasi yang mengatakan bahwa orang-orang di balik kematian Dani adalah orang-orang yang memiliki hubungan dengan Hendrik.
"Tuan, saat ini Tuan Juan sedang menunggu kita, Tuan Juan adalah salah satu partner bisnis paling penting setelah keluarga Wijaya." Aristo mengingatkan Hans saat melihat pria itu menatap Hendrik dengan penuh kemarahan.
"Selidiki masalah yang lainnya!! Aku ingin mengetahui hasilnya setelah bertemu Tuan Juan!" Ucap Hans sembari menggertakkan giginya dan mengepal erat tangannya.
"Baik Tuan," jawab Aristo.
Dari situasi dalam mobil dia bisa menebak bahwa telah terjadi sesuatu yang membuat Hans menjadi semakin marah padanya.
Namun dia tidak mengkhawatirkan nya dan hanya diam menunggu mobil tiba di tempat tujuan.
'Permainan ini akan segera berakhir, karena Tuan Juan sudah berada di pihakku.' pikir Hendrik menghela nafas dengan lega.
Akhirnya setelah lama terdiam dalam mobil, mereka tiba di tempat tujuan, 2 pria itu keluar dari mobil lalu pergi ke sebuah ruang VIP.
__ADS_1
"Tuan Hans, Hendrik, silahkan duduk," Juan menyambut dua pria itu dengan ramah.
"Ayah!!" Tiba-tiba dari pintu yang lain Stella muncul sembari tersenyum ke arah Hendrik.
"Tuan Hans,, saya sengaja menyuruhmu untuk mengajak Hendrik kemari karena Stella sangat ingin membicarakan sesuatu dengannya." Juan berbicara dengan raut wajah sedikit merasa bersalah sebab dia tahu bahwa Hans sudah menjodohkan Hendrik dengan Patra.
Tetapi untungnya, ternyata Hendrik memilih putri nya.
Menahan amarahnya, Hans tidak bisa menyinggung Juan, kalau Juan juga ikut memberontak bersama orang-orang yang sudah mengajukan keluhan pada perusahaannya maka tamatlah riwayat bisnisnya!!
Jadi pria itu hanya bisa berkata "Orang muda memang sudah sepatutnya bersama orang mudah dan yang tua berbincang bersama." Kata Hans.
Dengan begitu Hendrik segera pergi bersama Stella, sementara Juan tinggal bersama Hans di ruangan VIP.
'Heh,, dasar pria Tua, lihat bagaimana kamu terkejut dengan pembicaraanmu bersama Tuan Juan,' pikir Hendrik.
"Apa yang kau pikirkan?" Stella bertanya pada Hendrik saat melihat pria itu tampak berjalan sembari memikirkan sesuatu.
"Aku sedang memikirkan Bagaimana cara untuk lepas dari Patra," jawab Hendrik.
"Ah,, perempuan pemaksaan itu!! Aku tahu dia pasti memaksakan perjodohan mu dengannya, tenang saja, aku akan membantumu menyingkirkannya dari hidupmu. Aku tidak mau calon suamiku diganggu oleh perempuan lain," ucap Stella menggertakkan giginya.
__ADS_1
"Ya, Aku tidak tahu cara menangani perempuan jadi aku mengharapkanmu untuk mengurusnya." Ucap Hendrik.
"Tentu!" Jawab Stella penuh percaya diri.