
Setelah satu malam yang habiskan waktu bersama Alana dan Agung, Hendrik semakin memperketat keamanan di sekitar apartemen itu lalu meninggalkan Alana dan Hendrik.
Pria itu pergi ke perusahaan Xioner untuk mengurus masalah perusahaan sekaligus membicarakan rencana mereka untuk memancing pemimpin x keluar dari tempat persembunyiannya.
Belum tiba di perusahaan Hendrik menerima informasi dari mata-mata mereka yang berada di Black.
"Mata-mata kita yang diangkat ke tim khusus baru saja menyampaikan informasi." Ucap Dirga sembari membuka ipad-nya yang berisi informasi dari mata-matanya.
Hendrik mengerutkan keningnya, "Bukankah aku sudah katakan kalau dia tidak usah membuat pergerakan dulu? Cepat atau lambat dia akan segera ketahuan." Katanya sembari menatap Dirga.
"Saya sudah memberitahunya tetapi sepertinya ini informasi yang sangat mendesak." Ucap Dirga membuka file di i-padnya.
Pria itu terkejut ketika melihat pesan melihat di sana.
*Jam 8 malam rumah sakit xx, pemasangan bom di lantai 1. Markas Black di gedung xx lantau bawah tanah. Kode S*
Dirga membacakan pesan itu pada Hendrik, dan terkejut ketika Hendrik malah memarahinya.
"Sialan!! Bagaimana caramu mengkoordinasi mereka?!! Bukankah sudah kubilang agar mereka tetap diam?!!" Teriak Hendrik pada Dirga.
__ADS_1
Kode s berarti kode paling tinggi di antara pengkodean mereka, yang artinya bahwa orang yang mengirimkan informasi kemungkinan besar tidak dapat bertahan.
Lebih tepatnya, nyawanya sedang terancamn
"Maaf Tuan," jawab Dirga sambil tertunduk.
"Sekarang juga, suruh semua orang untuk pengepung gedung itu!!!" Teriak Hendrik pada Dirga.
Dia tidak akan membiarkan satupun orang-orang yang setia padanya meninggal di tangan musuhnya.
Jadi dia tidak punya pilihan lain apalagi sampai menunggu pukul 08.00 malam untuk menjebak orang-orang dari Black, dia harus menyelesaikannya sekarang!!!
Semua orang yang siap untuk mengepung gedung xx telah berkumpul di sana dengan persenjataan yang lengkap.
"Tuan, kami sudah menyiapkan semua orang yang bisa membantu. Mereka terdiri dari 15 tim dengan masing-masing anggota sebanyak 30 orang. Masih tersisa 5 tim yang sudah berjalan ke gedung xx untuk mengawasi situasi di sana," ucap Waldo pada Hendrik.
"Bagus, Dimana petanya?" Tanya Hendrik.
"silahkan ikuti saya," ucap Waldo lalu segera membawa Hendrik ke ruangan di mana Dirga sedang meletakkan beberapa tanda pada peta.
__ADS_1
"Kami tidak memiliki peta struktur ruangan bangun bawah tanah pada gedung xx, tapi dari lantai 1 sampai lantai 15 kami memilikinya," ucap Waldo memperlihatkan peta yang sudah di bentangkan di atas meja.
Waldo juga menunjuk meja sebelah yang berisi peta, "Ini adalah denah lokasi sekitar gedung xx. Yang paling penting ialah, gedung itu dekat dengan pos polisi." Ucap Waldo menunjuk lokasi pos polisi yang berjarak hanya 100 meter dari gedung persembunyian Black.
"Hm,, mereka memilih tempat yang tepat." Ucap Hendrik menganggukkan kepalanya mengamati peta yang terbentang di atas meja.
"Panggil semua kepala tim kemari." Hendrik kembali memberi perintah langsung diakui oleh Waldo yang keluar dari ruangan.
Beberapa saat, orang-orang yang dimaksud Hendrik kini memasuki ruangan lalu Hendrik langsung menjelaskan strategi mereka.
"Mengerti?!" Tanya Hendrik setelah penjelasannya selesai.
"Mengerti!" Jawab semua orang.
Akhirnya, semua orang menyiapkan peralatan mulai dari senjata hingga pengaman yang akan melindungi mereka dari berbagai ancaman yang bisa melukai tubuh mereka.
Hendrik merasa kagum pada Romi saat melihat peralatan lengkap yang tersedia, bahkan senjata-senjata terlarang juga mereka koleksi di markas mereka.
"Helikopter sudah disiapkan," Lapor Waldo ketika dia mendapat kode dari bawahannya.
__ADS_1
"Kita berangkat sekarang," ucap Hendrik lalu mereka segera memasuki lift untuk naik ke atap gedung.